Alarm BMKG, El Nino Kirim Hawa Horor Bagi Petani di Sukabumi

- Redaksi

Kamis, 2 Februari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi bencana kekeringan - Ist

Ilustrasi bencana kekeringan - Ist

SUKABUMIHEADLINE.com l Warga Sukabumi, Jawa Barat, terutama yang berprofesi sebagai petani wajib mewaspadai karena alarm dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali menyala.

BMKG mengingatkan kewaspadaan wajib ditingkatkan karena dipicu datangnya El Nino yang diprediksi bakal mengirim hawa horor ke Indonesia.

Menurut Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, El Nino punya probabilitas 50% menyambangi Indonesia pada Juni-Agustus 2023. Efeknya pun tergolong mengkhawatirkan karen curah hujan bakal berkurang drastis, sehingga sejumlah wilayah diprediksi bakal mengalami kekeringan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ada 50% peluang mengalami El Nino lemah. Dampaknya kekeringan karena curah hujan berkurang,” terang Dwikorita konferensi pers, Jumat (27/1/2023) lalu.

Berdasarkan catatan data ONI, triple-dip La Nina selalu diikuti kejadian El Nino. Dari dua kejadian sebelumnya itu, El Nino selalu terjadi lebih dari satu tahun. La Nina 1973/1974/1975 diikuti El Nino 1976 dan 1977. Sedangkan La Nina 1998/1999/2000 diikuti El Nino 2002 dan El Nino 2004.

Ini memberikan indikasi bahwa La Nina 2020/2021/2022 juga berpotensi diikuti El Nino lebih dari satu kali. Akibat yang ditimbulkannya pun tidak tanggung-tanggung, karena ada aliran massa udara basah dari wilayah Indonesia ke Samudra Pasifik.

“Artinya di wilayah Indonesia ini kehilangan massa udara basah,” jelas Dwikorita.

Logika sederhananya, berkurangnya curah hujan. Ini memicu potensi lebih kering dari tiga tahun terakhir. Dengan demikian, risiko gagal panen mengancam para petani di Sukabumi, serta potensi kebakaran hutan di wilayah lainnya di Indonesia.

Berita Terkait

Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta
Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama
Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta
Ahad, 18 Oktober: Event hari ini di Sukabumi, JNS Fest hingga Festival Kuliner Bangkok
Germo asal Sukabumi paksa wanita Sumsel layani 10 pria sehari, fee Rp50 ribu
Kurun September-Oktober 2026 ada 86 kebakaran hutan di Sukabumi, sebagian karena iseng
DPRD Kabupaten Sukabumi minta DPTR naik kelas jadi A, tapi jangan sekadar berubah
Jual jaket ojol kurang Rp30 ribu, dua pria Sukabumi saling bacok

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama

Kamis, 22 Oktober 2026 - 04:26 WIB

Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta

Minggu, 18 Oktober 2026 - 04:36 WIB

Ahad, 18 Oktober: Event hari ini di Sukabumi, JNS Fest hingga Festival Kuliner Bangkok

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 01:30 WIB

Germo asal Sukabumi paksa wanita Sumsel layani 10 pria sehari, fee Rp50 ribu

Berita Terbaru

Ilustrasi aktivitas pemadam kebakaran hutan - sukabumiheadline.com

Sukabumi

Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama

Jumat, 23 Okt 2026 - 14:05 WIB

Pemuda Sunda harus berdaya di bidang ekonomi dan pendidikan - Pemprov Jawa Barat

Jawa Barat

Pemuda Sunda harus berdaya di bidang ekonomi dan pendidikan

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:00 WIB