Mau merantau? Cek dulu 10 kota dan kabupaten dengan biaya hidup termahal di Jawa Barat

- Redaksi

Minggu, 2 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sukabumiheadline.com – Buat kamu yang merencanakan untuk merantau ke luar daerah, ada baiknya cek dulu biaya hidup di daerah tujuan. Biaya hidup yang tinggi tentunya akan menyedot penghasilanmu.

Karenanya, alih-alih bisa mengirim ke orang tua di kampung, yang da kamu bakal nombok untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di perantauan.

Jawa Barat, sebagai salah satu tujuan utama para perantau dari luar daerah, namun banyak yang tidak mengetahui jika biaya hidup di Tatar Pasundan tidak kecil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), sukabumiheadline.com mencatat 10 daerah dengan biaya hidup termahal yang umumnya berada di kawasan perkotaan dan penyangga Jakarta.

Ilustrasi suasana di dalam kafe dengan suasana alam - sukabumiheadline.com
Ilustrasi suasana di dalam kafe dengan suasana alam – sukabumiheadline.com

Berdasarkan data BPS, berikut adalah daftar daerah dengan rata-rata pengeluaran (minimum) per kapita per orang selama sebulan tertinggi di Jawa Barat, dikutip Ahad (2/8/2026).

  1. Kota Bekasi: Rp2.569.000 per bulan/orang
  2. Kota Depok: Rp2.538.000 per bulan/orang
  3. Kota Bandung: Rp1.763.900 per bulan/orang
  4. Kota Bogor: Rp1.550.000 per bulan/orang
  5. Kota Cimahi: Rp1.285.000 per bulan/orang
  6. Kabupaten Bekasi: Rp1.250.000 per bulan/orang
  7. Kabupaten Karawang: Rp1.230.000 per bulan/orang
  8. Kabupaten Purwakarta: Rp1.219.300 per bulan/orang
  9. Kabupaten Bogor: Rp1.200.000 per bulan/orang
  10. Kota Cirebon: Rp1.150.000 per bulan/orang

Faktor pemicu tingginya biaya hidup

Ilustrasi rumah non-subsidi - sukabumiheadline.com
Ilustrasi rumah non-subsidi – sukabumiheadline.com

Tingginya biaya hidup, dipicu berbagai faktor, yakni kebutuhan pangan dan non-pangan. Salah satu yang paling besar, adalah tingginya biaya sewa rumah dan harga tanah di wilayah aglomerasi perkotaan.

Kebutuhan non-makanan lainnya, adalah anggaran transportasi, komunikasi, dan gaya hidup urban yang lebih besar.

Berita Terkait

2 Oktober Hari Batik Nasional: Mengenal 7 sanggar batik di Sukabumi
5 foto hijab anggun Vanty Veronica, wanita Sukabumi di panggung film, model dan masterchef
Berapa lama simpan sisa makanan dalam kulkas tetap sehat dikonsumsi?
8 tren fesyen 2027: Genderless, sustainable fashion naik level hingga AI
Prabowo matangkan rencana pendidikan gratis dari PAUD/TK hingga kuliah
LPEM FEB UI: Mahasiswa sains, teknologi, teknik dan matematika kian sulit cari kerja
Innalillahi, Aries Budiman, artis dan drummer band Garasi asal Sukabumi meninggal dunia
Profil Cecep Herawan, Dubes RI untuk Korea Selatan terima Deputy CEO PERSIB di Seoul

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:47 WIB

2 Oktober Hari Batik Nasional: Mengenal 7 sanggar batik di Sukabumi

Selasa, 29 September 2026 - 03:07 WIB

5 foto hijab anggun Vanty Veronica, wanita Sukabumi di panggung film, model dan masterchef

Minggu, 27 September 2026 - 23:00 WIB

Berapa lama simpan sisa makanan dalam kulkas tetap sehat dikonsumsi?

Sabtu, 26 September 2026 - 10:00 WIB

8 tren fesyen 2027: Genderless, sustainable fashion naik level hingga AI

Jumat, 25 September 2026 - 18:18 WIB

Prabowo matangkan rencana pendidikan gratis dari PAUD/TK hingga kuliah

Berita Terbaru