sukabumiheadline.com – Data hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) memotret jumlah pengangguran di Kota Sukabumi didominasi lulusan SMA/SMK/MA. Di posisi kedua, pengangguran ditempati warga yang berpendidikan SD. Sedangkan, lulusan SMP di posisi ketiga.
Jumlah pengangguran di Kota Sukabumi menurut tingkat pendidikan
Dikutip sukabumiheadline.com dari data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) BPS, Sabtu (6/6/2026), berikut adalah jumlah Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan dan Jenis Kegiatan Selama Seminggu Terakhir di Kota Sukabumi, 2025.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari data BPS, diketahui jumlah angkatan kerja di Kota Sukabumi sebanyak 186.146 jiwa. Dari jumlah tersebut, 170.905 jiwa di antaranya “bekerja”, pengangguran sebanyak 15.241 jiwa.
Sedangkan, persentase yang bekerja terhadap jumlah angkatan kerja adalah 91,81 persen. Artinya, sebanyak 8,19 persen menganggur.
Berikut rinciannya menurut tingkat pendidikan:
SD
- Bekerja: 41.509 jiwa
- Pengangguran: 2.500 jiwa
- Jumlah Angkatan Kerja: 44.009 jiwa
- Persentase Bekerja Terhadap Angkatan Kerja: 94,32 persen
SMP
- Bekerja: 29.602 jiwa
- Pengangguran: 1.366 jiwa
- Jumlah Angkatan Kerja: 30.968 jiwa
- Persentase Bekerja Terhadap Angkatan Kerja: 95,59 persen
SMA/SMK/MA
- Bekerja: 72.411 jiwa
- Pengangguran: 10.130 jiwa
- Jumlah Angkatan Kerja: 82.541 jiwa
- Persentase Bekerja Terhadap Angkatan Kerja: 87,73 persen
Sarjana
- Bekerja: 27.383 jiwa
- Pengangguran: 1.245 jiwa
- Jumlah Angkatan Kerja: 28.628 jiwa
- Persentase Bekerja Terhadap Angkatan Kerja: 95,65 persen
Jumlah
- Bekerja: 170.905 jiwa
- Pengangguran: 15.241 jiwa
- Jumlah Angkatan Kerja: 186.146 jiwa
- Persentase Bekerja Terhadap Angkatan Kerja: 91,81 persen
Definisi “pengangguran” dan “bekerja” menurut BPS
Menurut BPS, pengangguran adalah penduduk usia kerja (15 tahun ke atas) yang tidak bekerja tetapi sedang mencari pekerjaan, mempersiapkan usaha baru, putus asa karena tidak mungkin mendapat pekerjaan, atau sudah diterima bekerja namun belum mulai bekerja.
BPS mengukur pengangguran menggunakan indikator utama yang disebut Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), yaitu persentase jumlah pengangguran dibandingkan dengan total angkatan kerja.
Sedangkan definisi “bekerja” menurut BPS, adalah orang yang melakukan kegiatan pekerjaan dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh penghasilan atau keuntungan, paling sedikit selama 1 jam secara terus menerus dalam kurun seminggu yang lalu.
Definisi ini mencakup beberapa aspek penting dalam pengumpulan data ketenagakerjaan, yakni:
Paling Sedikit Satu Jam: Durasi minimal satu jam menjadi tolok ukur agar kegiatan tersebut dihitung sebagai bekerja. Ini mencakup mereka yang bekerja secara tidak beraturan atau paruh waktu.
Mendapatkan Penghasilan/Keuntungan: Tujuan dari pekerjaan tersebut adalah untuk mendapatkan upah, gaji, atau keuntungan material.
Membantu Memperoleh Penghasilan: Termasuk juga orang yang membantu bekerja tanpa menerima upah (misalnya: anggota keluarga yang membantu menjaga warung atau menggarap sawah).
Selain itu, menurut BPS, mereka yang sedang sementara tidak bekerja (seperti pegawai yang sedang cuti atau sakit, serta petani yang sedang menunggu panen) juga dikategorikan sebagai orang yang bekerja.









