sukabumiheadline.com – Indonesia berhasil mencapai swasembada jagung pada 2025-2026, ditandai dengan produksi dalam negeri yang mencukupi kebutuhan pakan dan industri tanpa impor. Produksi mencapai 16,16 juta ton pipilan kering, didukung oleh perluasan lahan, optimalisasi lahan tidur, dan kolaborasi dengan Polri.
Produksi jagung Indonesia pada 2025 yang hampir hampir 17 juta ton, melampaui kebutuhan dalam negeri, menjadikan Indonesia surplus dan meminimalisir atau menghilangkan impor jagung.
Swasembada jagung difokuskan berkelanjutan pada 2026 dan seterusnya, sejalan dengan agenda strategis pemerintah untuk mencapai swasembada pangan total dalam 3 tahun ke depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemerintah dan Polri mendukung program ketahanan pangan dengan target penanaman jagung di lahan seluas 1 juta hektar pada tahun 2026 untuk mengoptimalkan potensi lokal.
Selain itu, pemerintah melalui Badan Pangan Nasional, menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) jagung pipilan kering di tingkat petani Rp5.500 per kg untuk kadar air 18–20 persen guna memastikan kesejahteraan petani.
Selanjutnya, dilakukan pembangunan 18 gudang di 12 provinsi dengan kapasitas total 800.000 ton. Badan Pangan Nasional ingin memastikan hasil panen terserap oleh Bulog dan menjaga stabilitas harga.
Swasembada jagung ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, mengurangi ketergantungan impor, serta meningkatkan kesejahteraan petani melalui produksi dalam negeri yang optimal.
Lantas, berapa sumbangsih dari petani di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terhadap produksi jagung nasional?
Produksi jagung di Sukabumi
Produksi jagung di Kabupaten Sukabumi tahun 2025 melampaui target, dengan realisasi mencapai 133.144 ton (127,42% dari target 104.492 ton) dan luas panen 26.457 hektare. Capaian ini menempatkan Sukabumi sebagai salah satu daerah penyumbang terbesar dan peringkat pertama peningkatan produksi padi/jagung di Jawa Barat.
Adapun rincian produksi jagung di Kabupaten Sukabumi pada 2025 untuk total produksi mencapai 133.144 ton, atau jauh melebihi target awal 104.492 ton. Sementara itu, luas panen mencapai 26.457 hektare.
Produksi melesat tersebut, didukung oleh panen raya kuartal IV yang dilaksanakan oleh Polres Sukabumi di Kecamatan Nagrak. Sedangkan, proyeksi produksi jagung tahun 2026 di Kabupaten Sukabumi ditetapkan sekitar 118 ribu ton.
Kecamatan penghasil jagung di Sukabumi
Berdasarkan data panen raya pada 2025, kecamatan penghasil jagung di Kabupaten Sukabumi meliputi Kecamatan Nagrak dan Caringin. Wilayah ini aktif dalam program swasembada pangan nasional dengan luas lahan panen yang signifikan, termasuk kolaborasi dengan Perhutani untuk memperkuat produksi.
Selain Nagrak dan Caringin yang menjadi wilayah penanaman jagung strategis, salah satunya dalam program penanaman 1 juta hektar, Sukaraja juga tercatat dalam panen raya jagung serentak kuartal II 2025 di Desa Selawangi.
Untuk informasi, produksi jagung di Sukabumi merupakan bagian dari upaya peningkatan ketahanan pangan nasional di mana kabupaten ini menjadi salah satu penopang utama produksi pangan pada tahun 2025.








