Jumlah sekolah di Kabupaten Sukabumi, negeri turun swasta naik, kecamatan mana kota pendidikan?

- Redaksi

Rabu, 16 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SMK Negeri 1 Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi - Istimewa

SMK Negeri 1 Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi - Istimewa

sukabumiheadline.com – Jumlah guru di sekolah negeri di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, adalah 9.070 orang pada 2022/2023. Namun, jumlah tersebut berkurang menjadi hanya 8.353 orang pada 2023/2024. Jumlah ini juga sekaligus menempatkan Dinas Pendidikan sebagai lembaga yang paling banyak mempekerjakan pegawai negeri sipil (PNS). Baca selengkapnya: Sebaran ASN Kabupaten Sukabumi, ini OPD terbanyak dan kecamatan paling sedikit PNS

Sedangkan guru sekolah swasta sebanyak 749 orang (2022/2023) dan naik signifikan 1.300 orang (2023/2024). Kenaikan ini seiring dengan bertambahnya jumlah sekolah swasta yang terbilang signifikan.

Dengan demikian, total guru di sekolah negeri dan swasta adalah 9.819 (2022/2023) dan 9.653 orang (2023/2024). Baca selengkapnya: Sebaran dan jumlah guru di Kabupaten Sukabumi, kecamatan mana terbanyak?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, terdapat seribu lebih sekolah negeri dan swasta di Kabupaten Sukabumi. Seiring menjamurnya sekolah dengan label “Terpadu” dan kejuruan, menjadikan jumlah sekolah swasta terus bertambah.

Sementara di sisi lain, jumlah sekolah negeri justru berkurang 100 lebih pada 2023, dibandingkan jumlah sekolah negeri pada 2022. Jika membanding jumlah guru dengan sekolah, rata-rata terdapat 7,9 orang guru untuk setiap sekolah yang tersebar di 47 kecamatan se-Kabupaten Sukabumi.

Baca Juga:

Negeri berkurang, swasta tambah banyak 

Masih menurut data yang sama, jumlah sekolah negeri berkurang sekira 100 lebih. Di sisi lain, jumlah sekolah swasta justru bertambah banyak. Menariknya, berkurangnya jumlah sekolah negeri merata di hampir semua kecamatan.

Adapun, berkurangnya jumlah sekolah negeri bisa disebabkan berbagai alasan. Dari mulai bencana alam, digabung dengan sekolah lainnya yang sederajat hingga digusur dampak pembangunan.

Baca Juga: Miris, dalam 3 tahun warga Kabupaten Sukabumi yang sakit naik dua kali lipat

Nadiem Makarim rombak seragam sekolah SD, SMP dan SMA. - Istimewa
Nadiem Makarim rombak seragam sekolah SD, SMP dan SMA. – Istimewa

Untuk lebih rincinya, berikut adalah jumlah sekolah negeri dan swasta tingkat dasar dan menengah di Kabupaten Sukabumi menurut kecamatan, dikutip sukabumiheadline.com, Selasa (15/10/2024).

Rekomendasi Redaksi: Intip model seragam SMP negara-negara ASEAN, kok banyak yang mirip dengan Indonesia?

