Bernostalgia Sambil Mengintip Wisata Bambu di Cibiru Kabupaten Sukabumi

- Redaksi

Jumat, 19 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Permainan egrang dalam Festifal Desa Cicantayan. l Pibsa

Permainan egrang dalam Festifal Desa Cicantayan. l Pibsa

SUKABUMIHEADLINES.com l CICANTAYAN – Kekhawatiran terhadap minimnya pengetahuan dan minat anak-anak terhadap permainan tradisional yang semakin tergerus budaya modern menjadikan pemuda Kampung Cibiru RT 004, 005 dan 006 RW 003, Desa/Kecamatan Cicantayan, tergugah untuk memelihara berbagai kaulinan budak lembur di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Sebagai kampung yang dianugerahi banyak tanaman bambu, warga setempat pun memiliki ide untuk kembali mengenalkan permainan tradisional egrang kepada anak-anak mereka. Untuk mendukung upaya tersebut, dibuatlah Unit Kegiatan Komunitas Egrang Sukabumi atau Korang Bumi, sebagai wadah berkegiatan anak-anak Kampung Cibiru.

“Korang Bumi tidak hanya mengenalkan egrang saja, namun permainan tradisional lainnya, seperti congklak, gatrik, sondah, sorodot gaplok, bedil jepret, gatrik, kokoleceran, upih-upihan, utik, adu dodoman dan lainnya,” papar Ketua Kampung Egrang, Pibsa kepada sukabumiheadlines.com, Jumat (19/11/2021).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

bedil
Permainan egrang dalam Festifal Desa Cicantayan. l Pibsa

Tidak mengherankan jika kemudian congklak, gatrik, sondah, sorodot gaplok, bedil jepret, gatrik, kokoleceran, upih-upihan, utik, adu dodoman kini selalu mengisi keseharian anak-anak Kampung Cibiru.

“Egrang kini menjadi permainan favorit anak-anak di sini. Tidak aneh lagi kalau melihat anak-anak berjalan dan berlari di sekitar kampung dengan mengggunakan egrang. Bahkan, mereka bisa menari-nari sambil menggunakan egrang,” bangga dia.

Kemampuan anak-anak Cibiru dalam bermain egrang sering diunggah di berbagai platform media sosial, seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan blog. Unggahan permainan egrang tersebut membuat anak-anak setempat menjadi dikenal, hingga kemudian diundang di sebuah acara di stasiun televisi nasional.

Baca Juga :  Emak-emak Cikembar Sukabumi Pukul Panci dan Penggorengan Protes Jalan Rusak

Popularitas egrang yang mengharumkan nama desa dan daerah itulah yang kemudian mendasari kepala desa setempat rutin menggelar Festival Desa yang diisi dengan berbagai permainan tradisional, seni dan budaya Sunda, yang diadakan setiap bulan Desember, sejak tahun 2016.

Menariknya, festival tersebut membuat berbagai stasiun televisi nasional tertarik meliputnya.

Bahkan, Korang Bumi tercatat sudah enam kali diminta oleh berbagai sekolah dan perusahaan untuk mengadakan kegiatan outbond yang diisi dengan berbagai permainan tradisional.

Tidak cukup sampai di situ, anak-anak Cibiru juga diajarkan drama dan seni kawih Sunda (lagu-lagu yang biasa dimainkan dalam permainan tradisional anak-anak).

Sebagai pelengkap latihan kakawihan, anak-anak juga diajarkan memainkan alat musik tradisional Sunda, seperti kendang, karinding, angklung dan celempung renteng, serta beberapa kali tampil menyelenggarakan drama tari kaulinan.

ulin
Permainan egrang dalam Festifal Desa Cicantayan. l Pibsa

“Jadi anak-anak bisa sekaligus belajar berbagi peran dalam seni pertunjukan drama dan memainkan alat musik tradisional. Secara perlahan sudah muncul bibit-bibit yang mencintai kesenian dan alat musik tradisional Sunda. Ternyata tidak sulit, asalkan anak diajarkan dengan riang gembira,” jelas Pibsa.

