SUKABUMIHEADLINES.com – Keterbatasan akses jalan menuju salah satu kampung yang terletak di Hutan Lindung Gonggang, membuat salah satu kampung di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi sulit mendapat aliran listrik.
Baru empat tahun lalu Kampung Bangbayang, Desa Cicukang, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi mendapat aliran listrik dengan cara patungan untuk menerangi warga yang menghuni kampung seluas 7 hektar itu.
Kampung Bangbayang, tepatnya berada di perbatasan antara Kabupaten Sukabumi dengan Cianjur. Akses ke kampung tersebut begitu sulit karena berada di Gunung Gonggang
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rahma (41 tahun), salah seorang warga mengatakan untuk menuju ke kampung Bangbayang hanya ada jalan setapak yang bisa dilewati kendaraan bermotor.
“Karena berada di Gunung Gonggang dan akses jalan untuk masuk ke desa juga susah. Di sini hanya ada 13 kepala keluarga (KK), mata pencaharian warga di sini sebagai besar buruh tani atau buruh perhutani,” kata Ahmad,warga RT 06/04 kepada sukabumiheadlines.com, Senin, 26 Juli 2021.
Bahkan, untuk mendapatkan aliran listrikpun, warga terpaksa harus patungan hingga terkumpul Rp 10 juta.
“Agar kampung kami dialiri listrik, kami patungan hingga terkumpul Rp 10 juta untuk biaya pemasangan dan terpasang 1.300 watt dengan repling kabel sejauh dua Kilometer dari kampung terdekat. Lalu kami bagi ke 13 rumah yang ada di sini,” lanjut Rahma.
Tak hanya itu, untuk pergi sekolah SD pun para pelajar harus menempuh jarak sejauh empat kilometer yang harus ditempuh dengan berjalan kaki selama 30 menit karena akses jalan tidak bisa dilewati kendaraan.
“Lokasi Kampung dekat dengan Hutan Lindung Gunung Gonggang jadi warga tak kaget lagi jika ketemu hewan endemik seperti kera, orang utan, dan lutung. Selama ini keberadaan hewan-hewan liar tersebut tidak mengganggu warga. Masyarakat di ini juga sangat menjaga hutan dan sumber mata air,” ungkap Rahma.
Meski hidup di pelosok dan infrastruktur jauh dari kata layak, warga tetap memilih bertahan di Kampung Bangbayang. “Kami hanya minta kepada pemerintah untuk lebih memperhatikan keberadaan kampung ini,“ pungkas dia.