sukabumiheadline.com – Warga Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menghasilkan 9,329 m3 sampah per orang per tahun. Angka tersebut dikutip dari data timbulan sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi 2025, dibagi jumlah penduduk. Baca selengkapnya: Warga Sukabumi hasilkan 9,329 m3 sampah per oran
Berdasarkan data di atasi, total di Kabupaten Sukabumi mengahasilkan 26.606.346 (26,60 juta) m3 timbulan sampah selama 2025. Sementara itu, jumlah penduduk kabupaten terluas di Jawa Barat ini pada tahun yang sama sebanyak 2.852.107 jiwa.
Untuk informasi, jika dikonversi ke tonase, 1 meter kubik (m3) sampah sama dengan atau setara 0,49 ton.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan demikian, rata-rata sampah yang dihasilkan di Kabupaten Sukabumi adalah 26.606.346 m3 sampah (per tahun) : 365 hari, sama dengan 72.894 m3 setiap hari, atau setara 35.718 ton per hari pada 2025.
Timbulan sampah
Untuk informasi, data timbulan sampah sering digunakan untuk merencanakan sarana dan prasarana pengelolaan sampah di sebuah wilayah.
Diberitakan sukabumiheadline.com sebelumnya, Ciambar menjadi kecamatan dengan timbulan sampah paling sedikit di Kabupaten Sukabumi, yakni hanya 11.970 meter kubik (m3). Sedangkan, kecamatan nomor satu dengan timbulan sampah terbanyak adalah Cisaat, yakni mencapai 2.581.644 m3.
Di posisi kedua kecamatan dengan timbulan sampah terbanyak, adalah Cicurug dengan 2.301.318 m3. Posisi ketiga, Sukaraja sebanyak 1.867.054 m3, Cibadak dengan 1.789.097 m3 menempati posisi keempat, dan Palabuhanratu di posisi kelima dengan 1.716.061 m3.
Pengertian timbulan sampah

Timbulan sampah adalah volume atau berat sampah yang dihasilkan dari berbagai sumber, seperti rumah tangga, komersial, industri, dan lainnya, di suatu wilayah dalam satuan waktu tertentu, umumnya diukur dalam kg/orang/hari atau liter/orang/hari.
Mengutip dari tesis karya Nurviani Fadila berjudul Literature Review: Faktor-faktor Terkait Timbulan Sampah di Indonesia, di website resmi Universitas Diponegoro, Semarang, sampah merupakan residu dari aktivitas harian manusia.
Timbulan sampah mencakup total akumulasi sampah yang dihasilkan sebelum pengelolaan lebih lanjut. Timbulan sampah dipengaruhi jumlah penduduk, tingkat pendapatan, dan gaya hidup.
“Sampah merupakan residu dari aktivitas harian manusia dan/atau proses alam dalam bentuk padat, terdiri dari bahan organik dan anorganik, serta tidak lagi dianggap memiliki guna sehingga harus dikendalikan supaya tidak berbahaya bagi lingkungan,” kata Nurviani, dikutip sukabumiheadline.com, Kamis (7/5/2026).
Berikut adalah data timbulan sampah menurut kecamatan dirangkum sukabumiheadline.com dari data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi. Baca selengkapnya: Membanding timbulan sampah 47 kecamatan di Sukabumi: Warga mana paling banyak nyampah









