BRIN riset penerapan Participatory Geospartial Mapping berbasis big data di Sukabumi

- Redaksi

Kamis, 25 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi sempadan sungai - Arkabumi

Ilustrasi sempadan sungai - Arkabumi

sukabumiheadline.com – Tim peneliti dari Pusat Riset Ekologi, Organisasi Riset Elektronika dan Informatika (OREI), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengunjungi Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Sukabumi.

Melansir dari laman resmi Perhutani, kunjungan yang dipimpin Peneliti Ahli Madya dari Pusat Riset Ekologi BRIN, Aida Heriati tersebut untuk tujuan penelitian bertajuk “Penerapan Participatory Geospatial Mapping untuk Zonasi Konservasi Sempadan Sungai Berbasis Big Data”.

Penelitian dengan metode Participatory Geospatial Mapping ini diharapkan mampu menghasilkan zonasi konservasi sempadan sungai yang lebih akurat dan adaptif melalui pemanfaatan big data, sekaligus melibatkan peran aktif para pemangku kepentingan di lapangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kolaborasi ini menjadi langkah maju dalam upaya pelestarian ekologi sekaligus penguatan inovasi teknologi informasi kehutanan di wilayah Sukabumi,” kata Aida, dikutip sukabumiheadline.com, Kamis (25/6/2026).

Sementara itu, Kepala Seksi Perlindungan Hutan, Sudrajat, didampingi Kepala Subseksi Kemitraan, Ade Ruswandi yang mendampingi jalannya penelitian, hadir mewakili Administratur KPH Sukabumi.

“Ini sebagai bentuk kolaborasi antara Perhutani dengan lembaga riset nasional dalam pengelolaan sumber daya hutan yang berbasis data dan teknologi,” kata Sudrajat.

Sementara itu, Aida Heriati juga mengapresiasi jajaran Perhutani KPH Sukabumi dalam mendukung riset tersebut.

“Akses data dan informasi yang diberikan sebagai dasar kepentingan penelitian ilmiah sangat membantu kelancaran riset kami,” kata Aida.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan program Kekayaan Intelektual Hasil Riset dan Inovasi Big Data Tahun 2026,” pungkasnya.

Berita Terkait

Urus sampah dan kemiskinan, 1.555 mahasiswa Unpad ke Sukabumi, Cianjur, Garut dan Tasikmalaya
10 daerah dengan mdpl tertinggi di Jawa Barat, ada Sukabumi, Cianjur dan Garut
Kunang-kunang sudah jarang terlihat, tanda kualitas lingkungan menurun
Waspada kobra hingga sanca, pakar IPB University: Perubahan iklim potensi ular masuk rumah
Mengenal sejarah HPGW Sukabumi, hutan pendidikan sekaligus tempat nongkrong
Kabupaten Sukabumi hasilkan 35.718 ton sampah per hari
Warga Sukabumi hasilkan 9,329 m3 sampah per orang
Mengenal ProKlim, penghargaan nasional diraih Desa Kutajaya Sukabumi

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 18:27 WIB

Urus sampah dan kemiskinan, 1.555 mahasiswa Unpad ke Sukabumi, Cianjur, Garut dan Tasikmalaya

Senin, 6 Juli 2026 - 17:51 WIB

10 daerah dengan mdpl tertinggi di Jawa Barat, ada Sukabumi, Cianjur dan Garut

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:11 WIB

BRIN riset penerapan Participatory Geospartial Mapping berbasis big data di Sukabumi

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:29 WIB

Kunang-kunang sudah jarang terlihat, tanda kualitas lingkungan menurun

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:23 WIB

Waspada kobra hingga sanca, pakar IPB University: Perubahan iklim potensi ular masuk rumah

Berita Terbaru

Semen Kujang sponsori Persib Bandung - Ist

Bisnis

Sponsori Persib, SIG bangkitkan Semen Kujang

Rabu, 5 Agu 2026 - 18:36 WIB

Honda PCX 160 2026 lebih irit BBM, 1 liter untuk 45 KM, cek harganya - Honda

Bisnis

5 motor terpopuler dan terlaris di Indonesia 2026

Rabu, 5 Agu 2026 - 02:47 WIB

Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi: Raperda PPT PKSDA dan evaluasi APBD 2026 - Setwan DPRD Kabupaten Sukabumi

Legislatif

DPRD Kabupaten Sukabumi bentuk Pansus perubahan Perumda TJM

Selasa, 4 Agu 2026 - 20:07 WIB