Habiskan Rp32 miliar, Gerbang Pariwisata Toronipa Kendari hanya setipis tripleks

- Redaksi

Kamis, 12 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gerbang Pariwisata Toronipa, Kendari, Sulawesi Tenggara - Istimewa

Gerbang Pariwisata Toronipa, Kendari, Sulawesi Tenggara - Istimewa

sukabumiheadline.com – Kondisi Kawasan Pariwisata Toronipa Kendari, Sulawesi Tenggara, viral di media sosial belakangan ini. Bangunan itu diklaim tidak dibangun secara kokoh, hanya menggunakan dinding setipis tripleks yang kopong.

Padahal, anggaran pembangunan gerbang menuju kawasan pariwisata nan indah itu cukup fantastis, yakni mencapi Rp32 miliar lebih.

Sontak saja gerbang wisata itu ternyata mengundang komentar dari berbagai kalangan, mulai dari netizen, selebriti hingga novelis terkenal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gerbang Pariwisata Toronipa, Kendari, Sulawesi Tenggara - Istimewa
Gerbang Pariwisata Toronipa, Kendari, Sulawesi Tenggara – Istimewa

Salah satu selebriti terpanggil untuk jahil mengomentari adalah @bisnismillenial yakni Uya Kuya. Komentar Uya Kuya melalui akun Instagramnya @king_uyakuya memberikan komentar menohok.

Baca Juga :  Resty, Wanita Sukabumi Dinikahi Putra Calon Gubernur Sulawesi Tenggara, Yusuf Tawulo

Dia memastikan bangunan dengan kondisi itu tak lebih dari angka Rp300-an juta.

“Kalo kaya gitu bentukannya 320 juta juga gak pantes!” tulis Uya Kuya.

Komentar Uya Kuya dibalas sebanyak 27 kali dan disukai sebanyak 336 orang hingga saat ini. Komentar itu banyak didukung oleh netizen dan meminta agar bangunan tersebut bisa diusut oleh pihak berwenang.

Gerbang Pariwisata Toronipa, Kendari, Sulawesi Tenggara - Istimewa
Gerbang Pariwisata Toronipa, Kendari, Sulawesi Tenggara – Istimewa

Selain Uya akun @jakaria_anshor juga ikut mengomentari. Menurut dia, nominal anggaran dan kondisi bangunannya tidak sesuai.

Baca Juga :  Resty, Wanita Sukabumi Dinikahi Putra Calon Gubernur Sulawesi Tenggara, Yusuf Tawulo

“Sering-sering min upload kaya gini biar masyarakat jadi tahu, anggarannya dan pekerjaannya gk sesuai,” tulis dia.

Bahkan, novelis Tere Liye tak tinggal diam. Ia pun ikut mengomentari kondisi gerbang wisata tersebut melalui akun fanspage Facebook resminya.

Kata Tere Liye, rancangan bangunannya tidak sesuai dengan anggaran yang dikeluarkan. Ia menilai bangunan ini bagus dari luar saja, yang dibangun menggunakan tripleks.

“32 miliar, hanya untuk buat mockup begini. Bukan main bancakannya. Dan kita bahkan belum bicara proyek2 lain dgn anggaran triliunan. Indonesia itu juara banget soal beginian. Super kreatif,” sindir penulis novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar tersebut.

Berita Terkait

Dedi Mulyadi minta Kapolda Jawa Barat Irjen Akhmad Wiyagus usut kasus kades minta THR
Warga Sukabumi punya sertifikat tanah terbit sebelum 1997? Menteri ATR/BPN minta urus ulang!
Jurnalis wanita dibunuh dan diperkosa oknum TNI AL, PBNU: Usut tuntas
Jika ada warga bunuh diri karena pinjol, Dedi Mulyadi: Gubernurnya gagal
Prabowo Subianto: Banyak pemimpin dunia ingin mencontoh Program Makan Bergizi Gratis
Gugat UU TNI ke MK, mahasiswa UI: Langgar asas keterbukaan
Jabatan baru Wahyu Mijaya, birokrat asal Sukabumi di bawah komando Dedi Mulyadi
Bunyi genderang perang antara Mendikdasmen dengan Gubernur Jawa Barat

Berita Terkait

Jumat, 4 April 2025 - 01:11 WIB

Warga Sukabumi punya sertifikat tanah terbit sebelum 1997? Menteri ATR/BPN minta urus ulang!

Rabu, 2 April 2025 - 20:25 WIB

Jurnalis wanita dibunuh dan diperkosa oknum TNI AL, PBNU: Usut tuntas

Rabu, 2 April 2025 - 05:00 WIB

Jika ada warga bunuh diri karena pinjol, Dedi Mulyadi: Gubernurnya gagal

Senin, 31 Maret 2025 - 08:00 WIB

Prabowo Subianto: Banyak pemimpin dunia ingin mencontoh Program Makan Bergizi Gratis

Jumat, 28 Maret 2025 - 00:00 WIB

Gugat UU TNI ke MK, mahasiswa UI: Langgar asas keterbukaan

Berita Terbaru

Lambang atau logo koperasi lama dan baru - Istimewa

Regulasi

Mengenal definisi, logo, prinsip, tujuan dan jenis koperasi

Sabtu, 5 Apr 2025 - 01:04 WIB