Awan topan di wilayah selatan seukuran Pulau Jawa, BMKG: Bibit Siklon Tropis, ini dampaknya

- Redaksi

Minggu, 15 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bibit siklon tropis - BMKG

Bibit siklon tropis - BMKG

sukabumiheadline.com – Ramai di media sosial TikTok, video penampakan awan topan seukuran Pulau Jawa di selatan Indonesia. Video diunggah akun @donn***, pada Rabu (11/12/2024), tampak citra satelit menangkap penampakan pusaran besar di selatan pulau Jawa.

Tampak di video, pusaran tersebut terlihat lebih besar dibandingkan dengan Pulau Jawa yang berada di atasnya.

“Waspada awan topan seukuran pulau jawa,” tulis akun tersebut dalam unggahannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penjelasan BMKG

Diberitakan kompas.com, awan tersebut kemungkinan Bibit Siklon Tropis 93S Forecaster Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta, Dinda Tri Handayani mengatakan, video tersebut sulit untuk diidentifikasi periode waktunya secara pasti.

“Namun, jika dikaitkan dengan fenomena yang terlihat saat ini, kemungkinan besar peristiwa itu berhubungan dengan terbentuknya Bibit Siklon Tropis 93S yang sempat terdeteksi di Samudra Hindia bagian selatan Indonesia,” ujarnya, Kamis (12/12/2024).

Baca Juga :  Dikira Warga Sukabumi Sama, Ternyata Nyi Roro Kidul dan Kanjeng Ratu Kidul Beda

Menurut Dinda, Sabtu (7/12/2024), BMKG melalui TCWC Jakarta mendeteksi kehadiran Bibit Siklon Tropis 93S di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kendati demikian, masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan karena bibit siklon ini secara umum bergerak ke arah barat daya menjauhi wilayah Indonesia.

Adapun berdasarkan analisis terkini pada Kamis (12/12/2024) pukul 07.00 WIB, Bibit Siklon Tropis 93S terdeteksi berada di koordinat 17,9 derajat Lintang Selatan (LS) dan 106,7 derajat Bujur Timur (BT).

“Tepatnya di Samudra Hindia sebelah selatan Banten. Bibit ini memiliki kecepatan angin maksimum 25 knot (46 kilometer per jam) dan tekanan udara minimum 1000 hPa,” paparnya.

Dia melanjutkan, intensitas Bibit Siklon Tropis 93S diprediksi cenderung melemah dalam 24 jam ke depan, sampai dengan Jumat (13/12/2024). Pergerakan bibit siklon ini juga masih terpantau ke arah barat daya, semakin menjauhi wilayah Indonesia.

Baca Juga :  BMKG ingatkan potensi tsunami hantam Pantai Selatan Jawa saat arus mudik, di mana saja?

“Peluang bibit ini berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam mendatang berada pada kategori rendah,” jelas Dinda.

Bibit Siklon Tropis 93S bisa sebabkan cuaca ekstrem. Meski kian menjauh, Bibit Siklon Tropis 93S tetap memberikan dampak langsung berupa peningkatan tinggi gelombang di beberapa wilayah Indonesia.

“BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah, serta selalu memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG,” pungkas Dinda.

Wilayah terdampak

Berikut wilayah terdampak periode 12 hingga 13 Desember 2024 pukul 07.00 WIB:

Tinggi gelombang 1,25-2,5 meter (moderate sea): Selat Bali, Selat Badung, Selat Lombok, Selat Alas, Selat Sape bagian selatan, Selat Sumba bagian barat, Samudra Hindia selatan, dan Sumbawa hingga Sumba.

Tinggi gelombang 2,5-4,0 meter (moderate sea): Perairan selatan Pulau Jawa, Samudra Hindia selatan, Pulau Jawa hingga Lombok.

Berita Terkait

Prakiraan cuaca Sukabumi 24-28 Februari, hujan ringan hingga shower
Waspada angin kencang, prakiraan cuaca Sukabumi 7 hari ke depan
Ben Shenhar: 50% umur manusia ditentukan faktor genetik
17 Februari bakal ada fenomena gerhana matahari cincin
Prakiraan cuaca Sukabumi 8-15 Februari, berawan hingga hujan disertai petir
Hanya 0-155 MDPL: Kecamatan dengan daratan terendah di Sukabumi, bukan Palabuhanratu
Mengapa MDPL? Sejak kapan? Siapa penggagas pengukuran ketinggian di atas permukaan laut?
Prakiraan cuaca Sukabumi 1-7 Februari 2026 menurut BMKG dan AccuWeather

Berita Terkait

Senin, 23 Februari 2026 - 21:07 WIB

Prakiraan cuaca Sukabumi 24-28 Februari, hujan ringan hingga shower

Selasa, 17 Februari 2026 - 05:52 WIB

Waspada angin kencang, prakiraan cuaca Sukabumi 7 hari ke depan

Sabtu, 14 Februari 2026 - 21:29 WIB

Ben Shenhar: 50% umur manusia ditentukan faktor genetik

Sabtu, 14 Februari 2026 - 15:00 WIB

17 Februari bakal ada fenomena gerhana matahari cincin

Sabtu, 7 Februari 2026 - 23:55 WIB

Prakiraan cuaca Sukabumi 8-15 Februari, berawan hingga hujan disertai petir

Berita Terbaru

Ekonomi

Pemerintah wanti-wanti kemungkinan harga BBM naik

Selasa, 3 Mar 2026 - 10:05 WIB


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131