Baca Juga :  Dua Pemandian Air Panas di Sukabumi, Pilih Mana?

Tidak sekadar dalam kegiatan festival, Pibsa dan rekan-rekannya bertekad untuk mengangkat serta mengenalkan kembali permainan anak-anak tempo dulu dalam aktivitas keseharian selepas kegiatan belajar.

“Sejak itulah didirikan Kampung Egrang di Kampung Cibiru. Lokasi yang jauh dari keramaian kota, berada di bawah perbukitan bambu, menjadikan Cibiru terasa nyaman karena berhawa sejuk,” kata dia.

Pilihan tersebut menjadi seperti menarik benang merah Cibiru masa silam, mengingat cerita para orang tua setempat yang mengatakan jika Cibiru menjadi salah satu pusat pendidikan di Cicantayan, serta menjadi pusat permainan lori atau warga setempat menyebutnya rorodaan.

“Berawal dari pendirian sebuah rumah baca Bambu Biru, kemudian dibentuk beberapa divisi kegiatan yang fokus pada pengembangan permaianan dan tradisi. Kampung Egrang lahir dari kreativitas anak muda yang peduli akan budaya tradisional di kampung kami,” tambah Pibsa.

Dikunjungi Menteri Pariwisata

Karena dinilai unik dan khas, terlebih di era modern, tidak heran jika wisata bambu di Kampung Egrang ini menarik perhatian Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, belum lama ini mengunjungi Kampung Cibiru.

Tak hanya Sandi, Cibiru juga pernah dikunjungi pejabat kabupaten dan provinsi. Bahkan beberapa direksi perusahaan BUMN pernah berkunjung ke kampung tersebut. Di antara direksi BUMN yang pernah berkunjung antara lain dari PT TELKOM, BPJS Ketenagakerjaan hingga PT POS Indonesia.

Berita Terkait

Mewah tapi klasik bakal jadi tren fesyen 2025, bagaimana dengan warna dan bahan?
Kembali ngantor geulis dan fresh dengan 5 tren rambut pendek wanita ala Korea
Temani libur Lebaran, warga Sukabumi wajib nonton 5 film Indonesia ini
Bunda Sukabumi, coba yuk 7 hidangan Lebaran antimainstream dari berbagai daerah ini
Bunda Sukabumi mau bikin sate kambing empuk? Ikuti 5 tips sederhana ini
5 penyanyi jebolan Indonesian Idol asal Sukabumi, dari pedagang cilok hingga raih golden ticket
10 tren rambut pendek wanita 2025, bikin geulis dan fresh
Bernostalgia dengan pasangan, healing atau refresing, ke Situ Cukang Paku Sukabumi aja

Berita Terkait

Sabtu, 5 April 2025 - 04:20 WIB

Mewah tapi klasik bakal jadi tren fesyen 2025, bagaimana dengan warna dan bahan?

Rabu, 2 April 2025 - 15:00 WIB

Kembali ngantor geulis dan fresh dengan 5 tren rambut pendek wanita ala Korea

Senin, 31 Maret 2025 - 03:36 WIB

Temani libur Lebaran, warga Sukabumi wajib nonton 5 film Indonesia ini

Minggu, 30 Maret 2025 - 07:00 WIB

Bunda Sukabumi, coba yuk 7 hidangan Lebaran antimainstream dari berbagai daerah ini

Sabtu, 29 Maret 2025 - 15:00 WIB

Bunda Sukabumi mau bikin sate kambing empuk? Ikuti 5 tips sederhana ini

Berita Terbaru

Lambang atau logo koperasi lama dan baru - Istimewa

Regulasi

Mengenal definisi, logo, prinsip, tujuan dan jenis koperasi

Sabtu, 5 Apr 2025 - 01:04 WIB