sukabumiheadline.com – Terdampak bencana gempa bumi Magnitudo 4,1 yang terpusat di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Ahad (15/3/2026), satu rumah warga Cianjur mengalami kerusakan.
Menurut BMKG, gempa yang berpusat di darat itu memberi dampak guncangan dengan intensitas II-III MMI di wilayah Cianjur. Sedangkan di wilayah Sukabumi hingga IV MMI.
Sekretaris BPBD Cianjur Asep Sudrajat mengatakan satu rumah warga di Desa Sindanglaya, Kecamatan Cipanas, Cianjur, rusak di bagian dinding yang terkelupas dan retak-retak cukup lebar. Pemilik dan tiga anggota keluarga dalam rumah itu terpaksa mengungsi untuk sementara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Petugas dan relawan BPBD, kata Asep, masih mendata dan menyisir sejumlah wilayah di perbatasan Cianjur-Sukabumi yang merasakan getaran gempa cukup kencang sebanyak dua kali pada dinihari tadi.
“Kami berharap tidak ada lagi bencana namun kami minta warga tetap siaga dan waspada jangan panik ketika terjadi bencana terutama gempa, segera cari tempat aman untuk berlindung,” tuturnya dikutip dari Antara.
Untuk informasi, berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa mengguncang daerah Sukabumi dan sekitarnya hingga Bandung Barat, terjadi pukul 00.36 WIB dengan pusatnya di darat, berjarak delapan kilometer arah tenggara Kota Sukabumi. Kedalamannya hanya lima kilometer.
“Gempa bumi yang terjadi akibat aktivitas sesar aktif,” kata Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah II Tangerang Hartanto lewat keterangan tertulis pasca gempa.

Tentang pemicu gempa ini, Wakil Ketua Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI) Daryono, menunjuk salah satu segmen Sesar Cimandiri. “Analisis saya Nyalindung-Cibeber,” katanya dalam keterangan yang dibagikannya terpisah.
Dari unggahan di media sosial, dampak gempa yang merusak juga terjadi di Kampung Cileunyi, Kabupaten Bandung. Sebuah rumah kontrakan dilaporkan rusak hingga menyebabkan satu orang terluka.
Berdasarkan data BMKG, getaran terkuat dari guncangan gempa itu dirasakan di wilayah Nyalindung dengan skala intensitas IV MMI.
Artinya, jika gempa terjadi siang hari, getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah dan beberapa orang di luar rumah hingga bisa memecahkan gerabah dan membuat jendela atau pintu berderik serta dinding berbunyi.
Sementara di Sukabumi, Kabandungan, Tugubandung, Cipeuteuy, Cihamerang, Mekarjaya, Cianaga, getaran gempa terasa pada skala intensitas III-IV MMI. Skala III yaitu getaran dirasakan nyata di dalam rumah seakan ada truk yang berlalu.
Adapun di Pelabuhan Ratu, Cimahi, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, dan Bogor, gempa terasa pada skala II MMI atau hanya dirasakan oleh beberapa orang dan membuat benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Sebelumnya, sebagian wilayah Jawa Barat diguncang gempa tektonik Magnitudo 5,3 pada Jumat (13/3/2025) lalu, pukul 02.18 WIB. Pusat gempa berlokasi di laut pada jarak 121 kilometer arah tenggara Kabupaten Sukabumi.
Berasal dari kedalaman 53 kilometer, gempa saat itu terjadi akibat aktivitas subduksi atau penunjaman lempeng Indo-Australia ke lempeng Eurasia. Intensitas guncangannya yang terkuat juga IV MMI di Sukabumi.









