Kronologi tukang cermin Bambang Setiyawan tewas dikeroyok pascademo 27 Agustus

- Redaksi

Minggu, 30 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bambang Setiyawan, tukang cermin tewas dikeroyok massa pascademo 27 Agustus - Ist

Bambang Setiyawan, tukang cermin tewas dikeroyok massa pascademo 27 Agustus - Ist

sukabumiheadline.com – Setelah kerusuhan usai demonstrasi 27 Agustus di depan Gedung DPR/MPR RI, Bambang Setiyawan (59), seorang tukang cermin tewas setelah menjadi korban pengeroyokan di Pejompongan, Jakarta Pusat.

Selain Bambang, seorang remaja 18 tahun bernama Faturohman, juga menjadi korban pemukulan di tengah kerusuhan.

Kericuhan di depan Gedung DPR/MPR RI diduga pecah setelah polisi memukul mundur massa dengan menyemprotkan air. Massa kemudian bergerak menuju wilayah Pejompongan hingga Palmerah, Jakarta Pusat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhammad Isnur, menilai ada “pola yang sama” dalam aksi lanjutan demo Agustus 2026, dengan temuan Komisi Pencari Fakta (KPF) pada demo Agustus 2025.

Bambang Setiyawan tewas dikeroyok

Selain penangkapan massal, terdapat seorang warga meninggal dunia. Warga tersebut bernama Bambang Setiyawan (59), yang tinggal di kawasan Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Bambang diduga menjadi korban pengeroyokan di kawasan Pejompongan pada Kamis (27/8/2026) malam.

Bambang sempat dibawa ke Rumah Sakit Mintoharjo dan dinyatakan meninggal dunia. Jenazahnya selanjutnya dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi dan visum.

Melansir dari Kompas berdasarkan keterangan istrinya, Sudarsi (56), Bambang masih berjualan cermin di kawasan Pejompongan hingga Kamis sore. Sekira pukul 16.30 WIB, Sudarsi meminta suaminya menutup dagangan karena melihat massa mulai berdatangan.

“Saya lihat massa udah dari sana udah banyak, akhirnya saya bilang sama bapaknya, ‘Itu massa udah banyak’, saya bilang tutup. Pas dia melihat, ‘Oh ya udah, tutup’. Saya bantuinlah,” kata Sudarsi.

Setelah itu, Bambang sempat mengantar seseorang yang sakit ke Rumah Sakit Pelni bersama anaknya menggunakan sepeda motor sebelum kembali ke rumah pada malam pukul 21.00 hingga 21.30. Saat itu, situasi massa di Jalan Pejompongan Raya sedang didorong masuk ke kawasan tersebut.

Menurut keluarga, Bambang kemudian keluar lagi menuju area tokonya setelah menganggap situasi telah mereda. Namun, ia tidak pernah pulang.

Sekira pukul 01.30 WIB, Sudarsi masih mencari suaminya. Ia sempat mendatangi tempat teman-teman Bambang dan meminta mereka menyampaikan kepada Bambang agar segera pulang jika bertemu.

Keluarga baru menerima kabar mengenai kondisinya pada Jumat (28/6/2026) pukul 04.00 dini hari. Belakangan, mereka melihat video yang memperlihatkan Bambang diseret dan dikeroyok oleh sejumlah orang.

“Justru kita tahunya dari video. Kita enggak ada yang lihat jelas nih posisi mayat ini, posisi dia dipukulin, posisi dia dibawa, kita nggak tahu,” tutur dia.

Satu remaja juga dikeroyok massa 

Warga lain jadi korban pemukulan
Di tengah penyelidikan atas kerusuhan di Pejompongan, Faturohman (18), warga setempat, disebut menjadi korban kekerasan. Ia mengaku dipukuli saat kericuhan pecah.

Fatur sempat dilarikan menggunakan ambulans ke RSUD Tarakan, Jakarta Pusat, untuk menjalani perawatan sekaligus visum. Saat dibawa ke rumah sakit, Fatur tampak masih mengalami luka di bagian wajah dan kepala.

Beberapa perban terlihat menempel di kepalanya, sementara ia harus dibantu ayahnya, Dedi, untuk keluar dari rumah dan naik ke ambulans. Menurut ibu Fatur, Rina, putranya dirujuk ke RSUD Tarakan setelah bertemu dengan Gubernur Jakarta, Pramono Anung.

