sukabumiheadline.com – Presiden Partai Buruh Said Iqbal dikabarkan masuk Kabinet Prabowo-Gibran. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan isyarat tersebut pada Kamis (4/6/2026).
“Ya, kemungkinan ya, kemungkinan berkaitan dengan tentunya perjuangan beliau selama ini. Berhubungan dengan kiprah beliau,” kata Pras tanpa mengungkap jabatan untuk Said Iqbal.
“Tunggu informasi,” kata dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, Pras menyatakan Said Iqbal bakal dilantik pada Senin (8/6/2026).
Profil Said Iqbal
Said Iqbal lahir di Jakarta pada 5 Juli 1968. Ia selama ini dikenal sebagai adalah tokoh pergerakan kaum buruh dan politikus asal Indonesia yang juga menjabat sebagai Presiden Partai Buruh sejak partai politik tersebut dihidupkan kembali pada 5 Oktober 2021 lalu.
Untuk informasi, Partai Buruh sebelumnya didirikan oleh Muchtar Pakpahan, tokoh buruh Indonesia yang mendirikan serikat buruh independen pertama di Indonesia.
Pada 1992, Said Iqbal diangkat menjadi ketua umum serikat pekerja di perusahaan elektronik di Bekasi. Dia juga termasuk anggota tim perumus Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Pengaduan Perburuhan.
Selain itu, Said Iqbal juga menjabat sebagai Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).
Menurut Said, ia pernah bekerja selama 30 tahun di perusahaan multinasional, dan saat pensiun menerima pesangon sebesar “miliaran” Rupiah.
Awal kehidupan dan pendidikan

Said Iqbal menghabiskan masa kecilnya di Jakarta. Meski lahir di Jakarta, keluarganya berasal dari Aceh. Ayahnya berasal dari Bambi, Pidie dan ibunya berasal dari Meulaboh, Aceh Barat.
Ia menempuh pendidikan di SMA Negeri 51 Jakarta dan lulus pada tahun 1987. Selama bersekolah, Said dikenal sebagai anak yang berprestasi dan kerap menyandang predikat juara kelas, bahkan di akhir pendidikannya, ia menjadi juara umum di sekolahnya.
Said lantas melanjutkan pendidikannya ke Politeknik (Teknik Mesin) di Universitas Indonesia, kemudian mengambil pendidikan S1 di Teknik Mesin Universitas Jayabaya. Setelah lulus, ia melanjutkan pendidikan pascasarjanany, Master Ekonomi, di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia.
Karier aktivis dan politik
Said Iqbal pertama kali turun sebagai aktivis buruh di Serikat Pekerja tempatnya bekerja di Perusahaan Elektronika di Kabupaten Bekasi pada 1992 hingga saat ini.
Kemudian pasca reformasi dan pemerintah membebaskan pendirian serikat pekerja tanpa harus berafiliasi kepada Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), Said Iqbal bersama tokoh buruh lainnya mendirikan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI). Ia juga menjadi Presiden KPSI sejak 2012, dan terpilih kembali secara aklamasi untuk periode 2017–2022.
Pada 2013 lalu, Said Iqbal meraih penghargaan internasional sebagai Tokoh Buruh Terbaik Dunia, The Febe Elisabeth Velasquez Award oleh serikat pekerja Belanda, FNV. Penghargaan ini diberikan bagi mereka, para aktivis buruh yang berjuang demi tegaknya hak-hak buruh di negara masing-masing.
Dalam pemilihan itu, Said Iqbal menyisihkan 200 kandidat lainnya dari seluruh dunia berkat militansinya mengawal demokrasi dan kebebasan berserikat melalui FSPMI dan KSPI.
Said gagal mencalonkan diri sebagai kandidat untuk mewakili Kepulauan Riau di Dewan Perwakilan Rakyat pada Pemilu Legislatif Indonesia 2009, di bawah Partai Keadilan Sejahtera.
Said Iqbal kemudian memiliki keterlibatan aktif dalam kancah politik nasional di pemilu selanjutnya. Pada Pemilihan umum Presiden 2019, ia secara terbuka menyatakan dukungannya kepada pasangan Prabowo Subianto–Sandiaga Uno.
Sebagai pendukung militan, Iqbal kerap memosisikan diri sebagai kritikus keras terhadap pemerintahan Joko Widodo, yang ia tuangkan melalui karya tulis seperti buku berjudul Pemerintah Gagal Menyejahterakan Buruh serta Kerja Layak Upah Layak dan Hidup Layak Gagal Diwujudkan.
Pembentukan Partai Buruh
Pada 5 Oktober 2021, ia terpilih sebagai Presiden Partai Buruh. Said menyatakan bahwa Partai Buruh akan melakukannya tidak membentuk koalisi dengan partai politik mana pun yang mendukung Undang-Undang Omnibus, namun justru akan berkoalisi dengan calon presiden 2024 secara “pribadi” dengan tim kampanye yang terpisah dari tim kampanye resmi sang kandidat.
Kehidupan Pribadi
Ia menikah dengan Ika Liviana Gumay, namun sang istri meninggal pada 17 Juli 2019). Pasangan ini dikaruniai seorang putri. Indri Yuli Hartati (isteri sekarang).
Namun, informasi lain menyebut Said Iqbal memiliki tiga orang anak.









