Gunung Padang Cianjur dipugar awal bulan ini

- Redaksi

Sabtu, 2 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Situs megalitikum Gunung Padang, Kabupaten Cianjur. l Istimewa

Situs megalitikum Gunung Padang, Kabupaten Cianjur. l Istimewa

sukabumiheadline.com – Situs Megalitikum Gunung Padang yang terletak di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat segera dilakukan pemugaran. Pemugaran akan dilakukan, pada awal Agustus 2025, dengan melibatkan 100 orang tim ahli dengan dibantu warga lokal dan diketuai oleh Peneliti sekaligus Arkeolog Ali Akbar.

Menurut Peneliti Ahli Utama Bidang Arkeologi BRIN, Lutfi Yondri, dirinya belum mengetahui kerangka kerja atau struktur konseptual pemugaran situs tersebut. Namun, Situs yang ditemukan sejak 1914 itu dilakukan pemugaran berdasarkan rencana Menteri Kebudayaan Fadli Zon.

“Secara arkeologis tinggalan budaya di gunung padang itu hanya struktur punden berundak yang dibangun menggunakan balok-balok batu andesit (columnar joint) yang berasal dari Gunung Padang sendiri,” Lutfi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu ia memastikan, tidak ada piramida di situs Gunung Padang. Begitupun dengan peninggalan yang tidak dapat dibuktikan keberadaanya.

Baca Juga :  Hanya Butuh Waktu Semalam Prabu Siliwangi Bangun Istana di Gunung Padang, Benarkah?

“Tidak ada ada piramida dan budaya lebih tua yang terpendam di dalam Gunung Padang, juga angka pertanggalan situs yang dipublikasikan (jurnal yang ditarik oleh penerbitnya) tidak bisa diverifikasikan sama sekali,” jelasnya.

“Terkait informasi lainnya seperti koin purba, kujang purba, pasir sungai yang diayak untuk peredam gempa, reaktor hidroelektrik, dan juga terkait bentuk Gunung Padang yang mereka gambarkan kembali baik yang dibuat oleh Pon S Purajatnika, Dani Hilman, maupun oleh Ali Akbar sendiri,” jelasnya.

Yondri menilai, yang harus dilakukan pemerintah saat ini melakukan restorasi struktur punden berundak Gunung Padang.

“Menurut pendapat saya restorasi yang perlu dilakukan di struktur punden berundak Gunung Padang hanya sebatas untuk mengembalikan susunan batuan yang rusak karena longsor atau yang melesak dengan memperhatikan bagian kiri dan kanannya yang masih utuh,” pungkasnya.

Baca Juga :  Peneliti temukan fakta-fakta baru di Gunung Padang

Seperti diketahui, struktur Gunung Padang terdiri dari lima teras batu berundak dengan dinding penahan dan tangga penghubung. Lokasinya berada di atas gunung berapi yang sudah punah dan tidak aktif.

Sebelumnya, Ketua Tim Peneliti Ali Akbar mengatakan, mengatakan pihaknya melakukan survei dengan dua metode. Metode yang pertama, yakni cat-eye view yang secara sederhana menggunakan mata peneliti, dengan berjalan kaki dan mengamati permukaan tanah.

Selain itu, akan menggunakan metode bird-eye view antara lain menggunakan drone dari udara agar dapat melihat kondisi keseluruhan dari atas.

“Dengan dua metode itu, kami ingin melihat kondisi keseluruhan dari Situs Megalitikum Gunung Padang. Terutama memastikan kaitan pilar yang akan jadi fokus penelitian kali ini,” kata dia, Kamis (31/7/2025).

Berita Terkait

Helikopter dokter dan pasien, RSUD Jampang Kulon Sukabumi akan dilengkapi helipad
KDM: Lebaran opang, becak, angkot libur dua pekan
Kalau masih ada maling motor, KDM: Gubernur gagal
Zero waste to landfill: Dalam 10 laga Persib kelola 33,35 ton sampah di Stadion GBLA
Belasan desa di Jawa Barat tanpa sinyal hp dan internet, Kabupaten Sukabumi terbanyak
Jalan Nasional lintasi pusat kota se-Jawa Barat bakal diserahkan ke kota/kabupaten
Bupati di Jawa Barat ini wajibkan 1 kecamatan 1 hektar hutan
Bye-bye seng, KDM siapkan aturan penggunaan ijuk, sirap, genteng

Berita Terkait

Senin, 23 Februari 2026 - 02:40 WIB

Helikopter dokter dan pasien, RSUD Jampang Kulon Sukabumi akan dilengkapi helipad

Sabtu, 21 Februari 2026 - 03:43 WIB

KDM: Lebaran opang, becak, angkot libur dua pekan

Kamis, 19 Februari 2026 - 03:30 WIB

Kalau masih ada maling motor, KDM: Gubernur gagal

Sabtu, 14 Februari 2026 - 10:00 WIB

Zero waste to landfill: Dalam 10 laga Persib kelola 33,35 ton sampah di Stadion GBLA

Minggu, 8 Februari 2026 - 20:30 WIB

Belasan desa di Jawa Barat tanpa sinyal hp dan internet, Kabupaten Sukabumi terbanyak

Berita Terbaru


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131