Sementara itu, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menyatakan masih mengumpulkan fakta-fakta hukum terkait kasus tersebut.

“Kami sedang melakukan penyelidikan dan mengumpulkan fakta-fakta hukum yang ada di lapangan yang kami peroleh,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanudin.

Polisi mengaku sempat menerima laporan mengenai adanya korban pengeroyokan di lokasi. Namun, evakuasi tidak dapat langsung dilakukan karena situasi di lapangan belum kondusif.

“Sehingga pada saat lokasi itu sudah diamankan, Bidokes Polda Metro Jaya mengevakuasi seseorang laki-laki yang dalam kondisi pingsan,” kata Budi.

GRIB Jaya bantah terlibat

Sementara itu di media sosial, warganet menuding organisasi kemasyarakatan (ormas) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya sebagai pihak yang berhadapan dengan warga di sekitar Pejompongan.

GRIB Jaya juga dikaitkan dengan truk yang dibakar massa pada Kamis malam. Truk tersebut menjadi sasaran massa karena diduga mengangkut anggota ormas.

Namun, pihak GRIB Jaya membantah pihaknya terlibat dalam kerusuhan yang terjadi usai demo di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat tersebut.

“Saya mengatakan bahwa GRIB tidak terlibat di dalam kerusuhan tersebut. Secara institusi, kelembagaan ya, kami orang hukum pasti mengetahui jika ada pergerakan-pergerakan seperti itu,” kata Kuasa hukum GRIB Jaya, Wilson Colling.

Menurut Colling, tak ada instruksi yang disampaikan Ketua Umum GRIB Jaya, Rosario de Marshall alias Hercules, kepada anggotanya untuk turun dalam demonstrasi itu.

Penangkapan massal

Sementara itu, 322 orang ditangkap dan 48 di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka terkait rangkaian perusakan dan kekerasan yang terjadi di sejumlah titik di Jakarta.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, dari jumlah tersebut, 162 orang merupakan orang dewasa berusia 18 hingga 40 tahun yang ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

“Dari kelompok usia, 162 orang dewasa berusia sekitar 18 sampai dengan 40 tahun yang ditangani oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya, serta 160 anak berusia rentang 12 sampai dengan 19 tahun,” ujar Budi dalam konferensi pers.

Dalam penindakan tersebut, polisi mengeklaim telah menyita sejumlah barang bukti, antara lain golok, gunting, asahan pisau, ketapel, 19 mata panah, rantai besi, tongkat bambu, serta lembaran PVC.

Berita Terkait

Viral Wakil Bupati Sumedang dituduh lakukan kekerasan seksual
Siap mundur, Wakil Ketua DPR RI janji UU Perampasan Aset tuntas 15 Desember
Korban bencana di Bantargadung Sukabumi akan dibuatkan rumah ala Kampung KDM
2,28 juta hektare potensi bahaya karhutla, Sukabumi paling riskan
Ini alasan 120 korban bencana Cidadap belum tertangani, KDM rinci aliran dana ke Sukabumi
Ketua Umum Projo: Untuk rakyat, untuk rakyat, tapi maling juga
Menteri PAN-RB buka pendaftaran PNS bagi PPPK, cek jadwalnya
Revisi UU, Prabowo mau izinkan kewarganegaraan ganda

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 02:36 WIB

Kronologi tukang cermin Bambang Setiyawan tewas dikeroyok pascademo 27 Agustus

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Viral Wakil Bupati Sumedang dituduh lakukan kekerasan seksual

Kamis, 27 Agustus 2026 - 23:30 WIB

Siap mundur, Wakil Ketua DPR RI janji UU Perampasan Aset tuntas 15 Desember

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:45 WIB

Korban bencana di Bantargadung Sukabumi akan dibuatkan rumah ala Kampung KDM

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:42 WIB

2,28 juta hektare potensi bahaya karhutla, Sukabumi paling riskan

Berita Terbaru

WNA China diusir dari Sukabumi

Regulasi

Nikahi perempuan Sukalarang, WNA China diusir dari Sukabumi

Sabtu, 29 Agu 2026 - 16:05 WIB