Hari ini 80 tahun silam: Pertempuran sengit di Bojongkokosan Sukabumi

- Redaksi

Selasa, 9 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Tugu Palagan Bojongkokosan - sukabumiheadline.com

Ilustrasi Tugu Palagan Bojongkokosan - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Hari ini, 80 tahun silam terjadi pertempuran sengit di Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, antara pejuang di Sukabumi dengan tentara Britania Raya. Tak hanya sengit, pertempuran juga berlangsung hingga beberapa hari.

Dikutip sukabumiheadline.com dari buku Palagan Bojongkokosan, Heroisme di Sukabumi yang Menyulut Lautan Api di Bandung dari Direktorat Pelindungan Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (saat ini Kementerian Dasar dan Menengah RI), pertempuran Bojong Kokosan terjadi sejak 9 hingga 12 Desember 1945.

Pertempuran terjadi sebagai bagian dari Revolusi Nasional Indonesia, ketika konvoi tentara Britania Raya yang membawa tawanan perang dan tahanan sipil ke Bandung disergap oleh pejuang kemerdekaan Indonesia setempat di dekat Cicurug.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Konflik ini dianggap sebagai salah satu contoh pertama pengakuan de facto Republik Indonesia oleh Sekutu, karena negosiator konvoi berhasil mengamankan perjalanan yang aman ke Bandung pada 12 Desember.

Baca Juga :  Profil dan Kisah Wilhelmina, Ratu Belanda yang Tak Rela Warga Sukabumi Bahagia

Baca Juga: Satu wanita, dua tokoh asal Sukabumi diusulkan jadi Pahlawan Nasional

Pasukan Sekutu saat berperang dengan pejuang Indonesia di Bojongkokosan, Sukabumi. l Istimewa
Konvoi Pasukan Sekutu saat berperang dengan pejuang Indonesia di Bojongkokosan, Sukabumi – Ist

Untuk mengenang sejarah berdarah tersebut, diorama yang memperlihatkan pasukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) Sukabumi dipimpin Eddie Sukardi dan AJF Doulton bertempur sengit di tepi tebing dapat dilihat di Museum Palagan Bojongkokosan.

Meskipun tidak diketahui secara pasti jumlah pasukan yang terlibat peperangan, namun diperkirakan melibatkan ribuan pasukan Gurkha dengan puluhan tank, gerbong lapis baja, tank baja, mortir, dan senapan mesin.

Korban tercatat berjumlah 73 orang tewas dari pihak pejuang RI. Sedangkan, dari pihak lawan sebanyak 100 tentara tewas, 100 luka parah, dan 30 lainnya memilih menyerahkan diri.

Tak hanya itu, ratusan warga sipil tewas atau terluka, dan ratusan rumah hancur.

Baca Juga :  Dua Kali Tertabrak Mobil di Parungkuda Sukabumi, Pemotor Patah Kaki

Baca Juga: Kisah Ulama Kharismatik Sukabumi, KH Muhammad Kholilullah Berjuang dengan Pena dan Golok

Pemicu pertempuran Bojongkokosan 

Diorama pertempuran Bojongkokosan Sukabumi - Ist
Diorama pertempuran Bojongkokosan Sukabumi – Ist

Masih menurut sumber yang sama, pertempuran tersebut terjadi akibat kedatangan pasukan Sekutu yang terdiri dari Britania Raya, Gurkha, dan NICA sebanyak satu batalion yang berusaha memasuki Sukabumi.

Kedatangan pasukan Sekutu di Sukabumi dilatarbelakangi oleh tiga tujuan utama, yakni pertama, mengambil tawanan Jepang di daerah Sukabumi dan sekitarnya.

Baca Juga: Profil dan Kisah Wilhelmina, Ratu Belanda yang Tak Rela Warga Sukabumi Bahagia

Kemudian kedua, memberikan bantuan ke Bandung yang pada saat itu sedang terjadi kerusuhan antara pemuda dengan pasukan Sekutu, dan ketiga, menjaga kelancaran jalur darat antara Bogor-Sukabumi-Cianjur.

Hari Juang Siliwangi

Sejak tahun 2004, pertempuran yang terjadi pada 9 Desember 1945 ini diperingati sebagai Hari Juang Siliwangi.

Berita Terkait

Kathellen Sousa, rekan Cristiano Ronaldo mualaf jelang Ramadhan
1 Ramadhan: PERSIS gunakan Imkanur Rukyat, membanding dengan NU dan Muhammadiyah
14 Februari dan Hari Valentine menurut media AS: Ditetapkan gereja, Paus Gelasius I
28 stasiun radio di Sukabumi dan sejarah 13 Februari Hari Radio Sedunia
Sampai kapan orang yang baru memeluk Islam menyandang sebutan mualaf?
Harimau Sunda dan Kontinental: Mengapa hanya dua subspesies maung di dunia?
Pamer manuskrip turats ulama Pasundan, pengertian Haol Masyayikh di Sunanulhuda Sukabumi
Haram! Hukum membuang sampah sembarangan menurut Islam, ini dalilnya

Berita Terkait

Jumat, 20 Februari 2026 - 02:04 WIB

Kathellen Sousa, rekan Cristiano Ronaldo mualaf jelang Ramadhan

Kamis, 19 Februari 2026 - 04:21 WIB

1 Ramadhan: PERSIS gunakan Imkanur Rukyat, membanding dengan NU dan Muhammadiyah

Sabtu, 14 Februari 2026 - 04:00 WIB

14 Februari dan Hari Valentine menurut media AS: Ditetapkan gereja, Paus Gelasius I

Jumat, 13 Februari 2026 - 19:06 WIB

28 stasiun radio di Sukabumi dan sejarah 13 Februari Hari Radio Sedunia

Jumat, 13 Februari 2026 - 01:40 WIB

Sampai kapan orang yang baru memeluk Islam menyandang sebutan mualaf?

Berita Terbaru

Ilustrasi petugas sedang memantau peristiwa gempa bumi - sukabumiheadline.com

Sukabumi

Malam ini dua kali gempa guncang Sukabumi

Jumat, 20 Feb 2026 - 00:28 WIB


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131