Bikin Merinding, Arsitektur Eropa tapi Perumahan di Sukabumi Hanya Dihuni 1 Keluarga Belanda

- Redaksi

Senin, 3 Juli 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompleks perumahan ditinggali satu keluarga di Sukabumi. l YouTube Stefano Sanjaya

Kompleks perumahan ditinggali satu keluarga di Sukabumi. l YouTube Stefano Sanjaya

sukabumiheadline.com l Sebuah pemandangan yang bisa membuat bulu kuduk warga Sukabumi, Jawa Barat merinding, ketika melihat perumahan elit bergaya Eropa yang di tinggal pemiliknya dan kini tampak menyeramkan.

Dilansir di kanal YouTube Stefano Sanjaya, lokasi perumahan tersebut telah ditinggalkan pemiliknya sejak dua puluh tahun lalu. Lokasinya yang berada di lereng gunung, membuatnya setiap pagi dan sore hari, suasana di perumahan itu diselimuti kabut tebal.

Tampak di bagian depan perumahan tersebut terdapat gerbang dengan nuansa klasik. Kemudian, di dekat gerbang perumahan terdapat bangunan mirip colosseum dengan air mancur di tengahnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada salah satu sudut perumahan ini terdapat sebuah bangunan berbentuk tembok kastil yang sangat besar. Kemudian, ada sebuah masjid yang masih berdiri hingga saat ini.

Dalam narasi video disebutkan bahwa jarak dari gerbang perumahan ke lokasi pemukiman cukup jauh karena letaknya yang ada di bagian bawah.

Tak hanya itu, kondisi jalannya juga rusak dan masih berupa bebatuan yang belum teraspal secara keseluruhan. Karenanya, untuk sampai ke sana, lebih nyaman menggunakan kendaraan roda dua.

Nampak dalam video, deretan rumah terbengkalai memenuhi area kawasan perumahan yang memiliki cuaca sejuk khas pegunungan.

Meski tak berpenghuni, namun di sisi kiri dan kanan bangunan terbengkalai ini terdapat kebun-kebun sayur yang dikelola masyarakat sekitar.

Diketahui, lokasi perumahan tersebut ada di Lembah Halimun, Perbawati, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi.

Menurut informasi, kompleks lerumahan tersebut mulai dibangun pada awal krisis moneter di tahun 1998 dengan konsep villa wisata.

Disebutkan dalam narasi video, ada satu keluarga asal Belanda yang memilih menetap di perumahan tersebut. Mereka adalah pasangan suami istri bernama Rony (asli Indonesia) dan Garin (asal Belanda).

Diketahui, Rony dan Garin tinggal bersama ketiga anak mereka yang masih bersekolah.

Kompleks perumahan ditinggali satu keluarga di Sukabumi. l YouTube Stefano Sanjaya
Kompleks perumahan ditinggali satu keluarga di Sukabumi. l YouTube Stefano Sanjaya

Adapun, alasan Rony dan keluarganya memilih untuk tinggal di tempat tersebut lantaran suasana yang asri dan jauh dari hiruk pikuk kota, air di sana juga sangat bersih.

Meski ada isu kalau perumahan itu diduga jadi sarang hantu, tapi Rony mengaku tak pernah melihat hal hal yang tidak wajar selama menetap di rumah tersebut.

Karena sudah tak ada yang menghuni perumahan tersebut, keluarga ini sempat hidup di sana selama setahun tanpa adanya listrik dan internet. Mereka pun akhirnya mengajukan pemasangan listrik secara pribadi ke kantor PLN.

Diberitakan sukabumiheadline.com sebelumnya, di sekitar kawasan objek wisata Selabintana, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat terdapat sebuah kompleks permukiman yang sudah selama puluhan tahun dibiarkan terbengkalai hingga terkesan berubah menjadi sebuah kota mati. Baca lengkap: Horor, Mengintip 5 Keangkeran Kota Mati Sukabumi

Berita Terkait

Susah sinyal, daerah blank spot di Sukabumi disorot Kemenko Polkam
Tubuh renta Sadi harus ditandu karena jalan rusak di Jampang Tengah Sukabumi
Kisah Mak Icah di Cisaat Sukabumi: Makan nasi disiram air putih, huni gubuk reyot
Dishub Jabar turun tangan, bakal rutin razia ODOL di Sukabumi ruas Cikembar-Jampang Tengah
DPRD Kabupaten Sukabumi bahas Raperda Desa: Pilkades hingga kesejahteraan perangkat
Terlibat kejar-kejaran bak film, maling motor asal Sukabumi akhirnya dibekuk warga
Baru dua pekan kerja, buruh proyek Hotel Sayan Terrace asal Sukabumi ditemukan tak bernyawa
Kisah Aiptu Hikmatuloh, polisi di Sukabumi rela jual motor demi bantu warga

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 15:40 WIB

Susah sinyal, daerah blank spot di Sukabumi disorot Kemenko Polkam

Minggu, 26 April 2026 - 12:27 WIB

Tubuh renta Sadi harus ditandu karena jalan rusak di Jampang Tengah Sukabumi

Sabtu, 25 April 2026 - 14:40 WIB

Kisah Mak Icah di Cisaat Sukabumi: Makan nasi disiram air putih, huni gubuk reyot

Jumat, 24 April 2026 - 23:57 WIB

Dishub Jabar turun tangan, bakal rutin razia ODOL di Sukabumi ruas Cikembar-Jampang Tengah

Kamis, 23 April 2026 - 23:32 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi bahas Raperda Desa: Pilkades hingga kesejahteraan perangkat

Berita Terbaru

Lambang Muhammadiyah. l Istimewa

Internasional

Prediksi Muhammadiyah jika Iran kalah perang

Minggu, 26 Apr 2026 - 17:55 WIB