sukabumiheadline.com l Pejabat senior di Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) pada Senin (23/10/2023), memperingatkan bahwa Iran akan menyerang kota pelabuhan Haifa, Israel.
Namun, hal itu akan dilakukan jika Negara Zionis tersebut melakukan invasi darat ke Jalur Gaza. Demikian pernyataan Wakil Panglima Tertinggi IRGC, Brigadir Jenderal Ali Fadavi.
Ali Fadavi mengatakan bahwa perlawanan Palestina mampu bergerak sendiri dan memiliki jumlah yang cukup di Gaza. Namun, jika Israel dengan bodohnya memutuskan untuk menginvasi darat Gaza, Iran “akan langsung meluncurkan rudal ke Haifa”.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jika kejahatan Israel terhadap Gaza tidak berhenti, akan ada kejutan lain yang menunggu mereka,” kata Ali Fadavi.
Menurutnya, guncangan pasukan perlawanan akan terus berlanjut terhadap Zionis, sampai tumor kanker itu (negara Israel) menghilang dari peta dunia.
Diberitakan Mehr Agency, dalam pidatonya pada hari Senin, Ali Fadavi mengatakan jika orang-orang jahat di dunia ingin melakukan tindakan bodoh seperti menginvasi wilayah Palestina, mereka akan menghadapi kegagalan yang menyedihkan.
“Mereka akan menerima tanggapan tegas dari front perlawanan Iran,” tegas Ali.
Iran akan menyerang kota pelabuhan Haifa, Israel, jika Tel Aviv melakukan invasi darat. Pada saat yang sama, ia menekankan bahwa Iran tidak memberikan senjata dan rudal kepada pasukan perlawanan Palestina, karena mereka memproduksi senjata sendiri.
Kelompok-kelompok perjuangan Palestina di Gaza bertindak tanpa arahan dari Teheran, dan ini sekaligus membantah tuduhan AS, bahwa Iran ‘memfasilitasi’ serangan ke Israel.
Justru apa yang dilakukan Israel di Gaza merupakan kejahatan kemanusiaan yang didukung oleh AS dan negara Barat. Sebagaimana yang disampaikan pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei baru-baru ini yang menuduh Israel “melakukan genosida di Jalur Gaza di depan mata dunia.”