Gumilang Fashion, Kisah Sukses Wanita Sukabumi di Kota Palu

- Redaksi

Rabu, 25 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asih Nurjanah Gumilang. l Istimewa

Asih Nurjanah Gumilang. l Istimewa

SUKABUNIHEADLINE.com l Saat ini banyak anak muda Indonesia sukses menjadi pengusaha. Setidaknya berhasil eksis atau bahkan menjadi miliarder dalam usia yang relatif muda.

Meskipun menjadi pengusaha di usia muda tak semudah yang dibayangkan, terlebih lagi ketika berada di perantauan. Butuh mental sekeras baja dan kecerdasan memilah peluang dan memilih lokasi usaha.

Demikian dengan Asih Nurjanah Gumilang, owner Gumilang Fashion. Wanita kelahiran Sukabumi, 14 Maret 1997, sukses merintis usaha di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wanita yang akrab dipanggil Asi, ini memulai usahanya sejak Maret 2016 dengan skill yang ia peroleh dari pengalaman selama bekerja dengan orang lain.

Meskipun ia mengakui, menjahit bukanlah hobinya, tetapi ia selalu tertarik apapun pekerjaan yang berhubungan dengan fesyen.

“Awalnya dari belajar. Bukan hobi tapi lebih ke tuntutan, kalau perempuan tuh kan dari pada nggak ngapa ngapain ya udah pasti masak atau menjahit sendiri,” jelas Asi dikutip sukabumiheadline.com dari TribunPalu.com, Rabu (25/5/2022).

“Saya punya brand dari nama belakang saya, yaitu Gumilang. Nama itu familiar dan lebih di kenal orang-orang sih. Jadi saya dipanggil Asih Gumilang,” ungkap Asi.

Ia mengungkapkan tips sukses usahanya, hingga bisa bertahan sampai saat ini. Hal itu ia mulai dari pemilihan kualitas kain hingga pascaproduksi. Keduanya menjadi prioritas Asi demi memanjakan para pelanggannya.

Baca Juga :  Pohon Karet Besar Roboh di Tanjakan Cisarakan Sukabumi Arus Lalin Macet

“Untuk pengambilan kain itu saya punya tempat khusus, yaitu nama tenunnya itu Alhikma. Itu teman komunitas. Kain tenunnya tidak luntur, jadi saya ambil dari dia,” tutur Asi.

Asi mengaku, ia pernah mencoba mengambil kain tenun dari pihak lain. Namun, hasilnya tidak sebaik dari Alhikma.

“Saya pernah ambil dari tempat lain tapi hasilnya cepat luntur dan itu sangat disayangkan,” tambahnya.

Memproduksi Fesyen Khas Lokal

Asi mengungkapkan lebih jauh, untuk kain tenun dan batik dari Gumilang Fashion, merupakan asli dari Kota Palu dan Kabupaten Donggala.

“Kalau tenun kami dari Palu, kalau pelanggan tidak mau tenun kami ada batik Valeri dan Banawa dari Donggala dengan motif khas Palu seperti jembatan runtuh, masjid apung dan daun kelor,” ungkap Asi.

Mencari Jati Diri

IMG 20220525 021728 scaled
Asih Nurjanah Gumilang. l Istimewa

Diakuinya, selama enam tahun menjalani usaha konveksi, suka duka telah ia alami. “Suka dukanya itu lebih mencari jati diri karena pas buka itu ada rasa takut. Seperti takut salah gunting atau salah apa gitu,” katanya.

Mencari bahan kain untuk produknya bisa mencapai dua hari dan menggunting sebuah bahan bisa saja rugi akibat salah gunting. “Kalau saya begitu, ya sudah coba buat ambil bahan baru lagi,” kata Asi.

Baca Juga :  Angkot 01 Tabrak Pedagang Bakso Keliling di Sukabumi

Namun, kemudian muncul kendala baru, dimana ia dihadapkan dengan dua pilihan, kuliah atau bisnis. Akibatnya, bisnisnya sempat vakum karena ia memilih keduanya bersamaan.

Hal itu terjadi karena dalam perjalanannya, ia mengaku kesulitan membagi waktu antara bisnis dan kuliahnya.

Namun, selama vakum berbisnis itulah ia kemudian bisa menemukan trik memenej usahanya sembari tetap kuliah.

Tak butuh waktu lama, Asi akhirnya menemukan solusi permasalahannya itu, Ia akhirnya memilih untuk bermitra dengan koleganya.

“Gumilang Fashion itu saya jadikan sebuah penghubung untuk orang yang bergelut di dunia fesyen. Kita bisa bekerjasama dan tumbuh bersama,” tuturnya.

Di tahun 2018, produk dari Gumilang Fashion pun telah merambah Kota Ternate, Jakarta, Subang hingga Madura. Tak berhenti di situ, bahkan telah sampai ke Hawai, Amerika Serikat.

“Saya mau perkenalkan Palu ke dunia luar dengan sebuah karya. Bukan dengan kenangan bencana alam beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Hingga saat ini Gumilang Fashion telah memiliki 50 mitra, dan yakin Asi, akan terus berkembang.

Berbagi Ilmu

Selain berbisnis, Asi juga membuka kursus menjahit dan make up untuk para pemuda di Kota Palu dan sekitarnya, untuk kategori usia  17 hingga 25 tahun.

Berita Terkait

Rp232 miliar! Merinci nilai tangkapan ikan di pelabuhan Sukabumi per bulan
Infografis: Peta elektrifikasi jalur commuter line Tanjung Priok – Sukabumi dan Cikampek
Kisah Azis, pejuang tangguh asal Cisaat, 16 tahun jualan bubur Sukabumi di Kalimantan
IMF minta pajak penghasilan karyawan di Indonesia naik
21 kecamatan penghasil bawang daun di Sukabumi
AHY ancam bakal kejar pemilik dan sopir truk ODOL
Daftar kecamatan penghasil melon Sukabumi
Bukan hanya butuh label, Menkeu Purbaya: Jerman lebih syariah dari Indonesia

Berita Terkait

Senin, 23 Februari 2026 - 10:00 WIB

Rp232 miliar! Merinci nilai tangkapan ikan di pelabuhan Sukabumi per bulan

Minggu, 22 Februari 2026 - 01:32 WIB

Infografis: Peta elektrifikasi jalur commuter line Tanjung Priok – Sukabumi dan Cikampek

Sabtu, 21 Februari 2026 - 01:18 WIB

Kisah Azis, pejuang tangguh asal Cisaat, 16 tahun jualan bubur Sukabumi di Kalimantan

Jumat, 20 Februari 2026 - 21:45 WIB

IMF minta pajak penghasilan karyawan di Indonesia naik

Rabu, 18 Februari 2026 - 10:00 WIB

21 kecamatan penghasil bawang daun di Sukabumi

Berita Terbaru


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131