sukabumiheadline.com – Data komponen Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) terkait Sumbangan Pendapatan Perempuan (SPP) terhadap pendapatan total keluarga untuk Kota dan Kabupaten Sukabumi mencatat angka di atas 25 persen.
Untuk informasi, dikutip sukabumiheadline.com dari data terakhir Badan Pusat Statistik (BPS), Rabu (22/4/2026), SPP di Kota Sukabumi sebesar 29,62 persen terhadap pendapatan keluarga.
Sedangkan, SPP di Kabupaten Sukabumi mencatat 27,76 persen terhadap total penghasilan keluarga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai ilustrasi, jika penghasilan total keluarga Rp1 juta, maka sebesar Rp277.600 merupakan kontribusi perempuan. Jumlah tersebut menunjukkan angka signifikan terhadap keberlangsungan keluarga.
Namun demikian, pemda kota, kabupaten, dan provinsi bakal terus menggenjot angka SPP hingga setidaknya 50 persen sebagai bentuk komitmen meningkatkan IDG.
Untuk informasi, SPP di Provinsi Jawa Barat adalah 28,70 persen.
Pengertian SPP

Dilansir dari laman resmi Open Data Jawa Barat, data komponen IDG terkait SPP untuk kota dan kabupaten didasarkan pada proporsi pendapatan perempuan terhadap total pendapatan, keterlibatan perempuan di parlemen, dan perempuan sebagai tenaga profesional. SPP berfokus pada peran ekonomi perempuan di pasar kerja.
SPP mengukur rasio pendapatan yang dihasilkan perempuan dibandingkan laki-laki dalam sektor formal dan informal.
SPP adalah komponen kunci Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) yang mengukur persentase kontribusi pendapatan pekerja perempuan terhadap total pendapatan keluarga, dengan persentase di bawah 50% menunjukkan masih adanya ketimpangan gender.
Komponen ini menyoroti peran ekonomi, pemberdayaan, dan partisipasi perempuan dalam pendapatan rumah tangga.
Detail komponen IDG dan SPP

Definisi: Persentase kontribusi pendapatan dari masing-masing gender (perempuan vs laki-laki) terhadap total pendapatan.
Konteks IDG: Merupakan salah satu dari tiga dimensi utama IDG—bersama keterlibatan perempuan di parlemen dan tenaga profesional—untuk mengukur kesetaraan dalam ekonomi dan politik.
Tren & Nilai: Di Indonesia, SPP menunjukkan tren peningkatan namun secara umum masih di bawah 40% (misalnya 37,31% pada 2024), yang berarti masih timpang dibandingkan laki-laki.
Pengukuran: Data diambil dari survei ketenagakerjaan dan pendapatan yang mencerminkan partisipasi ekonomi aktif perempuan.
Metode: Perhitungan SPP sering kali melibatkan persentase rata-rata pendapatan yang setara dengan distribusi merata (equally distributed equivalent percentage – EDEP).
Contoh penggunaan, data mengenai komponen ini sering digunakan dalam SIGA Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak RI untuk memantau kemajuan kesetaraan gender di Indonesia.









