sukabumiheadline.com l Siapa tak kenal Mohamed Salah, pesepak bola dunia asal Mesir yang dikenal kerap membawa nilai nilai Islam dalam setiap melakoni laganya, seperti mengangkat kedua tangan saat berdoa sebelum bertanding atau melakukan sujud syukur usai mencetak gol.
Selain itu, pesepakbola yang populer dipanggil Mo Salah itu juga dikenal sebagai suami yang setia dan ayah yang baik bagi anak anaknya.
Hal itu lah yang membuat dua perempuan Inggris akhirnya memutuskan menjadi mualaf. Kedua perempuan yang dimaksud yakni Amy dan Nikki, mereka terketuk hatinya untuk memeluk agama Islam setelah melihat akhlak terpuji yang ditunjukkan bintang Liverpool itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Diketahui, Amy dan Nikki adalah dua saudara perempuan dari Inggris yang tinggal di dekat Kota Liverpool. Menurut berbagai sumber, mereka beberapa kali mengunjungi Mesir, negara Mohamed Salah untuk berwisata.
Di kampung halamannya, Kota Liverpool, kedua perempuan itu mendengar tentang agama Islam dan akhlak umat Islam dari muslim yang tinggal di Eropa. Tak terkecuali, mereka kagum dengan akhlak dan kerendahan hati yang ditunjukkan Mo Salah.
Merasa terketuk hatinya ketika melihat akhlak Mo Salah, kedua perempuan itu pun mulai berpikir untuk masuk Islam. Setelah yakin, dua perempuan asal Inggris itu pun memutuskan untuk jadi mualaf setelah terinspiransi dari akhlak pesepakbola Muslim itu.
“Kami dipengaruhi oleh perilaku Muslim di Eropa dan kerendahan hati Mohamed Salah,” ungkap salah seorang dari kedua perempuan mualaf itu, seperti dilansir Gulf Today.
Selain itu, kunjungan wisata kedua perempuan asal Inggris itu ke Mesir juga telah membentuk citra positif Islam dan Muslim di telinga mereka. Di mana sebelumnya, mereka hanya tahu Islam bertentangan seperti apa yang disajikan di beberapa media barat.
Setelah jadi mualaf, dua perempuan asal Inggris itu pun bertambah kecintaannya terhadap Islam dan merasakan kebahagiaan dalam memeluk Islam.
Terlepas dari terinspirasi dari Mohamed Salah, keputusan mereka untuk menganut Islam murni atas dasar keinginannya sendiri, tanpa paksaan dari siapa pun dan setelah mempelajarinya dengan benar.
Sementara, salah seorang “Idrisi Ashraaf” di Kom Ombo, Kegubernuran Aswan, Mesir, Abdeluaziz Al Idrisi, mengatakan aula Al Ashraaf di Desa Hegaza pernah menerima dua saudara perempuan Inggris itu selama kunjungan singkatnya di Aswan.
Di sana, dua kaum hawa itu mengekspresikan perasaan dan keinginan untuk menyatakan diri sebagai Muslimah.
Kala itu, Al Idrisi menyebut Amy dan Nikki telah menyampaikan bahwa mereka telah masuk Islam sekitar setahun yang lalu di Liverpool, Inggris.
Kemudian, dua perempuan Inggris itu datang untuk mendeklarasikan mualaf di Mesir, setelah berada di sebuah wisata keliling di Hurghada dan menuju ke Aswan untuk berlibur.
“Kedua perempuan Inggris itu akrab dengan dasar-dasar agama Islam dan lima pilarnya. Mereka juga percaya pada yang ghaib. Mereka juga menghafal sejumlah hadits Nabi Muhammad SAW dan sejumlah surah dari Alquran dalam bahasa Arab, seperti Al-Fatihah, Al-Ikhlas, dan Quraish,” jelas Abdeluaziz Al Idrisi.