sukabumiheadline.com – Persentase tingkat perceraian di Kabupaten Sukabumi pada 2025 masih terbilang tinggi, mencapai dua digit lebih. Hal itu diketahui dari dalam paparan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret, Badan Pusat Statistik (BPS) 2025.
Mengutip data Jumlah Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi
Jawa Barat (ribu jiwa) 2021–2025, dari BPS 2025, jumlah penduduk Kota dan Kabupaten Sukabumi diprediksi mengalami pertambahan dari 2.828,02 ribu (2024) menjadi 2.852,11 ribu (2025). Namun, tidak merinci jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin. Baca selengkapnya: Sukabumi berapa? Ini jumlah penduduk kota dan kabupaten se-Jawa Barat 2021-2025
Sedangkan menurut data 2024, jumlah penduduk Kabupaten Sukabumi berjenis kelamin laki-laki sebanyak 1.433.378 jiwa, dan perempuan sebanyak 1.394.646 jiwa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dikutip sukabumiheadline.com, Sabtu (3/1/2026), pada bagian Persentase Penduduk Berumur 10 Tahun ke Atas Menurut Karakteristik dan Status Perkawinan Kabupaten Sukabumi, 2025, berikut adalah jumlah pria/wanita Sukabumi menikah, bercerai dan jomblo:
Usia 10 tahun ke atas
Laki-laki dan Perempuan Status Belum Kawin

- Perempuan: Jumlah perempuan yang berstatus belum kawin sebanyak 28,03 persen, atau setara 390.919 jiwa masih lajang.
- Laki-laki: Sedangkan, sebanyak 37,05 persen laki-laki di Sukabumi yang berstatus belum kawin. Jumlah tersebut setara dengan 531.066 jiwa masih lajang.
Laki-laki dan Perempuan Status Kawin

- Perempuan: Jumlah perempuan yang berstatus kawin sebanyak 61,85 persen. Jika berbanding jumlah penduduk Kabupaten Sukabumi, artinya sebanyak 862.588 jiwa perempuan di Kabupaten Sukabumi berstatus lajang.
- Laki-laki: Menariknya, hanya 60,55 persen laki-laki di Sukabumi yang berstatus kawin, atau sebanyak 867.910 jiwa.
Laki-laki dan Perempuan Status Cerai

- Perempuan: Jumlah perempuan yang berstatus cerai (hidup/mati) sebanyak 10,12 persen. Jika berbanding jumlah penduduk Kabupaten Sukabumi, artinya sebanyak 141.138 jiwa perempuan di Kabupaten Sukabumi berstatus janda.
- Laki-laki: Menariknya, hanya 2,40 persen laki-laki di Sukabumi yang berstatus cerai (hidup/mati) atau duda. Jumlah tersebut setara dengan 34.401 jiwa berstatus duda.
Untuk informasi, tidak ada penjelasan terkait perbedaan angka jumlah laki-laki dan perempuan yang bercerai.
Dari total penduduk Kabupaten Sukabumi yang sudah menikah dan berstatus kawin, menurut bagian Persentase Penduduk Berumur 10 Tahun ke Atas yang Berstatus Kawin dan Memiliki Buku/Akta Nikah dari KUA/Kantor Catatan Sipil:
- Perempuan: 81,34 persen atau 705.957 perempuan menikah memiliki buku nikah. Dengan demikian, sebanyak 156.631 wanita menikah tidak memiliki buku nikah.
- Laki-Laki: 81,06 persen atau sebanyak 703.527 laki-laki yang menikah memiliki buka nikah. Artinya sebanyak 164.383 laki-laki menikah, namun tidak memiliki buku nikah.
Usia 15-49
Sementara itu, pada bagian Persentase Penduduk Berumur 15-49 Tahun ke Atas Menurut Karakteristik dan Status Perkawinan Kabupaten Sukabumi, 2025, berikut adalah jumlah pria/wanita Sukabumi menikah, bercerai dan jomblo:
Laki-laki dan Perempuan Status Belum Kawin

- Perempuan: Jumlah perempuan yang berstatus belum kawin sebanyak 29,63 persen, atau setara 413.233 jiwa.
- Laki-laki: Sedangkan, sebanyak 43,96 persen laki-laki di Sukabumi yang berstatus belum kawin. Jumlah tersebut setara dengan 630.112 jiwa.
Laki-laki dan Perempuan Status Kawin

- Perempuan: Jumlah perempuan yang berstatus kawin sebanyak 67,61 persen. Jika berbanding jumlah penduduk Kabupaten Sukabumi, sebanyak 942.920 jiwa.
- Laki-laki: Menariknya, hanya 54,79 persen laki-laki di Sukabumi yang berstatus kawin, atau sebanyak 785.347 jiwa.
Laki-laki dan Perempuan Status Cerai

- Perempuan: Jumlah perempuan yang berstatus cerai (hidup/mati) sebanyak 2,76 persen. Jika berbanding jumlah penduduk Kabupaten Sukabumi, artinya sebanyak 38.492 jiwa perempuan di Kabupaten Sukabumi berstatus janda.
- Laki-laki: Menariknya, hanya 1,25 persen laki-laki di Sukabumi yang berstatus cerai (hidup/mati) atau duda. Jumlah tersebut setara dengan 17.917 jiwa.
Untuk informasi, tidak ada penjelasan terkait perbedaan angka jumlah laki-laki dan perempuan yang bercerai.
Berdasarkan tingkat perceraian menurut kelompok umur di atas, dapat dilihat bahwa tingginya tingkat perceraian terjadi pada pasangan usia muda. Terbukti tingkat perceraian pada kelompok usia 15-49 jauh lebih rendah, jika dibandingkan kelompok usia 10 tahun ke atas.









