sukabumiheadliine.com l Seorang janda cantik asal Sukabumi, Jawa Barat, tinggal di sebuah desa terpencil yang dipenuhi persawahan dan kebun.
Namanya, Dwi Armita, dari raut wajahnya tampak jelas bahwa ia seorang keturunan etnis Tionghoa. Namun demikian, ia mengaku betah hidup di daerah pedalaman.
Rumahnya dihiasi dengan beragam jenis sayuran, termasuk kapulaga yang dicarinya untuk dijemur dan dimasak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Keberadaan Dwi dilihat di kanak YouTube Jampang Turunan Kidul. Dilihat sukabumiheadline.com, Selasa (12/12/2023), Dwi mengaku terbiasa dengan kehidupan seperti itu, hidup di pedesaan.
“Emang kalau kapol itu suka dimasak?” tanya perekam. “Enggak kan dijemur, udah lama gak nyari kapol,” balas Dwi.
Meski terbiasa dengan kehidupan pedesaan, Dwi bercerita tentang keinginannya untuk melihat suasana kota yang berbeda.
Namun diakui Dwi, dirinya sangat ingin bekerja di kota, namun kondisi keluarganya tidak memungkinkan untuk pergi ke sana karena masih memiliki anak yang masih kecil. Meski demikian, keinginannya untuk menjelajahi kota tak pernah pudar.
“Ingin tapi kan mikir lagi dedeknya,” jawab Dwi.
“Enggak ada yang ngejagain?” lanjut perekam.
“Kan ada neneknya, tapi kasihan capek,” tambah Dwi.
Dwi juga membagikan cerita tentang adik-adiknya yang sedang berada di pesantren dan di rumah. Meski pernah ditawari untuk diajak jalan-jalan, Dwi tak pernah ke kota dan ingin sekali merasakan keseruan menonton film bioskop.
“Ke pantai ke gunung boleh, ingin ke kota ingin nonton bioskop,” kata Dwi. “Ingin ke bioskop? Mau nonton film apa?” tanya perekam. “Neng suka film horor,” tambah Dwi.
Melalui cerita Dwi Armita, kita dibawa ke dalam kehidupan sederhana di desa terpencil Sukabumi.
Meski memiliki keinginan untuk menjelajahi kota, Dwi tetap setia pada akarnya dan berbagi kisah yang menginspirasi tentang keinginan untuk merasakan hal-hal baru.