Suasana Natal di Gaza yang penuh keprihatinan

- Redaksi

Jumat, 26 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Natal di Gaza - Ist

Suasana Natal di Gaza - Ist

sukabumiheadline.com – Umat Kristiani di berbagai negara merayakan Natal 2025, tidak terkecuali pemeluk Kristen di Gaza, Palestina. Di tengah pengungsian dan pelanggaran gencatan senjata oleh Israel dan suasana penuh keprihatinan, mereka tetap merayakan Natal dengan khidmat.

Sebuah gereja di bawah Gereja Katolik Roma bahkan masih menampung ratusan pengungsi. Diberitakan BBC, salah-satu gereja yang menampung hampir 400 orang pengungsi di Gaza, adalah Gereja Keluarga Kudus.

Untuk informasi, Patriarkat Latin Yerusalem, yang berada di bawah Gereja Katolik Roma, adalah pihak yang mengelola gereja tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada hari-hari pertama perang antara Israel dan Hamas, gereja tersebut menjadi tempat perlindungan bagi masyarakat Gaza—utamanya pemeluk Katolik.

Selain Gereja Keluarga Kudus, umat Kristiani juga berlindung di Gereja Santo Porphyrius. Gereja yang disebut terakhir berafiliasi dengan komunitas Ortodoks Yunani.

Di Gaza, ada sekitar 1.100 orang yang tergabung dalam komunitas Ortodoks Yunani dan komunitas Katolik. Jumlah ini kurang dari 0,05% dari total populasi di Gaza. Mayoritas umat Kristiani ini adalah anggota Ortodoks Yunani.

Sebagian dari 135 umat Katolik di Gaza, pada pekan ini mengikuti Misa Natal di Gereja Keluarga Kudus, pada Ahad (21/12/2025). Misa dipimpin langsung oleh Kardinal Pierbattista Pizzaballa. Ini adalah kunjungan pertama Pizzabala sejak gencatan senjata sejak Oktober 2025 lalu.

Usai memimpin ibadah Misa, Pizzabala berujar kepada wartawan bahwa Gaza dalam “situasi yang sangat buruk”. Dia menyesalkan situasi seperti itu, namun menurutnya, pada saat yang sama ada keinginan warganya untuk “pulih”.

“Bagi umat Kristiani, keinginan untuk pulih itu digambarkan melalui perayaan Natal,” ujarnya.

Secara khusus, Pizzabala prihatin dengan nasib anak-anak di Gaza yang terbengkalai pendidikannya.

“Jumlah anak-anak di jalanan membuat saya terkejut,” lanjutnya, seraya menambahkan bahwa “mereka seharusnya bersekolah.”

Inilah yang kemudian menguatkan tekadnya, yaitu memprioritaskan agar kegiatan pendidikan di gereja Keluarga Kudus dapat dimulai lagi. Kehadiran anak-anak yang “penuh sukacita dan daya hidup”, disebutnya “akan menyelamatkan komunitas kita”.

“Saya percaya itu,” katanya.

Pizzabala juga menyampaikan amatannya atas situasi terkini di Gaza, Pizzabala tak memungkiri masih banyak persoalan yang belum tertangani.

Dia mempertanyakan kapan rekonstruksi dapat dimulai di wilayah itu. Situasi konflik juga masih dia rasakan, walaupun perang telah berakhir di Gaza.

Selain itu, masalah ada di mana-mana, katanya, merujuk situasi di Tepi Barat dan ketegangan antara desa-desa Palestina dan pemukiman Israel.

‘Umat Kristiani lelah karena perang’. Dalam situasi seperti itulah, menurutnya, agaknya sulit untuk berbicara tentang harapan.

“Tetapi, adalah tugas kita untuk melakukannya selama Natal ini.”

Kapan umat Kristiani tiba di Gaza?

Menurut seorang umat Kristiani di Gaza, sebagian dari umat Kristiani tiba di Gaza setelah peristiwa “Nakba” pada 1948. Ia kemudian merujuk situasi “kelelahan mendalam” umat Kristiani “akibat karena perang.”

Nakba adalah terminologi dalam bahasa Arab yang berarti bencana. Peristiwa “Nakba” memaksa setidaknya 700 ribu warga Palestina mengungsi dari rumah mereka selama perang Arab-Israel.

Selain Nakba, ada pula yang menelusuri akarnya komunitas Kristiani di Gaza hingga ribuan tahun lalu.

“Ada komunitas umat Kristiani yang telah tinggal di tanah ini sejak tahun 402, setelah mereka berpindah agama dari paganisme ke Kristen,” ujarnya.

Elias Jarada, anggota Dewan Gereja Ortodoks Arab, berkata bahwa keberadaan umat Kristiani di Gaza dapat ditelusuri sebelum 400 Masehi.

Sebagian besar dari mereka, kata dia, adalah keturunan dari komunitas mula-mula tersebut.

Berita Terkait

DPR kompak, Wakil Presiden Filipina dimakzulkan
Pelajar nakal, Singapura sahkan hukum cambuk di sekolah diatur KUHAP
10 negara berpenduduk terbesar di dunia 2026
Negara Arab usir 15.000 warga Syiah: Harta disita dan dibekukan, izin tinggal dicabut
Prediksi Muhammadiyah jika Iran kalah perang
Survei kepuasan publik terhadap Donald Trump: 63% warga AS kecewa
Tentara AS di Kapal Induk USS Abraham Lincoln dan USS Tripoli kekurangan makanan
Blokade Selat Hormuz, militer AS tak punya nyali cegah tanker China lewat

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 19:08 WIB

DPR kompak, Wakil Presiden Filipina dimakzulkan

Kamis, 7 Mei 2026 - 03:58 WIB

Pelajar nakal, Singapura sahkan hukum cambuk di sekolah diatur KUHAP

Senin, 4 Mei 2026 - 22:47 WIB

10 negara berpenduduk terbesar di dunia 2026

Senin, 4 Mei 2026 - 07:00 WIB

Negara Arab usir 15.000 warga Syiah: Harta disita dan dibekukan, izin tinggal dicabut

Minggu, 26 April 2026 - 17:55 WIB

Prediksi Muhammadiyah jika Iran kalah perang

Berita Terbaru

Film animasi Masha and the Bear - Ist

Film

Film Masha and the Bear versi panjang

Sabtu, 16 Mei 2026 - 22:31 WIB

Gadget

Xiaomi Earbud Clip-on, cek harga dan spesifikasinya

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:03 WIB