Ini lho kandungan gizi ikan sapu-sapu, favorit warga Brasil, diperdebatkan di Indonesia

- Redaksi

Minggu, 26 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi khasiat mengonsumsi dan kandungan gizi ikan sapu sapu - sukabumiheadline..com

Ilustrasi khasiat mengonsumsi dan kandungan gizi ikan sapu sapu - sukabumiheadline..com

sukabumiheadline.com – Ikan sapu-sapu atau pterygoplichthys pardalis seringkali dinilai sebagai hama dan menjijikkan, karena sering ditemukan hidup dan berkembang biak di air yang kotor.

Sama seperti di Sungai Amazon, risikonya akan lebih tinggi saat ikan berasal dari perairan tercemar. Apalagi mengingat ikan sapu-sapu tinggal di perairan air yang memiliki kadar oksigen rendah dan tercemar di Indonesia.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan A Sidabalok mengungkapkan kadar logam pada ikan sapu-sapu berlebihan. Dia juga mengatakan belum ada kajian resmi ikan aman dikonsumsi atau menjadi pakan ternak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Untuk dimanfaatkan belum bisa, sebelum ada kajian resmi yang menyatakan bahwa ikan tersebut aman untuk dikonsumsi atau dijadikan pakan ternak. Karena residu logam berat di atas ambang batas,” ujarnya.

Tinggi protein 

Namun, dalam jurnal ilmiah berjudul Kandungan Nutrisi Abon Ikan Sapu-sapu (Pterygoplichthys pardalis) Asal Sungai Ciliwung, Indonesia karya Handhini Dwi Putri, Haninah, Dewi Elfidasari, dan Irawan Sugoro dari Universitas Al Azhar Indonesia, menyebut ikan sapu-sapu mengandung kadar protein sangat tinggi.

Mereka menjelaskan bahwa tujuan penelitian adalah untuk menganalisis kandungan nutrisi berupa kadar abu, air, protein dan lemak dari abon daging ikan sapu-sapu.

“Metode yang digunakan berupa analisis proksimat berupa pengukuran kadar abu, kadar air, protein menggunakan metode Kheldahl dan lemak menggunakan metode ekstraksi,” katanya dikutip sukabumiheadline.com, Ahad (26/4/2026).

“Ikan merupakan bahan baku pengolahan makanan dengan kandungan nutrisi berupa protein, lemak, mineral dan vitamin yang baik bagi manusia. Salah satu ikan yang belum dimanfaatkan dengan baik adalah ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys pardalis) yang populasinya melimpah di daerah Sungai Ciliwung,” jelasnya.

Ikan sapu-sapu memiliki kandungan protein yang tinggi yaitu lebih dari 20% dan kandungan lemak yang rendah yaitu kurang dari 5%. Hal tersebut membuat ikan sapu-sapu berpotensi menjadi bahan baku pengolahan makanan seperti abon.

“Hasil kandungan nutrisi diperoleh kadar abu 5,47%, kadar air 2,24%, protein 39,08% dan lemak 30,59%. Kadar abu, air dan protein memenuhi persyaratan mutu abon SNI 7690.1 2013. Sedangkan, lemak tidak memenuhi persyatan abon sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI),” paparnya.

Ikan favorit warga Brazil 

Meskipun masih menjadi perdebatan di Indonesia, ternyata ikan sapu-sapu kerap dikonsumsi oleh masyarakat di tepi Sungai Amazon. Menurut catatan Phys.org, jumlah harian konsumsi ikan sapu-sapu di Brasil mencapai 462 gram ikan per orang per hari atau hampir 20 kali lipat rata-rata nasional.

Padahal, menurut sebuah penelitian, konsumsi ikan di Sungai Amazon berbahaya. Sebab ikan di dalamnya telah mengandung logam berat.

Studi yang diterbitkan di ACS Omega mengukur konsentrasi pada empat unsur yang beracun yakni arsenik, kadmium, merkuri dan timbal pada enam spesies tersebut. Semua ikan tersebut terbukti mengandung unsur berbahaya tersebut.

Hal itu karena kontaminasi di Sungai Amazon terjadi dari berbagai daerah. Misalnya penambangan emas ilegal dan penggunaan alat berat yang melepaskan merkuri ke cekungan Sungai Tapajos.

Begitu juga penambangan bauksit di Porto Trombetas dan Juruti yang menghasilkan lumpur merah, ini adalah limbah alkali kaya arsenik, kadmium dan timbal.

Merkuri alami juga terbentuk dari deforestasi akibat peningkatan budidaya kedelai selama 23 tahun. Kandungan merkuri itu berasal dari tanah Amazon menuju sungai, yang pada akhirnya menetap pada ikan-ikan yang hidup di sungai tersebut.

Kandungan gizi ikan sapu-sapu 

Meskipun ikan ini berisiko tinggi mengandung logam berat berbahaya (timbal/Pb, merkuri/Hg, kadmium/Cd, arsen/As) karena sering hidup di perairan tercemar.

