Batu Gajah, Kampung Unik dan Instagramable di Kalapanunggal Sukabumi

- Redaksi

Sabtu, 8 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wisata Batu Gajah, Kalapanunggal. l Hasbullah

Wisata Batu Gajah, Kalapanunggal. l Hasbullah

SUKABUMIHEADLINE.com l KALAPANUNGGAL – Anda yang setiap hari menghabiskan waktu untuk menjalani rutinitas keseharian, seperti bekerja atau berbisnis, tentu membutuhkan tempat yang sejuk, nyaman dan jauh dari hingar bingar suara mesin kendaraan yang melintas.

Mengunjungi perkampungan dan menikmati suasana alam pedesaan tentu bisa menjadi pilihan. “Tiis ceuli herang panon“, begitu orang Sunda bilang yang artinya “telinga adem dan mata cerah memandang” apapun di sekitarnya.

Batu Gajah
Pengunjung foto bersama dekat batu berukuran besar, Batu Gajah. l sukabumiheadline.com

Kampung Batu Gajah bisa menjadi pilihan bagi warga yang berada di wilayah utara Sukabumi. Letaknya berada di RT 24/09, Desa Walangsari,
Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

K dalam
Wisata Batu Gajah, Kalapanunggal. l Hasbullah

Menurut Hasbullah (46), warga setempat, untuk mencapai lokasi kampung tersebut, dari Walangsari menuju arah Cingenca. “Masuk dari talang atau dari Kaum Sampang SMK Nurul Bayan,” katanya kepada sukabumiheadline.com, Sabtu (8/1/2022).

Di kampung yang masih asri ini, Anda tak hanya bisa menikmati pemandangan alam berupa persawahan dan gunung, tetapi juga memancing ikan dan belut. “Bedanya, untuk memancing ikan dipungut biaya, selebihnya gratis,” tambah pria yang akrab disapa Daeng itu.

Kolam Utama
Wisata Batu Gajah, Kalapanunggal. l Hasbullah

Kampung Batu Gajah tak hanya menawarkan pemandangan sawah, saung-saung, dan kolam ikan. Sesuai namanya, di lokasi banyak terdapat batu-batu berukuran sangat besar. Uniknya, bebatuan raksasa tersebut terdapat di berbagai titik, sehingga ketika padi mulai menghijau, sekilas akan terlihat seperti pegunungan yang menyembul dari balik rindang pepohonan.

“Cocok untuk selfie, apalagi sekarang sawah sedang menghijau. Instagramable, tapi kantong masih aman,” kata Daeng.

Berita Terkait

Kentring Manik Mayang Sunda: Mengenal ibu dari Raja-raja Pajajaran
Seren Taun: Merawat tradisi 447 tahun ala Kasepuhan Ciptamulya
Tiga tren dan 10 model rambut pria Agustus: Klasik modern hingga pendek low maintenance
Benarkah keberadaan Nyi Roro Kidul diulas dalam AlQuran?
5 tren wisata Gen Z di Sukabumi, dari eksplorasi niche hingga eco tourism
20 universitas swasta terbaik di RI versi Uniranks 2026, almamater tokoh asal Sukabumi
Urus sampah dan kemiskinan, 1.555 mahasiswa Unpad ke Sukabumi, Cianjur, Garut dan Tasikmalaya
10 kampus negeri/swasta terbaik di Jabar 2026: Visibilitas global, riset, kinerja akademik dan keterbukaan

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 05:03 WIB

Kentring Manik Mayang Sunda: Mengenal ibu dari Raja-raja Pajajaran

Minggu, 12 Juli 2026 - 21:19 WIB

Seren Taun: Merawat tradisi 447 tahun ala Kasepuhan Ciptamulya

Minggu, 12 Juli 2026 - 15:20 WIB

Tiga tren dan 10 model rambut pria Agustus: Klasik modern hingga pendek low maintenance

Minggu, 12 Juli 2026 - 00:01 WIB

Benarkah keberadaan Nyi Roro Kidul diulas dalam AlQuran?

Sabtu, 11 Juli 2026 - 02:30 WIB

5 tren wisata Gen Z di Sukabumi, dari eksplorasi niche hingga eco tourism

Berita Terbaru

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Nasional

Program KDMK kerjasama dengan UI agar kepala desa naik kelas

Rabu, 15 Jul 2026 - 02:25 WIB