sukabumiheadline.com – Proses administrasi naturalisasi Demiane Agustien sudah mulai berjalan sejak 13 Oktober 2026. Pemain sayap klub Premier League, Arsenal, ini untuk memperkuat Timnas Indonesia menjelang putaran final Piala Asia 2027 di Arab Saudi.
Verifikasi dokumen berjalan, sementara pengumuman resmi masih menunggu penelaahan hukum oleh Kementerian Hukum tuntas.
Damiene Agustien sendiri adalah pemain gelandang Arsenal U-21. Ia diproses berdasarkan dokumen keturunan Indonesia dari pihak keluarga ibunya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Noor Korompot, Staf Khusus Menteri Hukum Republik Indonesia, dalam unggahannya di media sosial menyebut dasar pengajuan berasal dari dokumen silsilah keluarga yang berkaitan dengan garis keturunan ibunya.
“Demiane Agustien memperoleh garis darah Indonesia dari pihak ibunya, yang memiliki keturunan campuran Mesir-Indonesia serta seorang ibu (nenek Demiane) yang lahir asli di Indonesia,” katanya dikutip sukabumiheadline.com, Senin (19/10/2026).
“Prosesnya, Insya Allah. Tim Pengacara PSSI sedang bekerja. Prinsip yang tidak berubah dari proses naturalisasi sebelumnya hanya akan dilakukan untuk pemain yang memiliki keturunan Indonesia,” ujar Noor Korompot.
Untuk informasi, Demiane memiliki nenek dari pihak ibu yang lahir di Indonesia. Ibunya memiliki latar belakang keturunan campuran Mesir-Indonesia, sedangkan ayahnya Kemy Agustien merupakan mantan pemain Timnas Curacao.
Sinyal ketertarikan Demiane untuk membela Indonesia terlihat melalui unggahan foto jersey Timnas Indonesia pada 23 September 2026. Unggahan tersebut menampilkan nama dan nomor punggung pemain di akun Instagram resminya.
Proses naturalisasi Demiane Agustien saat ini masih berada dalam tahap administrasi dan verifikasi dokumen. PSSI melanjutkan penyelesaian berkas sebelum proses tersebut memasuki tahap berikutnya.
Profil Demiane Agustien

Demian Hesus Agustien lahir 28 Juli 2007 di Kota Oos, Belanda. Ia adalah pemain sepak bola profesional yang bermain sebagai gelandang atau pemain sayap untuk klub Liga Utama Inggris Arsenal. Lahir di Belanda, ia telah mewakili Curaçao dan Belanda di kancah internasional pada level junior.
Pemain dengan tinggi badan 1,83 m bermain untuk posisi gelandang dan sayap. Ia bermain di Arsenal mengenakan nomor punggung 58
Karier Junior
Karier junior Demiane Agustien dimulai sejak bergabung dengan West Bromwich Albion (2023). Kemudian musim 2023-2025 ia bergabung dengan Derby County, dan pindah ke Arsenal sejak 2025 lalu.
Untuk level tim nasional, sejak 2023 ia memperkuat Timnas Curaçao U-17 dan bermain dalam 3 laga. Pada 2025, ia memperkuat Timnas Belanda U-18 dan bermain dalam dua pertandingan.
Demiane Agustien juga dipanggil memperkuat Timnas Belanda U-19 dan mencatatkan 7 caps dalam kualifikasi Kejuaraan Eropa U-19 UEFA 2026.
Gaya Bermain Demiane Agustien
Melansir worldfootball.net, Agustien bermain sebagai gelandang atau pemain sayap.
Situs berita Belanda Nederlandse Omroep Stichting menulis pada 2025 bahwa dia “adalah seorang playmaker dengan tembakan luar biasa menggunakan kaki kirinya. Dia menempatkan bola tepat di tempat yang diinginkannya”.
4 opsi pemain keturunan untuk Timnas Indonesia
Selain Demiane Agustien, PSSI bersama pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, terus memantau deretan talenta keturunan di benua Eropa. Langkah strategis ini diambil demi memperkuat kedalaman skuad Garuda dalam menatap persaingan ketat Kualifikasi Piala Dunia 2030.
Langkah pemantauan terhadap para pemain berdarah Indonesia dipandang sangat penting untuk meningkatkan daya saing di berbagai posisi vital. Mulai dari lini belakang hingga sektor penyerang, kehadiran amunisi baru berkelas internasional diharapkan mampu memberi warna baru dalam skema permainan tim.
Sejumlah nama berbakat yang kini berkarier di liga-liga papan atas Eropa telah masuk dalam radar pantauan. Kendati demikian, kepastian mereka mengenakan jersei Merah Putih tetap bergantung pada kelayakan administrasi kewarganegaraan, proses naturalisasi, serta kesiapan sang pemain.
Berikut adalah profil lima pemain keturunan yang berpotensi menjadi amunisi anyar Timnas Indonesia:
- Demiane Agustien
- Daijiro Chirino
- Dean Zandbergen
- Julian Oerip
- Pascal Struijk
Daijiro Chirino: Ia menjadi kandidat kuat untuk memperketat persaingan di posisi bek kanan, yang saat ini diisi oleh Kevin Diks. Pemain Almeria yang berlaga di Liga 2 Spanyol musim 2026/2027 ini memiliki garis keturunan Indonesia dari sang nenek. Chirino tampil cukup kontributif bersama Almeria dengan mengemas satu gol dari delapan pertandingan. Kehadirannya di lini pertahanan akan memberikan opsi rotasi yang solid bagi tim pelatih.
Dean Zandbergen: Sektor juru gedor Timnas Indonesia berpeluang mendapatkan amunisi baru lewat sosok Dean Zandbergen. Penyerang berpostur tinggi 188 sentimeter tersebut menunjukkan ketajamannya saat membela VVV Venlo musim lalu dengan mencetak 15 gol. Sebelum diboyong klub Rumania, Dinamo Bucuresti, Zandbergen sempat mencatatkan empat gol dari empat laga awal musim. Bersama Dinamo Bucuresti pada musim 2026/2027, ia sudah menyumbangkan satu gol dan satu assist dari empat penampilan.
Julian Oerip: Di lini tengah, nama Julian Oerip muncul sebagai calon gelandang kreatif masa depan. Pemain berusia 19 tahun yang pernah membela Timnas Belanda kelompok usia ini tampil mengesankan bersama AZ Alkmaar U-21 di Liga 2 Belanda musim 2026/2027. Dari 10 pertandingan yang dilakoni, Oerip berhasil mencatatkan tiga gol dan empat assist. Visi bermain serta kemampuannya mengalirkan bola menjadi nilai tambah yang sangat dibutuhkan sektor tengah Garuda.
Pascal Struijk: Sektor pertahanan skuad Garuda diprediksi bakal kian kokoh jika PSSI berhasil menggaet Pascal Struijk. Bek tengah tangguh ini memutuskan pindah dari Leeds United ke Brighton & Hove Albion pada bursa transfer musim panas 2026. Pengalaman berharga Struijk di kasta tertinggi sepak bola Inggris menjadi aset penting. Kemampuannya mengawal lini belakang bakal sangat berguna jika diterapkan dalam skema tiga bek tengah pilihan pelatih.









