BRIN kembangkan Rubber Crossing Plate untuk perlintasan KA, lebih kuat dari beton

- Redaksi

Sabtu, 16 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rubber Crossing Plate atau RCP - Ist

Rubber Crossing Plate atau RCP - Ist

sukabumiheadline.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menawarkan inovasi material pelat karet Rubber Crossing Plate (RCP) untuk meningkatkan keselamatan perlintasan kereta api (KA) sebidang, yang dirancang menggantikan material konvensional seperti beton dan aspal.

Menurut Peneliti Pusat Riset Komposit dan Biomaterial BRIN Ade Sholeh Hidayat, menyoroti berbagai kecelakaan di perlintasan sebidang tidak hanya dipicu faktor manusia, tetapi juga kondisi teknis perlintasan yang tidak optimal, seperti permukaan tidak rata, licin saat hujan, dan getaran tinggi yang menyebabkan kendaraan tersangkut atau kehilangan kendali di atas rel.

“RCP menawarkan pendekatan baru yang lebih adaptif terhadap beban dinamis dan kondisi lingkungan ekstrem, sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan,” kata Ade dalam keterangannya, dikutip Sabtu (16/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

BRIN telah mengembangkan teknologi RCP yang kini mencapai tingkat kesiapan implementasi. Material tersebut dikembangkan menggunakan karet alam yang dipadukan dengan aditif kompatibiliser serta filler khusus.

Kombinasi material tersebut menghasilkan pelat perlintasan yang elastis, mampu meredam getaran tinggi, tahan terhadap beban statis dan dinamis, serta memiliki ketahanan tinggi terhadap cuaca ekstrem, korosi, dan keausan.

Ade menambahkan, permukaan RCP yang presisi dan anti-slip mampu menciptakan lintasan yang lebih rata dan stabil sehingga mengurangi risiko kendaraan tergelincir maupun tersangkut di rel.

Kemampuan material dalam meredam getaran juga meningkatkan kontrol kendaraan saat melintas serta menurunkan tingkat kebisingan di lingkungan sekitar.

“Pengembangan RCP dilakukan melalui rekayasa komposit elastomer dan mineral dengan optimasi rasio campuran antara karet dan aditif. Produk ini juga telah melalui berbagai pengujian seperti uji statis, fatigue, getaran, kebisingan, hingga ketahanan lingkungan terhadap sinar UV, air, dan suhu ekstrem,” paparnya.

Lebih jauh, teknologi tersebut dinilai memiliki dimensi strategis karena mendorong hilirisasi karet alam domestik dan mengurangi ketergantungan pada material impor. Ke depan, melalui pemanfaatan limbah mineral sebagai filler juga mendukung prinsip ekonomi sirkular dan target dekarbonisasi sektor transportasi.

Menurut Ade, apabila diterapkan secara luas oleh operator seperti PT Kereta Api Indonesia (Persero), RCP berpotensi menjadi standar baru infrastruktur perlintasan sebidang di Indonesia.

“Infrastruktur yang lebih elastis, tahan lama, dan aman ini dapat secara signifikan menurunkan risiko kecelakaan sekaligus meningkatkan kenyamanan pengguna jalan,” tutur Ade.

Berita Terkait

Usai KF-21 Boromae jalani 1.600 kali tes, pesawat buatan Korsel-RI dapat sertifikat layak tempur
7 produk yang percuma diciptakan
Bunda, ini spesifikasi 5 kompor listrik terbaik mulai Rp170 ribu, efisiensi energi tinggalkan elpiji
Spesifikasi MQ-4C Triton: Drone AS seharga Rp3.500 miliar lenyap di Selat Hormuz
Kursi lontar pilot pesawat tempur: Mengenal sejarah, penemu dan prinsip kerja
Nikmati fitur penterjemah WhatsApp otomatis ke 20 bahasa
TNI AL resmi punya KRI Prabu Siliwangi-321, simak keunggulannya
Drone murah Shahed-136 Iran sukses bikin AS-Israel repot dan pusing

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 17:42 WIB

BRIN kembangkan Rubber Crossing Plate untuk perlintasan KA, lebih kuat dari beton

Senin, 11 Mei 2026 - 22:28 WIB

Usai KF-21 Boromae jalani 1.600 kali tes, pesawat buatan Korsel-RI dapat sertifikat layak tempur

Sabtu, 25 April 2026 - 21:13 WIB

7 produk yang percuma diciptakan

Selasa, 21 April 2026 - 19:49 WIB

Bunda, ini spesifikasi 5 kompor listrik terbaik mulai Rp170 ribu, efisiensi energi tinggalkan elpiji

Jumat, 17 April 2026 - 08:00 WIB

Spesifikasi MQ-4C Triton: Drone AS seharga Rp3.500 miliar lenyap di Selat Hormuz

Berita Terbaru