Menghitung jumlah pengangguran di Kota Sukabumi menurut tingkat pendidikan

- Redaksi

Sabtu, 6 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pengangguran sedang mencari pekerjaan - sukabumiheadline.com

Ilustrasi pengangguran sedang mencari pekerjaan - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Data hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) memotret jumlah pengangguran di Kota Sukabumi didominasi lulusan SMA/SMK/MA. Di posisi kedua, pengangguran ditempati warga yang berpendidikan SD. Sedangkan, lulusan SMP di posisi ketiga.

Jumlah pengangguran di Kota Sukabumi menurut tingkat pendidikan

Dikutip sukabumiheadline.com dari data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) BPS, Sabtu (6/6/2026), berikut adalah jumlah Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan dan Jenis Kegiatan Selama Seminggu Terakhir di Kota Sukabumi, 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari data BPS, diketahui jumlah angkatan kerja di Kota Sukabumi sebanyak 186.146 jiwa. Dari jumlah tersebut, 170.905 jiwa di antaranya “bekerja”, pengangguran sebanyak 15.241 jiwa.

Sedangkan, persentase yang bekerja terhadap jumlah angkatan kerja adalah 91,81 persen. Artinya, sebanyak 8,19 persen menganggur.

Berikut rinciannya menurut tingkat pendidikan:

SD

  • Bekerja: 41.509 jiwa
  • Pengangguran: 2.500 jiwa
  • Jumlah Angkatan Kerja: 44.009 jiwa
  • Persentase Bekerja Terhadap Angkatan Kerja: 94,32 persen

SMP

  • Bekerja: 29.602 jiwa
  • Pengangguran: 1.366 jiwa
  • Jumlah Angkatan Kerja: 30.968 jiwa
  • Persentase Bekerja Terhadap Angkatan Kerja: 95,59 persen

SMA/SMK/MA

  • Bekerja: 72.411 jiwa
  • Pengangguran: 10.130 jiwa
  • Jumlah Angkatan Kerja: 82.541 jiwa
  • Persentase Bekerja Terhadap Angkatan Kerja: 87,73 persen

Sarjana

  • Bekerja: 27.383 jiwa
  • Pengangguran: 1.245 jiwa
  • Jumlah Angkatan Kerja: 28.628 jiwa
  • Persentase Bekerja Terhadap Angkatan Kerja: 95,65 persen

Jumlah

  • Bekerja: 170.905 jiwa
  • Pengangguran: 15.241 jiwa
  • Jumlah Angkatan Kerja: 186.146 jiwa
  • Persentase Bekerja Terhadap Angkatan Kerja: 91,81 persen

Definisi “pengangguran” dan “bekerja” menurut BPS

Menurut BPS, pengangguran adalah penduduk usia kerja (15 tahun ke atas) yang tidak bekerja tetapi sedang mencari pekerjaan, mempersiapkan usaha baru, putus asa karena tidak mungkin mendapat pekerjaan, atau sudah diterima bekerja namun belum mulai bekerja.

BPS mengukur pengangguran menggunakan indikator utama yang disebut Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), yaitu persentase jumlah pengangguran dibandingkan dengan total angkatan kerja.

Sedangkan definisi “bekerja” menurut BPS, adalah orang yang melakukan kegiatan pekerjaan dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh penghasilan atau keuntungan, paling sedikit selama 1 jam secara terus menerus dalam kurun seminggu yang lalu.

Definisi ini mencakup beberapa aspek penting dalam pengumpulan data ketenagakerjaan, yakni:

Paling Sedikit Satu Jam: Durasi minimal satu jam menjadi tolok ukur agar kegiatan tersebut dihitung sebagai bekerja. Ini mencakup mereka yang bekerja secara tidak beraturan atau paruh waktu.

Mendapatkan Penghasilan/Keuntungan: Tujuan dari pekerjaan tersebut adalah untuk mendapatkan upah, gaji, atau keuntungan material.

Membantu Memperoleh Penghasilan: Termasuk juga orang yang membantu bekerja tanpa menerima upah (misalnya: anggota keluarga yang membantu menjaga warung atau menggarap sawah).

Selain itu, menurut BPS, mereka yang sedang sementara tidak bekerja (seperti pegawai yang sedang cuti atau sakit, serta petani yang sedang menunggu panen) juga dikategorikan sebagai orang yang bekerja.

Berita Terkait

Merinci pemilik saham semen SCG Sukabumi, dari SSO hingga pemerintah Tailan
Membanding pengeluaran perkapita pria dan wanita Sukabumi, laki-laki lebih boros
Kisah hidup Nani Adiwijaya: Dari rahimnya lahir menteri dan dirut BUMN asal Sukabumi
Sengkarut HGU PT Citimu: Restu Bupati Sukabumi, dugaan main uang, hingga lapor Ombudsman RI
Terbesar di Sukabumi, 184 hektare hutan terbakar di Jawa Barat
Jumlah wanita Sukabumi lebih sedikit ketimbang pria, ternyata bukan karena kematian
Menghitung angka drop out pelajar di Kabupaten Sukabumi 2026: SD juara 3, SMP dan SMA?
Profil Wilhelmina, Ratu Belanda yng enggan melihat warga Sukabumi bahagia

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 04:38 WIB

Merinci pemilik saham semen SCG Sukabumi, dari SSO hingga pemerintah Tailan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Membanding pengeluaran perkapita pria dan wanita Sukabumi, laki-laki lebih boros

Selasa, 25 Agustus 2026 - 02:30 WIB

Kisah hidup Nani Adiwijaya: Dari rahimnya lahir menteri dan dirut BUMN asal Sukabumi

Senin, 24 Agustus 2026 - 04:00 WIB

Sengkarut HGU PT Citimu: Restu Bupati Sukabumi, dugaan main uang, hingga lapor Ombudsman RI

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:45 WIB

Terbesar di Sukabumi, 184 hektare hutan terbakar di Jawa Barat

Berita Terbaru

Khazanah

Di balik alasan Sukabumi disebut Priangan dari Barat

Senin, 31 Agu 2026 - 09:00 WIB

Jan Koum, pendiri WhatsApp - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Inspirasi

Kisah hidup Jan Koum, pendiri WhatsApp yang mantan tukang sapu

Senin, 31 Agu 2026 - 05:56 WIB

Ilustrasi guru sedang mengajar di kelas - sukabumiheadline.com

Sukabumi

PPPK Kabupaten Sukabumi tolak tes ulang dan batas usia 35 tahun

Minggu, 30 Agu 2026 - 19:02 WIB