Partainya Benjamin Netanyahu kalah di Pemilu Israel, oposisi bersorak-sorai di Tel Aviv

- Redaksi

Kamis, 29 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu - Ist

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu - Ist

sukabumiheadline.com – Partai Likud yang menjadi pendukung Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kalah dalam Pemilihan Umum (Pemilu) yang digelar Selasa (27/10/2026). Hasil exit poll menunjukkan Partai Yashar pimpinan tokoh oposisi Gadi Eisenkot menang tipis atas kubu Netanyahu.

Para pendukung Partai Yashar pun meluapkan kegembiraan dengan bersorak-sorai di Tel Aviv, setelah hasil hitung cepat atau exit poll menunjukkan blok oposisi unggul tipis atas kubu Netanyahu.

Diberitakan Viory, rekaman video dari markas Partai Yashar pada malam pemilihan memperlihatkan para pendukung bersorak dan mengibarkan bendera Israel serta bendera partai ketika proyeksi awal diumumkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Exit poll dari tiga saluran televisi utama Israel memproyeksikan blok oposisi Eisenkot meraih 52 atau 53 kursi, sedangkan blok pendukung Netanyahu memperoleh 50 kursi.

Namun demikian, kedua kubu diproyeksikan belum mencapai mayoritas di parlemen. Dengan demikian, Partai Likud pimpinan Netanyahu diperkirakan tetap menjadi partai tunggal dengan perolehan kursi terbanyak, mengungguli Yashar.

Eisenkot, mantan kepala staf militer Israel, mengatakan hasil awal tersebut menunjukkan “ketiadaan kepercayaan sepenuhnya” terhadap Netanyahu. Ia berjanji akan berupaya menggantikan pemerintahan perdana menteri tersebut.

Namun, proyeksi dari sejumlah lembaga penyiaran lainnya justru menempatkan blok Netanyahu di posisi unggul. Dengan demikian, hasil pemilihan masih belum dapat dipastikan.

Partai-partai yang dipimpin atau didukung warga Arab, termasuk Ra’am dan Joint List, diproyeksikan meraih 17 atau 18 kursi. Perolehan tersebut berpotensi menempatkan mereka pada posisi penting dalam negosiasi pembentukan koalisi.

Pemilihan ini menjadi yang pertama di Israel sejak serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023 dan perang yang menyusul di Jalur Gaza.

Dengan mayoritas parlemen membutuhkan sedikitnya 61 kursi dari total 120 kursi Knesset, hasil exit poll mengindikasikan bahwa pembentukan koalisi akan berlangsung sulit, alih-alih menghasilkan pemenang yang jelas.

Jika negosiasi koalisi gagal, Israel berpotensi kembali menggelar pemilihan. Netanyahu akan tetap menjabat sebagai perdana menteri sementara hingga pemerintahan baru terbentuk.

Berita Terkait

Partai Arab kian disukai warga Israel, Netanyahu khawatir bisa kalahkan partainya
Sejarah bendera Arab Saudi dan Afghanistan cantumkan lafadz Syahadat
Penduduk Jerman menyusut, kekurangan tenaga kerja dan banyak dihuni lansia
Pilot Indonesia ditolak Israel, putar balik dilarang mendarat di Bandara Tel Aviv
Bandara Riyadh diserang, Kemenlu minta WNI di Arab Saudi waspada
Mengenang serangan menara WTC 9/11, dan trend mualaf yang meningkat
Ajakan boikot Adidas meluas, eks tentara Israel jadi bintang iklan kaki palsu
Ini Blueberry, sniper cantik Rusia pemburu tentara Ukraina

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 05:33 WIB

Partainya Benjamin Netanyahu kalah di Pemilu Israel, oposisi bersorak-sorai di Tel Aviv

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Partai Arab kian disukai warga Israel, Netanyahu khawatir bisa kalahkan partainya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Sejarah bendera Arab Saudi dan Afghanistan cantumkan lafadz Syahadat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Penduduk Jerman menyusut, kekurangan tenaga kerja dan banyak dihuni lansia

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Pilot Indonesia ditolak Israel, putar balik dilarang mendarat di Bandara Tel Aviv

Berita Terbaru