SUKABUMIHEADLINE.com l Wali murid yang beragama Islam melakukan protes ke sebuah sekolah setelah seorang guru memaksa muridnya di kelas untuk melihat kartun bergambar Nabi Muhammad SAW. Tindakan itu pun telah memicu protes dan memicu trauma mendalam bagi siswa Muslim yang melihatnya.
Perempuan berusia 16 tahun itu mengatakan bahwa dia bukan satu-satunya yang terkejut dan terdiam, tetapi semua siswa Muslim di kelas Ammar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ammar menyatakan ketidaknyamanan dengan penayangan kartun itu, gurunya tidak menjawab permintaannya untuk meninggalkan kelas.
“Guru terus berbicara tentang bagaimana Muslim membunuh orang yang tidak bersalah yang membuat kartun itu,” katanya mencatat bahwa dia tidak ingin anak-anak lain mengalami penghinaan serupa. “Ini sangat traumatis,” katanya.
Akibat perbuatan guru tersebut, ayahnya Muhammad Ammar menuntut agar guru itu diskors dan permintaan maaf resmi dari sekolah.
“Kami tidak dapat menerima apapun yang bertentangan dengan Nabi dan agama kami. Ketika saya pergi untuk membawanya, dia mulai menangis. Dia mengatakan bahwa mereka telah menunjukkan isinya,” ujar ayah Ammar.
Diperoleh informasi kemudian, setelah penayangan kartun yang menggambarkan Rasulullah SAW, Muhammad Ammar berbicara dengan pejabat sekolah dan menulis surat kepada departemen pemerintah terkait.
Pihak keluarga Ammar kemudian dihubungi pihak berwenang atas insiden tersebut. Keluarga Ammar juga menerima surel dari seorang anggota parlemen.