Hilang Digantikan Robot, Sri Mulyani Prediksi Kiamat Jutaan Teller Bank

- Redaksi

Senin, 28 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teller bank. l Istimewa

Teller bank. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINE.com l Era digital telah mengakibatkan terjadinya disrupsi digital. Ada banyak sektor terdongkrak, tapi ada banyak juga yang tergilas.

Menteri Keuangan Sri Mulyani memprediksi, salah satu sektor yang akan terdampak disrupsi digital adalah perbankan. Sri sudah memprediksi kiamat bagi pekerjaan dengan posisi teller hingga back office, yang saat ini masih dikerjakan jutaan orang.

Sebelumnya Sri pernah menyebut bahwa pada tahun 2045 mendatang kemungkinan sudah tidak ada lagi profesi teller bank karena masyarakat sudah beralih ke bank digital. Fenomena ini bahkan sudah terjadi di Eropa di mana beberapa bank beroperasi tanpa memberikan layanan secara personal dan digantikan oleh teknologi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Menkeu, dua posisi tersebut akan hilang dan digantikan robot. Namun, menurutnya, disrupsi dan transformasi digital menjadi tantangan global, tidak eksklusif terjadi di Indonesia.

“Transformasi digital itu memunculkan ekonomi-ekonomi baru. [Teller dan back office bank] mungkin akan hilang, katakanlah, tetapi pasti akan memunculkan services baru yang dibutuhkan masyarakat,” terangnya.

Vikram Pandit, yang pernah menjabat sebagai Executive Officer Citigroup Inc era 2007-2012, sempat mengatakan kepada Bloomberg TV pada 2017 bahwa teknologi artificial intelligence dan robot akan menghilangkan pekerjaan bank dalam 30 tahun ke depan. Hal tersebut pada akhirnya turun menekan jumlah karyawan yang dipekerjakan oleh perusahaan di industri perbankan.

Berita Terkait

Top 5 merek smartphone paling laris di dunia 2026, didominasi produk HP China
Suka belanja di HERO Supermarket? Ternyata pemiliknya mualaf asal Sukabumi
Di Sukabumi Wamentan Alim minta hilirisasi kopi dan kakao dikebut
Profil dan harta Eddy Kusnadi Suriaatmadja, bos SCTV dan Indosiar, paling dermawan se-Asia
Januari-September 2026 penumpang KA Pangrango dari Sukabumi naik 613.678 orang
Menaker luncurkan program Tailor Made Training Batch 2 di Sukabumi
Besok becak listrik Prabowo dibagikan gratis di Sukabumi, cek spesifikasi, fitur dan harganya
Satu di Sukabumi, 65 lokasi Kampung Nelayan Merah Putih dilengkapi cold storage

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:02 WIB

Top 5 merek smartphone paling laris di dunia 2026, didominasi produk HP China

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Suka belanja di HERO Supermarket? Ternyata pemiliknya mualaf asal Sukabumi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:30 WIB

Di Sukabumi Wamentan Alim minta hilirisasi kopi dan kakao dikebut

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:37 WIB

Profil dan harta Eddy Kusnadi Suriaatmadja, bos SCTV dan Indosiar, paling dermawan se-Asia

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:30 WIB

Januari-September 2026 penumpang KA Pangrango dari Sukabumi naik 613.678 orang

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB