Ini 9 Program 100 Hari Bupati/Wabup Sukabumi finish 31 Mei, mana sudah terwujud?

- Redaksi

Sabtu, 31 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Program 100 Hari Bupati Sukabumi Asep Japar dan Wakil Bupati Sukabumi Andreas - Istimewa

Program 100 Hari Bupati Sukabumi Asep Japar dan Wakil Bupati Sukabumi Andreas - Istimewa

sukabumiheadline.com – Program 100 hari kerja adalah langkah awal dari Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi, Asep Japar-Andreas, untuk memastikan bahwa visi dan misi telah mulai dijalankan.

Program 100 hari kerja merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Visi Misi Daerah selama 5 tahun berjalan, periode 2025-2030.

Untuk memastikan apakah program 100 hari sudah berjalan sesuai dengan yang dijanjikan, sukabumiheadline.com menyajikan uraian mengenai Program 100 Hari pasangan Asep Japar-Andreas, data dikutip, Sabtu (30/5/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program Kerja 100 Hari Asep Japar Andreas
Program Kerja 100 Hari Asep Japar-Andreas – Istimewa
  1. Generasi Mencrang: Generasi Mandiri, Cerdas dan Gemilang
  2. Program Sukabumi Sakti: Program Sukabumi Sehat, Kuat, dan Inspiratif
  3. Pemuda Berkarya Sukabumi Berdaya: Program Pemberdayaan Pemuda
  4. Program Permata Suci: Perempuan Mandiri dan Tangguh untuk Sukabumi Cemerlang dan Inovatif
  5. Program Trendi: Program Pesantren Melek Digital
  6. UMKM-IKM Motekar: Mandiri dengan Optimalisasi Teknologi Secara Terarah
  7. Pembangunan Rumah Sakinah: Rumah Sehat, Layak, Nyaman, Aman dan Berkah
  8. Taman Interaksi Warga: Taman Inovasi, Teknologi, Olahraga, Kreativitas dan Silaturahmi Warga
  9. Program Tumaninah: Infrastruktur Mantap, Terintegrasi dan Terarah.
Baca Juga :  Bupati Sukabumi kembali kena boikot DPRD, Dewex: Belum 100 hari sudah 2 kali, #sukabumipesimis

Untuk informasi, Program 100 Hari Asep Japar-Andreas, terhitung sejak 21 Februari 2025 hingga 31 Mei 2025.

Sedangan, untuk Program Unggulan, pasangan Asep Japar-Andreas menawar 13 poin. Baca selengkapnya: Sukabumi Leucir: Ini 13 Program Unggulan Asep Japar-Andreas, ada Jalan Kabupaten mulus

Baca Juga :  Penduduk miskin Kota Sukabumi naik, ranking berapa se-Jawa Barat?

Asep Japar-Andreas kalahkan Iyos Somantri-Zainul

Seperti diberitakan sukabumiheadline.com sebelumnya, pasangan Asep Japar-Andreas ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi terpilih, setelah sebelumnya digugat pasangan nomor urut 1, Iyos Somantri dan Zainul ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Namun, Asep Japar dan Andreas ditetapkan sebagai pasangan terpilih dengan 564.862 suara. Dengan demikian, Permohonan Perkara Nomor 235/PHPU.BUP-XXIII/2025 yang dimohonkan pasangan Iyos Soemantri dan Zainul diputuskan tidak diterima Mahkamah Konstitusi (MK). Baca selengkapnya: MK tolak gugatan Iyos-Zainul, Asep Japar-Andreas sah Cabup/Cawabup Sukabumi terpilih


Dilarang republikasi artikel kategori Headline dan Rubrik Headline tanpa seizin Redaksi sukabumiheadline.com

Berita Terkait

Membanding angka perceraian Kota dan Kabupaten Sukabumi dua tahun terakhir, pengertian dan prosedur
Syarat, tanggung jawab, jumlah bidan di Kabupaten Sukabumi dan jumlah AKI/AKB
Daftar titik rawan kecelakaan maut di Sukabumi dan pemicunya
Luas sawah di Kabupaten Sukabumi terus menyusut, ancaman bagi swasembada pangan
Melacak populasi Sapi Pasundan di Sukabumi: Karakteristik dan pemurnian genetik si jawara
RI masuk 5 besar, China juaranya: Berapa produksi buah lengkeng Sukabumi?
Mengintip potensi perikanan Kabupaten Sukabumi 2026
Fakta-fakta tentang Owa Jawa di Sukabumi: Spesies langka, habitat dan ancaman

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 00:06 WIB

Membanding angka perceraian Kota dan Kabupaten Sukabumi dua tahun terakhir, pengertian dan prosedur

Senin, 19 Januari 2026 - 01:00 WIB

Syarat, tanggung jawab, jumlah bidan di Kabupaten Sukabumi dan jumlah AKI/AKB

Minggu, 18 Januari 2026 - 01:06 WIB

Daftar titik rawan kecelakaan maut di Sukabumi dan pemicunya

Rabu, 14 Januari 2026 - 10:35 WIB

Luas sawah di Kabupaten Sukabumi terus menyusut, ancaman bagi swasembada pangan

Rabu, 14 Januari 2026 - 01:17 WIB

Melacak populasi Sapi Pasundan di Sukabumi: Karakteristik dan pemurnian genetik si jawara

Berita Terbaru

Ilustrasi wartawan sedang wawancara narasumber - sukabumiheadline.com

Regulasi

Bolehkah wartawan dituntut pidana? Ini putusan terbaru MK

Senin, 19 Jan 2026 - 22:39 WIB