Duta Batik Nusantara dan Hobi Dosen Teknik Sipil Universitas Nusa Putra Sukabumi

- Redaksi

Minggu, 21 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ardin Rozandi hobi hiking. l Dok. Pribadi

Ardin Rozandi hobi hiking. l Dok. Pribadi

SUKABUMIHEADLINE.com  I CISAAT – Kehidupan serba modern dan digital dengan segala kecanggihannya telah menggerogoti budaya dan pola pikir masyarakat, tanpa melihat batasan usia, status ekonomi dan sosial. Kondisi tersebut juga diakui melanda kehidupan di dunia pendidikan.

Dalam hal berpakaian misalnya, jika dahulu pakaian dikenakan semata untuk menutup aurat dan terlihat sopan, seiring berkembangnya zaman, di mana informasi dan hiburan setiap hari masuk ke rumah-rumah melalui siaran televisi dan smartphone, pakaian kini sudah menjadi simbol kemakmuran melalui busana-busana branded.

Diakui dosen Program Studi (Prodi) Teknik Sipil Universitas Nusa Putra Sukabumi Ardin Rozandi bahwa gaya berpaikaian, salah satunya, tidak lagi sekadar masalah fungsional. Tidak heran jika banyak mahasiswa saat ini terlihat lebih modis saat ke kampus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Duta Putra Batik Nusantara pada tahun 2016 mewakili Provinsi Sumatera Selatan. l Dok Pribadi
Duta Putra Batik Nusantara pada tahun 2016 mewakili Provinsi Sumatera Selatan. l Dok Pribadi

Sikap maklumnya tentu didasari latar belakangnya yang pernah menjadi Duta Putra Batik Nusantara pada tahun 2016 mewakili Provinsi Sumatera Selatan. Dalam ajang tersebut, diakuinya, mendapat banyak pengalaman, seperti cara membedakan batik yang asli dan tiruan, serta melakukan sosialisasi keberbagai kota di Indonesia untuk melestarikan batik.

“Hal yang lumrah jika generasi saat ini terus adaptif dan mengikuti perkembangan dan trend yang terus berubah, terutama dalam berbusana,“ kata pria kelahiran Palembang, 10 Mei 1994, itu kepada sukabumiheadline.com, Ahad (21/11/2021).

Baca Juga :  Rumah Hancur, Disangka Dukun Santet Pasutri di Ciemas Sukabumi Diamuk Massa

Bagi Ardin, memperhatikan penampilan merupakan hal penting karena menurut dia, hal itu menunjukkan apresiasi dan rasa syukur seseorang terhadap anugerah Tuhan. “Tuhan memberikan kita jasmani yang sehat, tentu harus dibarengi dengan menjaganya. Menjaganya dengan apa? Ya dengan merawat tubuh, salah satunya dalam hal berbusana,“ katanya.

Terlebih, kata dia, pada zaman sekarang profesi apapun selalu dituntut untuk berpenampilan menarik karena itu akan menjadi penilaian dari segi ketertarikan dalam penampilan, termasuk juga profesi dosen dituntut berpenampilan menarik agar mahasiswa nyaman mengikuti mata kuliah yang diajarkan.

“Namun yang terpenting, mengenakan pakaian tidak sekadar mengikuti trend, tapi sekaligus memperhatikan budaya ketimuran,“ kata Ardin.

Ardin dan Berpikir serta Bertindak Cepat

Berbagai pengalaman di luar kampus, diakui Ardin menjadi modal dirinya dalam beradaptasi dan berinteraksi dengan banyak orang. Terlebih sejak menjadi dosen, ia dituntut berpikir dan bertindak cepat dalam semua hal.

“Awalnya memang belum terbiasa dan masih kaku pada saat menjadi seorang pendidik, sekarang lebih menikmati dan menjalani dengan ikhlas. Memang ada di titik lelah dan hilang, tapi energi saya charge full lagi begitu ilmu yang saya bagikan bermanfaat,“ jelas dia.

Baca Juga :  Dua Rumah Warga Jayanti Sukabumi Ambruk, Ini Penyebabnya

“Seperti keseharian saya sebagai pendidik, sangat menyenangkan. Banyak pembelajaran saya ambil dalam pengembangan diri, berinteraksi dengan mahasiswa, menyelesaikan permasalahan akademik dan pribadi mahasiswa, dan memberikan solusi pemecahan masalah,“ tambah dosen yang memiliki keahlian pencak silat itu.

Ardin dan Hobi

Berbicara tentang hobi, dosen muda ini sangat menyukai hiking dan membaca science fiction. “Saya berolahraga jogging, selalu saya sempatkan tiga kali dalam seminggu. Kalau membaca jurnal terkait perkembangan ilmu teknik sipil terkini, itu kebutuhan dan kewajiban,“ akunya.

Ardin Rozandi dan hobi naik gunug. l Dok. Pribadi
Ardin Rozandi dan hobi naik gunug. l Dok. Pribadi

Soal hobi membaca novel bergenre sains fiksi, hiking dan olah raga, diakuinya sangat bermanfaat untuk menghilangkan penat. “Selain menjaga kesehatan tubuh, olah raga juga dapat menghilangkan penat karena yang saya tahu, dengan berolahrga akan mengeluarkan keringat yang kemudian menghasilkan endorfin dalam memberikan self healing baik secara fisik dan psikis kita,“ jelas Ardin lagi.

Sedangkan, hobinya membaca buku jurnal, diakuinya karena ia menjadikan belajar sebagai hobi agar tidak pernah dibatasi waktu. Baginya, belajar hingga akhir hayat. “Menambah pengetahuan yang akhirnya nanti bisa bermanfaat untuk saya sendiri dalam meningkatkan mutu mengajar saya,” jelasnya.

Berita Terkait

Tak lagi AQUA, Dedi Mulyadi suguhkan air minum premium dari Sukabumi untuk tamu
Tren baru penampilan perempuan 2026: Busana, rambut, warna hingga aksesoris
KDM akan dirikan Sekolah Maung: Jurusan, kuota dan lokasi SMK Manusia Unggul
5 tren warna lipstik 2026: Antara volume, ekspresif dan hasil akhir
Kerajaan Salakanagara: Jauh sebelum Pajajaran, 11 raja pernah berkuasa di Tatar Sunda
Daftar sayuran dan buah efektif bantu ginjal menyaring racun
5+4 khasiat buah mengkudu yang luar biasa untuk kesehatan dan cara konsumsi
5 kuliner Sunda yang hampir punah, dari kadedemes hingga ewe deet

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 09:51 WIB

Tak lagi AQUA, Dedi Mulyadi suguhkan air minum premium dari Sukabumi untuk tamu

Selasa, 13 Januari 2026 - 21:23 WIB

Tren baru penampilan perempuan 2026: Busana, rambut, warna hingga aksesoris

Selasa, 13 Januari 2026 - 02:51 WIB

KDM akan dirikan Sekolah Maung: Jurusan, kuota dan lokasi SMK Manusia Unggul

Selasa, 13 Januari 2026 - 00:14 WIB

5 tren warna lipstik 2026: Antara volume, ekspresif dan hasil akhir

Minggu, 11 Januari 2026 - 18:37 WIB

Kerajaan Salakanagara: Jauh sebelum Pajajaran, 11 raja pernah berkuasa di Tatar Sunda

Berita Terbaru

Ilustrasi sebaran hoaks di dunia digital - sukabumiheadline.com

Tekno & Sains

2025 Sukabumi tertinggi, JSH: Hoaks di Jawa Barat naik signifikan

Kamis, 15 Jan 2026 - 16:55 WIB