Demo besar guru di Meksiko: Pemerintah lebih prioritaskan Piala Dunia dibanding pendidikan

- Redaksi

Minggu, 7 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Demonstrasi guru di Meksiko - Ist

Demonstrasi guru di Meksiko - Ist

sukabumiheadline.com – Beberapa hari menjelang digelarnya Piala Dunia 2026, para guru di Meksiko melakukan demo besar-besaran. Aksi digelar sejak sejak Rabu (3/6/2026), atau hanya selang satu pekan sebelum turnamen sepak bola empat tahunan itu dibuka di negara tersebut.

Massa yang dikatakan sebagai kelompok pecahan dari Koordinasi Nasional Pekerja Pendidikan (CNTE) telah melakukan demonstrasi besar-besaran ke Kantor Kementerian Pendidikan di ibu kota Meksiko.

Sumber dari departemen yang menjadi sasaran mengatakan, para pengunjuk rasa telah merusak pos penjaga dan memecahkan jendela, sedangkan gambar yang disiarkan di televisi Meksiko menunjukkan kebakaran kecil di lokasi tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dilansir dari AFP, bentrokan dimulai ketika para guru, yang menuntut gaji dan tunjangan yang lebih baik, menerobos salah satu penghalang logam yang telah dipasang di pintu masuk Alun-Alun Zocalo, satu blok dari istana pemerintah dan layar raksasa tempat menonton pembukaan Piala Dunia 2026.

“Acara ini harus ditangguhkan. Tujuan seperti yang kita perjuangkan seharusnya jauh lebih penting daripada sekadar hiburan dan kesenangan,” tegas pemimpin serikat pekerja, Filiberto Frausto, dikutip Ahad (7/6/2026).

CNTE, yang mengorganisasi demonstrasi tersebut, mengancam akan memanggil ‘jutaan’ guru ke ibu kota selama World Cup 2026 jika pemerintah tidak memenuhi tuntutan mereka untuk kenaikan gaji dan pencabutan undang-undang pensiun.

“Kita akan memenangkan perjuangan ini, apa pun harganya!” teriak para demonstran.

Polisi Mexico City melemparkan gas air mata ke arah guru-guru yang berunjuk rasa untuk mencegah mereka mencapai alun-alun bersejarah. Para demonstran pun membalas dengan lemparan petasan ke arah petugas.

Beberapa peserta aksi yang mengenakan masker memukuli barikade logam dengan pipa, sementara yang lain memecahkan jendela truk derek polisi dan sebuah gedung pemerintah. Salah satu pemimpin kelompok guru membenarkan bahwa setidaknya dua orang terluka, satu di antaranya di mata.

AFP menyaksikan salah satu peserta dibawa pergi dengan luka berdarah di kepala. Pemerintahan Presiden Claudia Sheinbaum sebelumnya menyetujui kenaikan gaji sebesar 9 persen dengan pimpinan CNTE. Namun, angka itu masih jauh dari 100 persen yang dituntut oleh para pendidik yang berbeda pendapat.

Berita Terkait

Sejarah bendera Arab Saudi dan Afghanistan cantumkan lafadz Syahadat
Penduduk Jerman menyusut, kekurangan tenaga kerja dan banyak dihuni lansia
Pilot Indonesia ditolak Israel, putar balik dilarang mendarat di Bandara Tel Aviv
Bandara Riyadh diserang, Kemenlu minta WNI di Arab Saudi waspada
Mengenang serangan menara WTC 9/11, dan trend mualaf yang meningkat
Ajakan boikot Adidas meluas, eks tentara Israel jadi bintang iklan kaki palsu
Ini Blueberry, sniper cantik Rusia pemburu tentara Ukraina
Presenter TV Sarah Khalifa dihukum mati atas tuduhan jadi gembong narkoba

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Sejarah bendera Arab Saudi dan Afghanistan cantumkan lafadz Syahadat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Penduduk Jerman menyusut, kekurangan tenaga kerja dan banyak dihuni lansia

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Pilot Indonesia ditolak Israel, putar balik dilarang mendarat di Bandara Tel Aviv

Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Bandara Riyadh diserang, Kemenlu minta WNI di Arab Saudi waspada

Jumat, 11 September 2026 - 23:30 WIB

Mengenang serangan menara WTC 9/11, dan trend mualaf yang meningkat

Berita Terbaru