Hari Hutan Internasional, Wamenhut tanam pohon di Sukabumi

- Redaksi

Kamis, 9 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hari Hutan Internasional, Wamenhut Rohmat Marzuki tanam pohon di Sukabumi

Hari Hutan Internasional, Wamenhut Rohmat Marzuki tanam pohon di Sukabumi

sukabumiheadline.com – Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki memimpin aksi penanaman bibit pohon dalam peringatan Hari Hutan Internasional di Desa Cipeuteuy, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Selasa (7/4/2026).

Mengusung tema “Hutan dan Ekonomi untuk Percepatan SNDC dan FOLU Net Sink Jawa Barat”, kegiatan ini menjadi tonggak penguatan benteng konservasi sekaligus ekonomi di kawasan penyangga Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Dalam arahannya, Wamenhut menekankan bahwa konservasi tidak boleh memisahkan masyarakat dari kesejahteraan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dikutip sukabumiheadline.com dari rilisnya, penanaman yang dilakukan masyarakat ini merupakan bukti nyata kolaborasi antara Kementerian Kehutanan, IPB University, pemerintah daerah, dan kelompok tani.

“Kita berkumpul bukan sekadar seremoni, tapi memperkuat benteng konservasi dan ekonomi. Penanaman pohon ini adalah langkah strategis untuk menyambung kembali koridor hijau yang terputus, memastikan satwa kebanggaan seperti Elang Jawa, Owa Jawa, dan Macan Tutul Jawa dapat berkembang biak dengan aman,” ujar Rohmat, dikutip Kamis (9/4/2026).

Penanaman pohon oleh masyarakat didominasi oleh jenis Multi Purpose Tree Species (MPTS) atau pohon multifungsi sebesar 70%, sementara 30% sisanya merupakan tanaman kehutanan endemik seperti Puspa dan Rasamala. Komposisi ini dirancang agar masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi langsung dari buah-buahan, sambil tetap memulihkan fungsi hutan sebagai penyerap karbon dan penyedia air.

Wamenhut juga menyoroti tantangan pemulihan lahan kritis di kawasan konservasi Jawa Barat. Menurutnya, rehabilitasi di hulu Sukabumi berfungsi sebagai “menara air” yang menjamin ketersediaan air untuk irigasi, industri, hingga kebutuhan air minum masyarakat di hilir dan perkotaan.

“Para petani di sini adalah pahlawan lingkungan. Melalui penanaman di lahan sendiri, Bapak-Ibu telah menjaga ketersediaan air bagi masyarakat luas,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan penyerahan bibit secara simbolis kepada delapan petani yang mewakili empat desa penyangga, yaitu Desa Cipeuteuy, Mekarjaya, Cihamerang, dan Kabandungan. Acara dilanjutkan dengan dialog interaktif bertajuk “Rembuk Penyangga Halimun Salak: Desa Berdaulat, Hutan Terawat, Ekonomi Kuat”.

Wamenhut berpesan agar seluruh jajaran dan mitra kerja tidak berhenti pada tahap penanaman saja. “Tugas yang lebih berat adalah memastikan tanaman itu hidup dan memberikan manfaat nyata secara ekonomi. Saya berharap IPB University dan Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak terus mendampingi masyarakat agar kegiatan ini menjadi percontohan yang bisa direplikasi di daerah lain,” pungkasnya.

Berita Terkait

Pemkab Sukabumi bangun belasan sarana air bersih, yuk cek lokasi, anggaran dan hasilnya
Bermasalah, TKW asal Sukabumi dan Cianjur dipulangkan dari Malaysia
Lansia di Sukabumi dirampok dua pria, Rp3,8 juta dan dokumen pribadi melayang
Susah sinyal, daerah blank spot di Sukabumi disorot Kemenko Polkam
Tubuh renta Sadi harus ditandu karena jalan rusak di Jampang Tengah Sukabumi
Kisah Mak Icah di Cisaat Sukabumi: Makan nasi disiram air putih, huni gubuk reyot
Dishub Jabar turun tangan, bakal rutin razia ODOL di Sukabumi ruas Cikembar-Jampang Tengah
DPRD Kabupaten Sukabumi bahas Raperda Desa: Pilkades hingga kesejahteraan perangkat

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 18:37 WIB

Pemkab Sukabumi bangun belasan sarana air bersih, yuk cek lokasi, anggaran dan hasilnya

Selasa, 28 April 2026 - 01:53 WIB

Bermasalah, TKW asal Sukabumi dan Cianjur dipulangkan dari Malaysia

Senin, 27 April 2026 - 20:37 WIB

Lansia di Sukabumi dirampok dua pria, Rp3,8 juta dan dokumen pribadi melayang

Minggu, 26 April 2026 - 15:40 WIB

Susah sinyal, daerah blank spot di Sukabumi disorot Kemenko Polkam

Minggu, 26 April 2026 - 12:27 WIB

Tubuh renta Sadi harus ditandu karena jalan rusak di Jampang Tengah Sukabumi

Berita Terbaru