Namun, siapa sangka ikan ini memiliki kandungan protein tinggi, lebih dari 20% hingga 45,5% dalam daging mentah, dan bisa mencapai >39% pada olahan abon. Ikan ini juga lemak rendah, menjadikannya sumber protein hewani potensial.

Ikan sapu-sapu juga mengandung kalsium, dan fosfor, menjadikannya sumber gizi alternatif untuk memperbaiki jaringan tubuh, memperkuat tulang/gigi, dan meningkatkan stamina. Selain dikonsumsi (pastikan dari air bersih), ikan ini juga bermanfaat sebagai pembersih akuarium, bahan baku tepung pakan, dan ikan hias.

Berikut adalah rincian kandungan ikan sapu-sapu, dikutip dari Alodokter.

Kandungan Gizi (Nutrisi)

  • Protein: Tinggi, berkisar di atas 20% pada daging segar.
  • Lemak: Relatively rendah, kurang dari 5% pada ikan mentah.
  • Mineral & Vitamin: Mengandung kalsium, fosfor, dan vitamin B.
  • Asam Amino & Asam Lemak: Kaya akan nutrisi penting untuk membangun jaringan tubuh.
  • Kandungan Logam Berat (Risiko): Studi pada ikan di sungai tercemar (seperti Ciliwung) menunjukkan adanya akumulasi logam berat: As (Arsen), Cd (Kadmium), Co (Kobalt), Cr (Kromium), Fe (Besi), Mn (Mangan), Hg (Merkuri), Ag (Perak), Pb (Timbal), dan Zn (Seng).
    Selain itu, kadar logam berat (As, Hg, Pb, Cd) seringkali melebihi batas aman yang ditetapkan BPOM.

Khasiat Kesehatan (jika dikonsumsi)

  • Tinggi Protein: Membantu membangun jaringan tubuh, otot, dan mendukung sistem kekebalan tubuh.
  • Menjaga Kesehatan Tulang: Kandungan kalsium dan fosfor membantu mencegah osteoporosis.
  • Meningkatkan Energi: Kandungan vitamin B berperan dalam metabolisme energi.
  • Rendah Lemak: Sebagai alternatif lauk yang baik.
  • Potensi Nutrisi: Mengandung omega-3 dan omega-6, meskipun manfaatnya tidak setinggi ikan laut.

Ikan sapu sapu sering hidup di perairan tercemar, sehingga pastikan ikan berasal dari air yang bersih/budidaya sebelum dikonsumsi untuk menghindari kandungan logam berat.

Namun, meskipun bernutrisi, ikan sapu sapu tidak disarankan untuk dikonsumsi jika berasal dari perairan yang tercemar, karena berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan jangka panjang seperti kerusakan organ (ginjal/hati) dan gangguan saraf akibat logam berat.

Karenanya, ikan ini lebih sering dipelihara sebagai pemakan alga dan sisa makanan yang efektif. Dapat diolah menjadi tepung ikan untuk pakan ternak, dan jenis tertentu memiliki nilai ekonomis sebagai ikan hias.

Berita Terkait

Jumlah panti dan penghuni menurut jenis panti di Sukabumi
Cari tahu apakah si dia menghargai pasangan dengan 5 sikap ini
10 ciri hubungan yang menguras emosi, empati tanpa tindakan nyata
Termasuk ke Sukabumi, Unpad kirim puluhan Dokter Desa
Kenali bahaya menahan pipis, terutama bagi perempuan
Kenali bahaya gaslighting dalam hubungan, perubahan sikap tiba-tiba
Jangan kaget! Segini biaya perawatan kecantikan Wanita Sukabumi
Khasiat dan kandungan gizi ikan sapu sapu, sering dianggap hama

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 03:40 WIB

Ini lho kandungan gizi ikan sapu-sapu, favorit warga Brasil, diperdebatkan di Indonesia

Minggu, 19 April 2026 - 15:09 WIB

Jumlah panti dan penghuni menurut jenis panti di Sukabumi

Jumat, 17 April 2026 - 21:26 WIB

Cari tahu apakah si dia menghargai pasangan dengan 5 sikap ini

Rabu, 15 April 2026 - 03:04 WIB

10 ciri hubungan yang menguras emosi, empati tanpa tindakan nyata

Rabu, 1 April 2026 - 15:32 WIB

Termasuk ke Sukabumi, Unpad kirim puluhan Dokter Desa

Berita Terbaru

Ilustrasi wisatawan asing sedang kemping - sukabumiheadline.com

Wisata

Minat wisatawan asing kemping di Sukabumi sangat rendah

Minggu, 26 Apr 2026 - 03:00 WIB

Stoking berbulu

Teknologi

7 produk yang percuma diciptakan

Sabtu, 25 Apr 2026 - 21:13 WIB

Ilustrasi pemuka agama di Indonesia sedang berdiskusi - sukabumiheadline.com

Khazanah

10 Kota Toleran 2020-2025, Sukabumi absen dua tahun

Sabtu, 25 Apr 2026 - 19:55 WIB