Anak Tokoh PKI, Ilham Aidit Beri Sambutan di Ponpes Al Zaytun: Sya Merasa Berada di Tempat yang Benar

- Redaksi

Senin, 24 Juli 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilham Aidit. l Istimewa

Ilham Aidit. l Istimewa

sukabumiheadline.com l Pondok Pesantren Al Zaytun pimpinan Panji Gumilang masih terus menyita perhatian publik. Belakangan publik menyoroti hadirnya putra salah seorang tokoh Partai Komunis Indonesia (PKK) Dipa Nusantara Aidit atau DN Aidit dalam agenda Peringatan 1 Syuro 1445H di Ponpes Al Zaytun.

Video sambutan anak DN Aidit yang bernama Ilham Aidit tersebut viral di berbagai platform media sosial (medsos) di ramai digunjing warganet.

Tampak dalam sambutannya, Ilham Aidit mengawali dengan menyampaikan salam hormat terhadap pimpinan Ponpes Al Zaytun, AS Panji Gumilang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ilham Aidit juga mengaku kaget mendapatkan undangan dari ketua panitia agenda acara tersebut.

“Saya nggak menyangka atau nggak pernah mimpi bahwa saya diundang hadir dalam acara yang sangat meriah ini yang dilakukan setiap tahun, 1 Muharram,” ungkap Ilham Aidit dikutip sukabumiheadline.com dari kanal YouTube Al Zaytun Official, Senin (24/7/2023).

“Dan khususnya apa? Khususnya orang mengenal saya sebagai Ilham Aidit, anaknya Pak Aidit yang adalah orang yang selama puluhan tahun didaulat sebagai musuh bangsa. Jadi tiba-tiba ada anak komunis yang diundang ke pesantren,” sebut Ilham Aidit dengan nada berkelakar.

Baca Juga :  Alasan Kemanusiaan, Panji Gumilang Ajukan Penangguhan Penahanan

Ilham Aidit juga memuji undangan terhadap dirinya sebagai bukti kebesaran hati dan pikiran yang terbuka dari seorang Panji Gumilang.

“Saya melihat kebesaran hati, terbukanya wawasan, pikiran, seorang Syekh Panji Gumilang. Itu disampaikan oleh Mas Eji (ketua acara) ‘buat kami nggak ada bedanya, buat kami kiri, kanan, tengah, itu pernah sama-sama membangun bangsa ini’,” ungkap Ilham.

Ilham Aidit juga menceritakan mengenai kisah pembuatan Piagam Jakarta atau Jakarta Charter. Dirinya menyebut bahwa Jakarta Charter menjadi gambaran bahwa jika negara ingin maju maka seluruh masyarakat harus bersatu.

“Apa yang saya ingin katakan adalah ada begitu banyak pendiri bangsa, yang memang menyadari betul bahwa bila negara ingin berdiri, bila negara ingin maju maka kita harus bersatu, maka kita harus saling mengalah, penuh toleransi, untuk mendapatkan sebuah kesepakatan untuk berjalan bersama,” paparnya.

Ilham Aidit mengaku jika sebelumnya ia mengira Ponpes Al Zaytun penuh dengan orang-orang yang bersarung, selayaknya pesantren pada umumnya.

Baca Juga :  Pengakuan para Artis "Keturunan PKI"

Namun, secara mengejutkan ia justru menemukan hal berbeda di Ponpes Al Zaytun.

“Di sini saya terkejut dengan suasana, dengan cara bicara, bahkan busana kawan-kawan sekalian yang betul-betul moderat, betul-betul terbuka, dan tidak mencerminkan komunitas yang puritan. Saya sendiri kemudian pikir apa masalahnya yang selama ini dipermasalahkan orang?” jelas Ilham.

“Tapi ketika saya hadir di sini saya bicara dengan banyak kawan-kawan atau orang tua murid di malam hari ini, mereka orang-orang yang terbuka, mereka orang-orang yang berpikir maju, saya betul-betul geleng-geleng kepala. Terus terang saya merasa saya berada di tempat yang benar,” tambahnya.

Dalam penutupan sambutannya, Ilham Aidit menceritakan bahwa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara seseorang perlu mengutamakan toleransi dan dorongan untuk selalu berdamai serta berbicara baik-baik. Dengan mengutamakan toleransi maka suatu masyarakat akan lebih mudah melangkah untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik ke depannya.

Untuk informasi, Ilham Aidit merupakan putra keempat dari pasangan DN Aidir dan dr. Soetanti. Bergelar insinyur, Ilham Aidit diketahui juga menjadi pendiri Forum Silaturahmi Anak Bangsa.

Berita Terkait

Warga Ujunggenteng Sukabumi akan dilayani ambulans udara dan laut
Dedi Mulyadi minta Kapolda Jawa Barat Irjen Akhmad Wiyagus usut kasus kades minta THR
Warga Sukabumi punya sertifikat tanah terbit sebelum 1997? Menteri ATR/BPN minta urus ulang!
Jurnalis wanita dibunuh dan diperkosa oknum TNI AL, PBNU: Usut tuntas
Jika ada warga bunuh diri karena pinjol, Dedi Mulyadi: Gubernurnya gagal
Prabowo Subianto: Banyak pemimpin dunia ingin mencontoh Program Makan Bergizi Gratis
Gugat UU TNI ke MK, mahasiswa UI: Langgar asas keterbukaan
Jabatan baru Wahyu Mijaya, birokrat asal Sukabumi di bawah komando Dedi Mulyadi

Berita Terkait

Minggu, 6 April 2025 - 00:18 WIB

Warga Ujunggenteng Sukabumi akan dilayani ambulans udara dan laut

Jumat, 4 April 2025 - 12:00 WIB

Dedi Mulyadi minta Kapolda Jawa Barat Irjen Akhmad Wiyagus usut kasus kades minta THR

Jumat, 4 April 2025 - 01:11 WIB

Warga Sukabumi punya sertifikat tanah terbit sebelum 1997? Menteri ATR/BPN minta urus ulang!

Rabu, 2 April 2025 - 20:25 WIB

Jurnalis wanita dibunuh dan diperkosa oknum TNI AL, PBNU: Usut tuntas

Rabu, 2 April 2025 - 05:00 WIB

Jika ada warga bunuh diri karena pinjol, Dedi Mulyadi: Gubernurnya gagal

Berita Terbaru