KDM rekrut besar-besaran lulusan SD jadi tenaga teknis lapangan, gaji Rp4,2 juta

- Redaksi

Selasa, 31 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi tenaga teknis lapangan - sukabumiheadline.com

Ilustrasi tenaga teknis lapangan - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, berencana membuka rekrutmen besar-besaran untuk lulusan sekolah dasar atau SD untuk menjadi tenaga teknis lapangan.

Menurutnya saat ini para tukang di lapangan tak lagi digunakan karena pemerintah lebih terpaku ada standar pendidikan. Padahal, kata Dedi Mulyadi, para tukang pengelola irigasi, misalnya, bisa diandalkan untuk bekerja meskipun hanya berijazah SD.

Di sisi lain, tenaga kerja yang banyak direkrut terpaku pada stratifikasi pendidikan seperti lulusan SMA hingga S1, tapi kinerjanya hanya berupa laporan foto ke atasan tanpa terjun langsung ke lapangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gubernur yang akrab dipanggil KDM itu blak-blakan menyatakan bahwa pemerintah terlalu terjebak pada stratifikasi pendidikan (S1-S3) sehingga mengabaikan urusan teknis di lapangan.

“Kita memiliki banyak doktor di kantor, tapi tidak ada yang bisa memperbaiki lampu jalan (PJU),” ujar Dedi Mulyadi.

Karenanya, KDM bakal membentuk Divisi Kebersihan dan Infrastruktur yang tidak mensyaratkan ijazah sekolah, bahkan bagi mereka yang tidak lulus SD sekalipun, selama memiliki keterampilan dan kemauan untuk bekerja nyata seperti menyapu jalan atau mengelas bakal direkrut.

Ilustrasi kerja sosial membersihkan lingkungan - sukabumiheadline.com
Ilustrasi kerja sosial membersihkan lingkungan – sukabumiheadline.com

Nantinya para tenaga teknis lapangan ini dijanjikan gaji yang layak, yakni sekitar Rp4,2 juta per bulan, demi menjamin kesejahteraan mereka.

“Jadi saya ingin rekrutmen 2026-2027 dengan jumlah besar, tapi inginnya tenaga yang dibutuhkan di lapangan untuk efisiensi,” ujar Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi mengungkap kebijakan tersebut nantinya akan berdampak pada manajemen kinerja di Pemprov Jabar. Ia ingin tenaga substansi sedikit dan tenaga teknis lapangan yang diperbanyak.

“Jadi nanti di manajemen itu harus sedikit yang nyuruh banyak yang kerja,” ujarnya.

Dedi pun mencontohkan terkait pemeliharaan jalan yang selama ini ditangani kontraktor yang cenderung lebih panjang prosesnya. Ia mengusulkan agar pemeliharaan jalan rutin pun dapat ditangani tenaga teknis lapangan.

Berita Terkait

Simak rinciannya, Purbaya: Anggaran MBG bakal dipangkas lagi
Kini punya gaji di bawah Rp8,5 juta masuk masyarakat berpenghasilan rendah
Harus ganti tabung, CNG 3 kg pengganti LPG 3 kg mulai diproduksi bulan depan
Wilan Oktavian tak lagi urus Jalan Tol Bocimi Seksi 3, diganti usai Kunker Komisi V DPR RI
Mulai 1 Juli Grab dan Gojek resmi hanya tarik komisi 8%
Pemerintah wajibkan kreator konten punya NIB, ini penjelasan dan sanksi
Pemerintah bakal bagikan kompor listrik ke masyarakat, Bahlil usul Rp815,5 miliar
Insentif SPPG Rp6 juta per hari ditata ulang

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:20 WIB

Simak rinciannya, Purbaya: Anggaran MBG bakal dipangkas lagi

Jumat, 26 Juni 2026 - 20:56 WIB

Kini punya gaji di bawah Rp8,5 juta masuk masyarakat berpenghasilan rendah

Jumat, 26 Juni 2026 - 11:06 WIB

Harus ganti tabung, CNG 3 kg pengganti LPG 3 kg mulai diproduksi bulan depan

Rabu, 24 Juni 2026 - 22:09 WIB

Wilan Oktavian tak lagi urus Jalan Tol Bocimi Seksi 3, diganti usai Kunker Komisi V DPR RI

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:47 WIB

Mulai 1 Juli Grab dan Gojek resmi hanya tarik komisi 8%

Berita Terbaru

Headline

5 Wanita Sukabumi ungkap alasan bersedia jadi istri kedua

Selasa, 30 Jun 2026 - 10:30 WIB