Jangan coba-coba! Dedi Mulyadi ingatkan warga pendatang di Jawa Barat jangan begini

- Redaksi

Jumat, 28 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi - Kang Dedi Mulyadi

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi - Kang Dedi Mulyadi

sukabumiheadline.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menegaskan pihaknya menerima pendatang. Tapi mesti menyesuaikan diri. Hal itu diungkapkan Dedi dalam sebuah acara. Momen itu terekam dan tersebar di media sosial.

Unggahan oleh akun @_MbakSri di X tersebut bertepatan dengan peristiwa sejumlah massa yang menggeruduk kantor KB Bank KCU Bandung di Jalan Asia Afrika, Kamis (27/2/2025).

Massa aksi menuntut mereka debt collector (DC) dari pihak ketiga yang disebut massa berasal dari suku non Sunda yang diduga melakukan penagihan tidak sesuai dengan SOP yang berlaku dan menghina Suku Sunda. Baca selengkapnya: Debt Collector Bukopin langgar SOP hina etnis Sunda, kantor digeruduk massa

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam video yang diunggah, pria yang akrab dipanggil Kang Dedi Mulyadi itu mengingatkan para pendatang agar menyesuaikan diri dengan warga setempat.

“Siapapun yang datang ke Jawa Barat harus menyesuaikan dengan Jawa Barat. Siapapun yang datang ke sini Anda boleh datang ke sini bersama kami,” kata Dedi dalam video yang diunggah @_MbakSri di X, dikutip Jumat (28/2/2025).

Selain itu, Dedi menegaskan agar para pendatang tidak sekadar menyesuaikan diri. Namun juga tidak mengganggu warga asli.

“Tapi jangan coba-coba Anda ingin ganggu kehormatan dan wibawa kami,” tegas Dedi.

Baca Juga: Respons unjuk rasa, KB Bank Bandung tegaskan komitmen terhadap profesionalisme

Hal tersebut, dinilainya bukan tanpa alasan. Saat ini, Indonesia diintai masalah ideologi. Bisa jadi masalah kedepannya.

“Kenapa? Karena ancaman terbesar bagi bangsa Indonesia ke depan adalah penyimpangan ideologi yang akan merusak bangsa. Tidak disadari,” terangnya.

Menurut Kang Dedi Mulyadi, dalam Pancasila tidak boleh suatu pihak menghukum pihak lain. Apalagi tanpa dasar hukum.

“Ini kota harus kita kembali pada ideologi Pancasila. Pada ideologi Pancasila orang tidak boleh menghukum orang kalau tidak ada dasar hukumnya. Tidak boleh lagi Anda hei dasar kafir, hei musyrik. Tidak bisa Anda tidak punya dasar hukumnya,” jelas dia.

Karenanya, ia meminta agar aparat dilibatkan dalam hal ini. Supaya yang melakukan hukuman tanpa dasar hukum bisa ditindak.

“Mungkin ke depan aparat harus bertindak pada tiap orang yang bertindak tanpa dasar hukum,” pungkasnya.

Berita Terkait

Jawa Barat raih Indonesia Muslim Travel Index Terbaik di Indonesia
Pemprov Jabar bentuk Tim Pemburu Anak Tidak Sekolah hingga tingkat desa
Antisipasi dampak Sesar Lembang, Pemprov Jabar berkantor di Cirebon atau Purwakarta
Pemprov rilis Program Jabar Sakola: Bantuan PJS, seragam hingga SPP gratis
Nyerah, DPRD dan Pemprov Jawa Barat akhirnya sepakat ngutang Rp3,4 triliun
Sukabumi masuk Top 10 IID versi BSKDN
Pangkas waktu tempuh Bogor-Palabuhanratu, kolaborasi bangun jalan sepanjang 20 km
“Content Governor”: Kinerja KDM diberitakan media Inggris

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Jawa Barat raih Indonesia Muslim Travel Index Terbaik di Indonesia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 05:29 WIB

Pemprov Jabar bentuk Tim Pemburu Anak Tidak Sekolah hingga tingkat desa

Rabu, 14 Oktober 2026 - 04:29 WIB

Antisipasi dampak Sesar Lembang, Pemprov Jabar berkantor di Cirebon atau Purwakarta

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Pemprov rilis Program Jabar Sakola: Bantuan PJS, seragam hingga SPP gratis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 04:55 WIB

Nyerah, DPRD dan Pemprov Jawa Barat akhirnya sepakat ngutang Rp3,4 triliun

Berita Terbaru

Rokok elektrik atau vape - sukabumiheadline.com

Hikmah

Kapolri minta MUI haramkan vape

Minggu, 18 Okt 2026 - 19:34 WIB