SUKABUMIHEADLINE.com l Era digital telah mengakibatkan terjadinya disrupsi digital. Ada banyak sektor terdongkrak, tapi ada banyak juga yang tergilas.
Menteri Keuangan Sri Mulyani memprediksi, salah satu sektor yang akan terdampak disrupsi digital adalah perbankan. Sri sudah memprediksi kiamat bagi pekerjaan dengan posisi teller hingga back office, yang saat ini masih dikerjakan jutaan orang.
Sebelumnya Sri pernah menyebut bahwa pada tahun 2045 mendatang kemungkinan sudah tidak ada lagi profesi teller bank karena masyarakat sudah beralih ke bank digital. Fenomena ini bahkan sudah terjadi di Eropa di mana beberapa bank beroperasi tanpa memberikan layanan secara personal dan digantikan oleh teknologi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Menkeu, dua posisi tersebut akan hilang dan digantikan robot. Namun, menurutnya, disrupsi dan transformasi digital menjadi tantangan global, tidak eksklusif terjadi di Indonesia.
“Transformasi digital itu memunculkan ekonomi-ekonomi baru. [Teller dan back office bank] mungkin akan hilang, katakanlah, tetapi pasti akan memunculkan services baru yang dibutuhkan masyarakat,” terangnya.
Vikram Pandit, yang pernah menjabat sebagai Executive Officer Citigroup Inc era 2007-2012, sempat mengatakan kepada Bloomberg TV pada 2017 bahwa teknologi artificial intelligence dan robot akan menghilangkan pekerjaan bank dalam 30 tahun ke depan. Hal tersebut pada akhirnya turun menekan jumlah karyawan yang dipekerjakan oleh perusahaan di industri perbankan.