sukabumiheadline.com – Hutan Pendidikan Gunung Walat (HPGW) merupakan kawasan hutan milik negara yang pengelolaannya diserahkan kepada Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (Fahutan) Institut Pertanian Bogor (IPB) University.
Disebut Gunung Walat meski ketinggiannya hanya 720 meter dari permukaan laut. Untuk mencapainya perlu setengah jam perjalanan dengan mobil menanjak dari Jalan Raya Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat.
Kawasan HPGW yang kini juga dilengkapi area camping ground dan kafe itu berada di dua desa di dua kecamatan, yakni Desa Batununggal, Kecamatan Cibadak dan Desa Hegarmanah, Kecamatan Cicantayan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak heran jika saat ini, selain dikunjungi mahasiswa, kawasan HPGW juga banyak disambangi perorangan hingga komunitas sepeda atau motor. Mereka berkunjung untuk menikmati keindahan alam hingga sekadar nongkrong di kafe.
Sejarah HPGW Sukabumi

Melansir dari laman resmi IPB University, hutan yang terletak di kawasan Kecamatan Cibadak dan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ini kerap dijadikan sebagai tempat praktikum dan penelitian mahasiswa.
Bukan sekadar hutan biasa, tempat ini merupakan laboratorium alam yang menawarkan kesejukan udara pegunungan sekaligus wawasan mendalam mengenai pelestarian ekosistem hutan hujan tropis yang berkelanjutan.
Kini, HPGW telah menjadi pusat pendidikan dan penelitian kehutanan yang menerapkan prinsip pengelolaan hutan berkelanjutan. Selain itu, HPGW juga memiliki potensi sebagai lokasi wisata alam dan pengembangan ekonomi masyarakat sekitar.
Sejarah HPGW

Menilik sejarahnya, awalnya HPGW hanya berupa lahan yang ditumbuhi ilalang dan alang-alang. Hutan yang memiliki luas 359 hektare ini mulai ditanami sejak 1950-an. Namun sejak 1968, kawasan hutan Gunung Walat mulai dibina dan dikelola oleh Fahutan IPB University hingga sekarang.
Selanjutnya, sejak 2009, Fakultas Kehutanan (Fahutan) IPB University mulai serius mengembangkan kawasan tersebut.
Saat ini, HPGW sudah membentuk ekosistem hutan dengan struktur vegetasi mendekati hutan alam luas tutupan hutannya mencapai 95 persen. Kondisi saat ini telah mampu memunculkan fungsi hutan sebagai sistem penyangga kehidupan.
HPGW memiliki peran implementasi tridarma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Sebagai tempat pendidikan, setiap tahunnya banyak mahasiswa yang melakukan kegiatan praktik lapangan di HPGW, baik mahasiswa dari IPB University maupun luar IPB University.
Selain mahasiswa, anak-anak sekolah pun banyak yang belajar tentang pendidikan lingkungan hidup di HPGW.
“HPGW menyediakan tempat pendidikan dan penelitian dalam berbagai aspek kehutanan secara langsung di lapangan. HPGW juga dapat digunakan sebagai lokasi wisata alam serta pengembangan ekonomi masyarakat yang berada di sekitar HPGW seperti getah pinus dan kopal yang dapat dijual,” kata salah seorang mahasiswa Fahutan IPB University, Farid Hasyim Kusuma, dikutip sukabumiheadline.com, Senin (1/6/2026).
HPGW juga sering menjadi tempat penelitian, baik yang dilakukan peneliti dari dalam maupun luar negeri.
“Tersedia beberapa jenis tegakan yang dapat digunakan untuk topik penelitian. Contohnya, pinus, agathis, dan karet,” ujar Farid.
Selain mengimplementasikan fungsi tridarma perguruan tinggi, hadirnya HPGW juga sebagai penyeimbang kelestarian alam. Hal tersebut dibuktikan dengan munculnya beberapa titik sumber air di sekitar HPGW yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan pengairan lahan pertanian.
Dalam pengembangan jasa ekowisata, pengelola HPGW membidik para pengunjung yang sudah jenuh dengan rutinitas sehari-hari di kota dengan menawarkan kedekatan suasana hutan dan pedesaan, mengamati keanekaragaman flora-fauna dan program-program ekowisata lainnya.
“Pengunjung HPGW juga difasilitasi dengan camping ground, rumah kayu, dan gedung serba guna. Fasilitas penginapan menunjang kegiatan penelitian selama di HPGW,” tutur Farid.









