Indonesia nomor 4 penghasil alpukat terbesar di dunia, berapa dari Sukabumi?

- Redaksi

Minggu, 20 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Buah alpukat - Ist

Buah alpukat - Ist

sukabumiheadline.com – Alpukat, atau persea americana, adalah buah yang populer karena rasanya yang lezat dan kaya akan nutrisi. Buah ini memiliki banyak manfaat kesehatan, termasuk meningkatkan kesehatan jantung, membantu pencernaan, dan berpotensi mengurangi risiko penyakit tertentu.

Sejumlah penyakit berbahaya disebut bisa diredakan oleh buah ini. Dari mulai jantung, pencernaan, mata, kanker, kulit, dan banyak penyakit lainnya.

Alpukat merupakan buah yang populer di berbagai belahan dunia. Faktanya Indonesia adalah salah satu penghasil buah tropis terbesar di dunia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lantas, negara mana sajakah penghasil alpukat terbesar di dunia? Berikut daftar 5 negara terbesar penghasil buah alpukat dalam satuan ton metrik.

Untuk informasi, ton metrik, atau dalam bahasa Indonesia sering disebut hanya sebagai ton saja, adalah satuan massa yang sama dengan 1,000 kilogram. Ton metrik setara dengan 2204.6 pon, 1,102 ton pendek atau setara dengan 0,984 ton panjang. Unit Sistem Satuan Internasional resmi ini disebut sebagai megagram.

1. Meksiko

Meksiko adalah produsen alpukat terkemuka, dengan produksi sekitar 2,5 juta metrik ton per tahun. Meksiko memiliki tanah vulkanik yang subur dan kondisi iklim yang ideal untuk alpukat Hass, yang bertekstur lembut dan kaya rasa, serta digunakan di seluruh dunia. Meksiko juga merupakan pemimpin dunia dalam ekspor alpukat, dengan sebagian besar alpukat diekspor ke AS, Kanada, dan Jepang.

Baca Juga: Musim Panas Telah Tiba, Segarkan Tenggorokan di Alpokat Kocok Khayla Sukabumi

2. Kolombia

Kolombia adalah produsen alpukat terbesar kedua, dengan produksi sekitar 1,1 juta metrik ton per tahun. Industri alpukat di Kolombia berkembang pesat, terutama di wilayah Antioquia dan Tolima. Kolombia mengekspor alpukat dalam jumlah besar ke Eropa dan telah menjadi pemain kunci di pasar alpukat global.

3. Peru

Peru adalah produsen alpukat terbesar ketiga, dengan total produksi sekitar 0,9 juta metrik ton. Peru membudidayakan varietas alpukat Hass dan Fuerte. Budidaya alpukat terutama dilakukan di lembah-lembah pesisir Peru, yang memiliki iklim paling menguntungkan karena kondisinya yang kering. Peru mengekspor alpukat dalam jumlah besar ke Eropa dan Tiongkok.

Baca Juga: Seruput Es Campur Gang Nugraha Sukabumi, Kuliner Legendaris sejak 1970

4. Indonesia

Indonesia berada di peringkat keempat dengan produksi sekitar 0,7 juta metrik ton. Iklim tropis menciptakan kondisi ideal untuk produksi alpukat sepanjang tahun. Meskipun sebagian besar alpukat dikonsumsi secara lokal, produksinya berkembang pesat.

5. Kenya

Kenya memproduksi sekitar 0,4 juta metrik ton per tahun. Ekspor alpukat Kenya telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, terutama ke Timur Tengah dan Eropa. Mayoritas alpukat yang ditanam di Kenya adalah jenis Fuerte dan Hass.

Alpukat Sukabumi

Diberitakan sukabumiheadline.com sebelumnya, produksi buah alpukat dari Kabupaten Sukabumi hanya 3.955,7 kg, atau kurang dari 4 ton pada 2023 lalu. Baca selengkapnya: Mengenal 5 jenis buah paling banyak dihasilkan dari Sukabumi

Namun, pada 2024 terjadi kenaikan cukup signifikan menjadi 46.769,03 kuintal atau 4,6 ton lebih. Baca selengkapnya: 25 jenis buah dihasilkan dari Kabupaten Sukabumi, dari alpukat hingga jengkol

Berita Terkait

Soal KRL Sukabumi, KAI: Pelanggan KA Pangrango terus meningkat
Giliran Menhub bicara pembangunan jalur KRL Sukabumi dan Cikampek
Berubah lagi, cicilan Kopdes Merah Putih kini dibayar APBN Rp3 miliar per gerai
Sukabumi hasilkan 11 ribu ton, ini 8 cara rawat pohon kakao tua agar berbuah lebat
Bunyi aturan baru, DAU dan Dana Desa bisa digunakan untuk Kopdes Merah Putih
Mulai 6 April 2026, bayar pajak kendaraan di Jabar tak perlu KTP pemilik lama
Daftar kecamatan penghasil jagung di Sukabumi, ratusan ribu ton!
Meski berlaku WFH di perusahaan, hak upah dan cuti pegawai tak boleh hilang

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 18:57 WIB

Soal KRL Sukabumi, KAI: Pelanggan KA Pangrango terus meningkat

Jumat, 10 April 2026 - 13:39 WIB

Giliran Menhub bicara pembangunan jalur KRL Sukabumi dan Cikampek

Kamis, 9 April 2026 - 17:43 WIB

Berubah lagi, cicilan Kopdes Merah Putih kini dibayar APBN Rp3 miliar per gerai

Kamis, 9 April 2026 - 01:27 WIB

Sukabumi hasilkan 11 ribu ton, ini 8 cara rawat pohon kakao tua agar berbuah lebat

Senin, 6 April 2026 - 22:11 WIB

Bunyi aturan baru, DAU dan Dana Desa bisa digunakan untuk Kopdes Merah Putih

Berita Terbaru