Cicurug, Cisaat dan Nagrak, kecamatan dengan temuan penderita TBC terbanyak di Sukabumi

- Redaksi

Kamis, 27 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi penderita TBC - Istimewa

Ilustrasi penderita TBC - Istimewa

sukabumiheadline.com – Tuberkulosis (TBC) atau TB adalah penyakit menular akibat infeksi bakteri. TBC umumnya menyerang paru-paru, tetapi juga dapat menyerang organ tubuh lain, seperti ginjal, tulang belakang, dan otak.

Menurut WHO, sebanyak 1,5 juta orang meninggal akibat penyakit TBC di tahun 2020. Penyakit ini merupakan penyakit dengan urutan ke–13 yang paling banyak menyebabkan kematian, dan menjadi penyakit menular nomor dua yang paling mematikan setelah COVID-19.

Baca Juga:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

3 kecamatan dengan temuan kasus penderita TBC tertinggi di Kabupaten Sukabumi 

Tiga kecamatan di Kabupaten Sukabumi menempuh posisi tiga teratas penemuan kasus TBC. Ketiga kecamatan tersebut, adalah Cisaat, Cicurug dan Nagrak.

Adapun Cicurug, berada di posisi pertama dengan temuan sebanyak 738 kasus penderita TBC, dan 369 di antaranya sudah ditangani. Kemudian, Cisaat di posisi kedua dengan 714 temuan dan 253 sudah ditangani. Berikutnya, Nagrak ada 173 temuan TBC dan 168 sudah ditangani.

Baca Juga:

Temuan kasus penderita TBC di Kabupaten Sukabumi menurut kecamatan

Kecamatan Ciemas 42 kasus dan 29 sudah ditangani, Ciracap 36 kasus (32 ditangani), Waluran 38 kasus (35 ditangani), Surade 65 kasus (55 ditangani), Cibitung 21 kasus (15 ditangani), dan Jampang Kulon 1 kasus.

Baca Juga :  Mayat Wanita Pegawai Bank Keliling Membusuk di Sungai Cipelang Sukabumi

Lalu Kecamatan Cimanggu 36 kasus (33 ditangani), Kalibunder 29 kasus (38 ditangani), Tegalbuleud 38 kasus (35 ditangani), Cidolog 31 kasus (1 ditangani), Sagaranten 114 95, Cidadap 22 20, Curugkembar 59 kasus (45 ditangani), Pabuaran 51 kasus (40 ditangani), dan Lengkong 26 kasus (24 ditangani).

Selanjutnya Palabuhanratu 1 kasus, Simpenan 168 kasus (97 ditangani), Warungkiara 156 kasus (130 ditangani), Bantargadung 76 kasus (66 ditangani), Jampang Tengah 53 kasus (43 ditangani), Purabaya 39 (30 ditangani), Cikembar 77 kasus (65 ditangani), dan Nyalindung 34 kasus (32 ditangani).

Baca Juga: 

Kemudian Kecamatan Gegerbitung 26 kasus (22 ditangani), Sukaraja 2 kasus, Kebonpedes 16 kasus (16 ditangani), Cireunghas 43 kasus (39 ditangani), Sukalarang 56 (46 ditangani), Sukabumi 67 kasus (61 ditangani), dan Kadudampit 53 kasus (44 ditangani).

Lalu Gunungguruh 70 kasus (48 ditangani), Cibadak 2 kasus, Cicantayan 20 kasus (18 ditangani), Caringin 22 kasus (20 ditangani), Ciambar 39 kasus (34 ditangani), Cidahu 73 kasus (69 ditangani), Parakansalak 64 kasus (51 ditangani), dan Parungkuda 127 kasus (124 ditangani).

Selanjutnya Kecamatan Bojonggenteng 77 kasus (72 ditangani), Kalapanunggal 38 kasus (38 ditangani), Cikidang 145 kasus (111 ditangani), Cisolok 28 kasus (23 ditangani), Cikakak 80 kasus (78 ditangani), dan Kabandungan 92 kasus (88 ditangani).

