Cuma Posting Gambar di Medsos, Guru SMP di Purabaya Sukabumi Ini Bisa Dapat Rp1,5 Juta

- Redaksi

Rabu, 28 September 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu jenis batu yang dijual Rahmi Sukmawidianto. l Rahmi Sukmawidianto

Salah satu jenis batu yang dijual Rahmi Sukmawidianto. l Rahmi Sukmawidianto

SUKABUMIHEADLINE.com l PURABAYA – Cara seorang guru sekolah menengah pertama (SMP) ini mencari penghasilan tambahan bak peribahasa “iseng-iseng berhadiah”.

Rahmi Sukmawidianto, seorang guru PPPK di SMP Negeri 3 Purabaya, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengaku sejak dulu memang hobi begadang.

Meskipun untuk keperluan menyelesaikan pekerjaannya sebagai pendidik, tapi ia mengaku menjadi kebiasaan begadang nyaris setiap malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari kebiasaannya itulah ia kemudian mulai iseng sambil mengunggah foto-foto berbagai macam jenis batu perhiasan dan menawarkannya kepada calon oembeli di akun media sosial (medsos) miliknya.

“Awalnya iseng, tapi saya pikir cocok jua buat yang hobi begadang seperti saya,” kata Rahmi kepada sukabumiheadline.com, Selasa (27/9/2022) malam.

Screenshot 2022 09 28 00 13 17 48 726cd6915a5bbed5e00093b2e2a7609b
Salah satu jenis batu yang dijual Rahmi Sukmawidianto. l Rahmi Sukmawidianto

Semua jenis batu yang ia tawarkan bukan miliknya pribadi, tapi milik beberapa gerai milik teman-temannya. Bahkan, tambah dia, beberapa di antaranya ia kenal melalui medsos.

“Di Sukabumi kan banyak gerai batu. Jadi yang saya posting posting itu sebagian besar bukan milik saya, kalau yang punya saya paling cuma semangkuk kecil. Itu pun batu biasa aja, pasaran,” ungkap Rahmi.

Adapun jenis batu yang biasa ia unggah di medsos, kata dia, seperti sphere (bola) dan tower, atau bentuk liontin dan ukiran.

“Batu batu jenis itu juga yang disukai pembeli dari luar neger. Banyak sih jenis dan namanya, tapi yang saya hafal paling moss agate, lace agate yang kayak, batik bumble,” kata Rahmi.

Pasar dan Omzet

Untuk pasar luar negeri, tambah Rahmi, biasanya berasal dari Eropa dan Amerika. “Kalau untuk pasar Amerika, biasanya beli jenis sphere dan tower, atau bentuk liontin dan ukiran,” jelasnya.

Meskipun iseng, tapi pendapatannya dari jualan batu perhiasan melalui medsos tersebut terbilang menjanjikan. Hal itu, sebut dia, karena tinggi rendahnya omzet tergantung seberapa rajin posting gambar batu tersebut.

“Kalau lagi malas, sebulan saya dapat 250 ribu Rupiah, tapi kalau rajin bisa sampai 1,5 juta Rupiah per bulan,” papar dia.

Menurutnya, semakin rajin posting, maka peluang cuannya lebih besar. Terlebih, usaha sampingannya tersebut benar-benar tanpa modal sepeser pun, sehingga ia tak ragu untuk mengambil selisih meskipun kecil.

“Tanpa modal, asal rajin aja. Siapapun bisa melakukannya, yang penting mau aja. Yang penting tidak, tidak mengganggu pekerjaan utama saya sebagai guru,” pungkas dia.

Berita Terkait

Intip UMK Sukabumi 10 tahun terakhir, ternyata pernah tidak naik
Ke Surabaya dan Yogyakarta naik bus first class bak hotel bintang 5, tarif kurang dari Rp1 juta
Intip gaji pegawai Pertamina 2026, dari direktur hingga operator SPBU
Kecamatan penghasil cengkeh di Sukabumi, kenali manfaat dan kegunaan
Hampir 70% perusahaan di Indonesia memutuskan tolak rekrut pegawai baru
Ternyata ini satu-satunya alasan KAI perluas elektrifikasi jalur KRL hingga Sukabumi
Soal KRL Sukabumi, KAI: Pelanggan KA Pangrango terus meningkat
Giliran Menhub bicara pembangunan jalur KRL Sukabumi dan Cikampek

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 21:49 WIB

Intip UMK Sukabumi 10 tahun terakhir, ternyata pernah tidak naik

Sabtu, 18 April 2026 - 13:00 WIB

Ke Surabaya dan Yogyakarta naik bus first class bak hotel bintang 5, tarif kurang dari Rp1 juta

Kamis, 16 April 2026 - 16:36 WIB

Intip gaji pegawai Pertamina 2026, dari direktur hingga operator SPBU

Rabu, 15 April 2026 - 21:45 WIB

Kecamatan penghasil cengkeh di Sukabumi, kenali manfaat dan kegunaan

Selasa, 14 April 2026 - 23:30 WIB

Hampir 70% perusahaan di Indonesia memutuskan tolak rekrut pegawai baru

Berita Terbaru