Garis Kemiskinan, jumlah dan persentase warga miskin Kabupaten Sukabumi 5 tahun terakhir

- Redaksi

Jumat, 29 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi warga miskin - sukabumiheadline.com

Ilustrasi warga miskin - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Penduduk Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Menurut Data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penduduk kabupaten ini mencapai 2.761,48 ribu (juta) pada 2021, lalu naik jadi 2.775,31 ribu (2022), 2.802,40 ribu (2023), 2.828,02 ribu (2024), dan pada 2025 kembali naik menjadi 2.852,11 ribu.

Dari data di atas, jumlah penduduk Kabupaten Sukabumi naik sekira 57,63 ribu jiwa dalam 5 tahun. Dari 2.761,48 ribu jiwa pada 2021 menjadi 2.852,11 ribu jiwa pada 2025.

Namun BPS juga mengungkap, pada 2025, sebanyak 164,63 ribu orang di antaranya masuk dalam kategori Miskin, atau hidup dibawah Garis Kemiskinan, Rp431.785 per bulan/orang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga: Segini luas dan jumlah penduduk 21 kecamatan CDOB Kabupaten Sukabumi Utara

Berikut adalah angka Garis Kemiskinan, Jumlah Penduduk Miskin, dan Persentase Penduduk Miskin di Kabupaten Sukabumi, 2021-2025, dikutip sukabumiheadline.com dari data Survei Sosial Ekonomi Nasional Maret pada Badan Pusat Statistik (BPS), Jumat (29/5/2026).

1. Garis Kemiskinan (rupiah/kapita/bulan)

Ilustrasi warga miskin - sukabumiheadline.com
Ilustrasi warga miskin – sukabumiheadline.com

Garis kemiskinan adalah batas minimum pendapatan atau pengeluaran yang dianggap cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup layak. Standar ini mencakup pemenuhan kebutuhan pokok minimum makanan (setara 2.100 kilokalori per kapita per hari) serta kebutuhan non-makanan esensial seperti pakaian, perumahan, pendidikan, dan kesehatan.

Adapun Garis Kemiskinan versi BPS (Nasional) diukur melalui pendekatan kebutuhan dasar yang dihitung berdasarkan rata-rata pengeluaran minimum per kapita per bulan. Angkanya bervariasi di tiap daerah (berkisar di angka ratusan ribu hingga di atas Rp800.000 per bulan tergantung provinsi) dan digunakan pemerintah untuk menyalurkan Program Keluarga Harapan (PKH).

Sedangkan versi Bank Dunia (global), acuannya gak menggunakan Purchasing Power Parity (PPP) untuk perbandingan antar negara, yang sering kali menetapkan batas pengeluaran lebih tinggi untuk mencerminkan status ekonomi negara yang bersangkutan.

BPS mengkategorikan seseorang sebagai penduduk miskin jika rata-rata pengeluaran per kapita per bulan berada di bawah Garis Kemiskinan (pada September 2025 tercatat secara nasional sekitar Rp609.160/bulan).

Dengan demikian, seorang penduduk berpenghasilan per bulan lebih rendah dari angka Garis Kemiskinan yang ditetapkan di bawah, maka dikategorikan sebagai Miskin.

Berikut adalah angka Garis Kemiskinan Kabupaten Sukabumi dalam 5 tahun terakhir.

  1. 2021: Rp342.094
  2. 2022: Rp357.636
  3. 2023: Rp392.705
  4. 2024: Rp416.751
  5. 2025: Rp431.785

Berita Terkait: Sukabumi berapa? Ini jumlah penduduk kota dan kabupaten se-Jawa Barat 2021-2025

Jumlah Penduduk Miskin

Jumlah penduduk berpenghasilan per bulan lebih rendah dari angka Garis Kemiskinan yang ditetapkan di atas, 2021-2026.

  1. 2021: 194,35 ribu
  2. 2022: 186,28 ribu
  3. 2023: 178,71 ribu
  4. 2024: 175,93 ribu
  5. 2025: 164,63 ribu

Persentase Penduduk Miskin

Persentase penduduk miskin di Kabupaten Sukabumi berbanding total jumlah penduduk.

  1. 2021: 7,70% dari total penduduk
  2. 2022: 7,34% dari total penduduk
  3. 2023: 7,01% dari total penduduk
  4. 2024: 6,87% dari total penduduk
  5. 2025: 6,41% dari total penduduk

Berita Terkait

Yongjin dan Yakjin masuk, ini daftar pabrik garmen tertua di Sukabumi
Intip kapasitas, profil dan pemilik saham Star Energy Geothermal Salak Sukabumi
Membanding panjang garis pantai Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia, dan dunia
Merinci pemilik saham semen SCG Sukabumi, dari SSO hingga pemerintah Tailan
Membanding pengeluaran perkapita pria dan wanita Sukabumi, laki-laki lebih boros
Kisah hidup Nani Adiwijaya: Dari rahimnya lahir menteri dan dirut BUMN asal Sukabumi
Sengkarut HGU PT Citimu: Restu Bupati Sukabumi, dugaan main uang, hingga lapor Ombudsman RI
Terbesar di Sukabumi, 184 hektare hutan terbakar di Jawa Barat

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 09:00 WIB

Yongjin dan Yakjin masuk, ini daftar pabrik garmen tertua di Sukabumi

Rabu, 2 September 2026 - 00:06 WIB

Intip kapasitas, profil dan pemilik saham Star Energy Geothermal Salak Sukabumi

Selasa, 1 September 2026 - 19:49 WIB

Membanding panjang garis pantai Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia, dan dunia

Senin, 31 Agustus 2026 - 04:38 WIB

Merinci pemilik saham semen SCG Sukabumi, dari SSO hingga pemerintah Tailan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Membanding pengeluaran perkapita pria dan wanita Sukabumi, laki-laki lebih boros

Berita Terbaru

Sebuah rumah bergaTaufiq Ismail membaca puisi di Kota Sukabumi - Fadli Zon

Kultur

Kala penyair legendaris Taufiq Ismail baca puisi di Sukabumi

Minggu, 13 Sep 2026 - 21:42 WIB