sukabumiheadline.com l Klub sepak bola kebanggaan masyarakat Jawa Barat, Persib Bandung, tengah membangun Class of Luis Milla seperti Manchester United era Sir Alex Ferguson dengan Class of 92.
Langkah Persib membangun Class of Luis Milla dapat dilihat dari cara Luis Milla membangun skuad Persib yang diisi pemain muda untuk fondasi tim jangka panjang Persib.
Pendapat tersebut dikemukakan pengamat Persib, Eko Noer Kristiyanto. Menurutnya, kini, Persib memberlakukan kebijakan pemain di bawah 27 tahun dikontrak minimal 2 tahun, termasuk Ryan Kurnia yang didatangkan Persib dari Persikabo 1973.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Demikian pula dengan Beckham Putra Nugraha yang memperpanjang kontrak dengan Persib dengan durasi 2 tahun. Bahkan pemain muda lainnya, Robi Darwis, dikontrak 3 tahun.
Dua Alumni Inggris
Adapun dua alumni Inggris yang dikontrak Persib yaitu Kakang Rudianto dan Ferdiansyah Cecep. Mereka adalah alumni Garuda Select yang berlatih di Inggris. Keduanya dikontrak selama 3 tahun atau hingga 2026.
Eko Noer Kristiyanto menilai langkah Luis Milla mengontrak para pemain muda dalam jangka panjang merupakan tindakan tepat.
“Langkah-langkah ini mengisyaratkan bahwa sebetulnya Luis Milla selain tentu saja mengejar prestasi karena targetnya atau indikatornya juara, dia menyiapkan fondasi jangka panjang Persib,” ujar Eko Maung di kanal Youtube Bobotoh TV.
Terlebih, kata Eko Maung, Persib dalam 20 tahun terakhir kesulitan membentuk tim jangka panjang berisi pemain muda, yang jika sudah siap nantinya akan menjadi skuad permanen Persib.
“Bisa 3 atau 4 atau 5 tahun terus mereka-mereka terus bermain ketika mereka sudah matang,” ujarnya.
“Tapi risikonya ada puasa prestasi,” ujar ahli hukum olahraga ini.
“Jadi harus dipilih antara mematangkan mereka dan menambah jam terbang atau prestasi,” ujarnya.
Nah, kata Eko Maung, jika membicarakan prestasi maka Persib diisi pemain-pemain jadi. Pemain bintang.
“Nah baru kita ngomongin target juara, karena permainannya sudah matang,” kata Eko Maung.
Makanya, kata Eko Maung, selalu diperhadapkan antara pembinaan plus pematangan pemain muda atau mau mengejar prestasi.
“Itu sudah di klub sebesar Persib. Bukan enggak ada duit dan sebagainya tapi ekspektasi Bobotoh atau suporter,” ujarnya.