sukabumiheadline.com – Nilai tukar Rupiah semakin jeblok terhadap Dolar Amerika Serikat (AS). Hari ini, Kamis (4/6/2026) Rupiah masih melemah terhadap Dolar AS dan diprediksi analis Dolar AS akan bergerak ke kisaran Rp17.960 – Rp18.030.
Berdasarkan data google finance, nilai tukar Dolar AS terhadap Rupiah sudah menyentuh Rp18.010, atau naik sekitar 0,76% terhadap rupiah. Melemah dibandingkan penutupan perdagangan Rabu (3/6/2026) sore, di mana Rupiah melemah 127,5 poin atau 0,71 persen menjadi Rp17.966 per dolar AS.
Di sisi lain, lonjakan harga minyak memicu kekhawatiran terhadap inflasi global dan mendorong spekulasi bahwa bank sentral AS alias The Fed akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral AS akan tetap bersikap ketat dalam kebijakan moneternya.
Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membantah anggapan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat mendekati level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) disebabkan oleh kondisi fiskal pemerintah. Menurut dia, pergerakan kurs dalam beberapa hari terakhir lebih banyak dipengaruhi sentimen dan rumor yang beredar di pasar.
Purbaya menilai pelemahan Rupiah terjadi dalam waktu relatif singkat dan dipicu berbagai spekulasi yang berkembang di kalangan pelaku pasar.
“Karena ada isu macam-macam, ada rumor macam-macam di pasar,” ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Ia mencontohkan salah satu rumor yang beredar, yakni kabar bahwa dirinya meminta perbankan melakukan stress test dengan asumsi nilai tukar rupiah menembus level Rp18.000 per dolar AS.
“Ada yang bilang saya suruh perbankan melakukan stress test kalau Rupiah-nya Rp18.000 lebih. Padahal saya nggak pernah mengeluarkan isu seperti itu,” kata Purbaya.