Baca Juga :  Lansia Hilang 2 Pekan di Cicurug Sukabumi Ditemukan Meninggal Dunia

Sehingga total temuan kasus penderita TBC pada 2023 adalah sebanyak 3.979 temuan.

Baca Juga:

Indonesia ketiga di dunia 

Indonesia berada di urutan ke–3 negara dengan kasus TBC tertinggi di dunia setelah India dan Cina. Data tahun 2019 menunjukkan, ada sekitar 845.000 penderita TBC di Indonesia.

Penyakit ini dapat berakibat fatal bagi penderitanya jika tidak segera ditangani. Meski begitu, TBC adalah penyakit yang dapat disembuhkan dan bisa dicegah.

Penularan dan Gejala Tuberkulosis (TBC)
Penularan tuberkulosis (TBC) terjadi ketika seseorang tidak sengaja menghirup percikan ludah (droplet) saat seseorang yang terinfeksi TBC bersin atau batuk.

Oleh sebab itu, risiko penularan penyakit paru-paru yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis ini lebih tinggi pada orang yang tinggal serumah dengan penderita TBC.

TBC pada paru-paru akan menimbulkan gejala berupa batuk lebih dari 3 minggu yang dapat disertai dahak atau darah. Selain itu, penderita juga akan merasakan gejala lain, seperti demam, nyeri dada dan berkeringat di malam hari.

Pengobatan dan pencegahan TBC

Pengobatan TBC adalah dengan mengonsumsi obat sesuai dosis dan anjuran dari dokter. Jenis obat yang diresepkan untuk mengatasi TBC antara lain rifampicin dan ethambutol

TBC dapat dicegah dengan vaksin BCG. Pemberian vaksin ini disarankan sebelum bayi berusia 2 bulan. Pencegahan juga dapat dilakukan dengan menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit dan memakai masker saat berada di tempat ramai.

Berita Terkait

Spot wisata kuliner di Kota Sukabumi bertambah signifikan, bukti kondisi ekonomi membaik?
Kecamatan dengan nilai transaksi dan jumlah pelanggan Perumda AMTJM Kabupaten Sukabumi terbanyak
Hari ini, 111 tahun silam Kota Sukabumi didirikan untuk tempat tinggal warga Belanda
Nirkabel! Tak lama lagi Palabuhanratu dan Cikole Sukabumi bebas kabel listrik dan telepon
Sejarah, tugas dan daftar Jaksa Agung RI dari masa ke masa, pertama tokoh antikorupsi asal Sukabumi
Penduduk miskin Kota Sukabumi naik, ranking berapa se-Jawa Barat?
Bak kamar mayat, angka kematian di Kota Sukabumi 3 kali lipat dari kelahiran
Sukabumi berapa? Ini jumlah penduduk kota dan kabupaten se-Jawa Barat 2021-2025

Berita Terkait

Kamis, 3 April 2025 - 10:00 WIB

Spot wisata kuliner di Kota Sukabumi bertambah signifikan, bukti kondisi ekonomi membaik?

Rabu, 2 April 2025 - 03:32 WIB

Kecamatan dengan nilai transaksi dan jumlah pelanggan Perumda AMTJM Kabupaten Sukabumi terbanyak

Selasa, 1 April 2025 - 00:01 WIB

Hari ini, 111 tahun silam Kota Sukabumi didirikan untuk tempat tinggal warga Belanda

Senin, 31 Maret 2025 - 13:00 WIB

Nirkabel! Tak lama lagi Palabuhanratu dan Cikole Sukabumi bebas kabel listrik dan telepon

Minggu, 30 Maret 2025 - 10:00 WIB

Sejarah, tugas dan daftar Jaksa Agung RI dari masa ke masa, pertama tokoh antikorupsi asal Sukabumi

Berita Terbaru