  1. Kecamatan Ciemas: Sekolah negeri 35 (2022) dan berkurang menjadi 33 (2023). Sekolah swasta 0 pada 2022, dan berdiri 2 pada 2023
  2. Kecamatan Ciracap: Sekolah negeri 30 (2022) dan berkurang menjadi 27 (2023). Sekolah swasta 0 pada 2022, dan berdiri 3 pada 2023
  3. Kecamatan Waluran: Sekolah negeri 16 (2022) dan berkurang menjadi 14 (2023). Sekolah swasta 0 pada 2022, dan berdiri 2 pada 2023
  4. Kecamatan Surade: Sekolah negeri 43 (2022) dan berkurang menjadi 37 (2023). Sekolah swasta 1 pada 2022, dan bertambah jadi 7 pada 2023
  5. Kecamatan Cibitung: Sekolah negeri 19 (2022) dan berkurang menjadi 17 (2023). Sekolah swasta 0 pada 2022, dan berdiri 3 pada 2023
  6. Kecamatan Jampang Kulon: Sekolah negeri 29 (2022) dan berkurang menjadi 24 (2023). Sekolah swasta 1 pada 2022, dan bertambah jadi 5 pada 2023
  7. Kecamatan Cimanggu: Sekolah negeri 12 (2022) dan berkurang menjadi 10 (2023). Sekolah swasta 0 pada 2022, dan berdiri 2 pada 2023
  8. Kecamatan Kalibunder: Sekolah negeri 25 (2022) dan berkurang menjadi 21 (2023). Sekolah swasta 0 pada 2022, dan berdiri 4 pada 2023
  9. Kecamatan Tegalbuleud: Sekolah negeri 25 (2022) dan berkurang menjadi 19 (2023). Sekolah swasta 0 pada 2022, dan berdiri 2 pada 2023
  10. Kecamatan Cidolog: Sekolah negeri 9 (2022) dan tetap 9 (2023). Sekolah swasta 0 pada 2022 dan 2023
  11. Kecamatan Sagaranten: Sekolah negeri 27 (2022) dan berkurang menjadi 22 (2023). Sekolah swasta 0 pada 2022, dan berdiri 5 pada 2023
  12. Kecamatan Cidadap: Sekolah negeri 12 (2022) dan berkurang menjadi 10 (2023). Sekolah swasta 0 pada 2022, dan berdiri 2 pada 2023
  13. Kecamatan Curugkembar: Sekolah negeri 17 (2022) dan berkurang menjadi 14 (2023). Sekolah swasta 0 pada 2022, dan berdiri 0 pada 2023
  14. Kecamatan Pabuaran: Sekolah negeri 23 (2022) dan berkurang menjadi 20 (2023). Sekolah swasta 0 pada 2022, dan berdiri 3 pada 2023
  15. Kecamatan Lengkong: Sekolah negeri 19 (2022) dan bertambah menjadi 20 (2023). Sekolah swasta 1 pada 2022, dan bubar pada 2023
  16. Kecamatan Palabuhanratu: Sekolah negeri 32 (2022) dan bertambah menjadi 33 (2023). Sekolah swasta 8 pada 2022, dan berkurang jadi 6 pada 2023
  17. Kecamatan Simpenan: Sekolah negeri 34 (2022) dan berkurang menjadi 30 (2023). Sekolah swasta 1 pada 2022, dan bertambah jadi 5 pada 2023
  18. Kecamatan Warungkiara: Sekolah negeri 27 (2022) dan berkurang menjadi 22 (2023). Sekolah swasta 1 pada 2022, dan bertambah jadi 6 pada 2023
  19. Kecamatan Bantargadung: Sekolah negeri 28 (2022) dan berkurang menjadi 24 (2023). Sekolah swasta 0 pada 2022, dan berdiri 4 pada 2023
  20. Kecamatan Jampang Tengah: Sekolah negeri 43 (2022) dan berkurang menjadi 37 (2023). Sekolah swasta 1 pada 2022, dan bertambah jadi 6 pada 2023
  21. Kecamatan Purabaya: Sekolah negeri 23 (2022) dan berkurang menjadi 21 (2023). Sekolah swasta 1 pada 2022, dan bertambah jadi 4 pada 2023
  22. Kecamatan Cikembar: Sekolah negeri 39 (2022) dan berkurang menjadi 38 (2023). Sekolah swasta 4 pada 2022, dan bertambah jadi 5 pada 2023
  23. Kecamatan Nyalindung: Sekolah negeri 29 (2022) dan berkurang menjadi 27 (2023). Sekolah swasta 1 pada 2022 dan 2023
  24. Kecamatan Gegerbitung: Sekolah negeri 25 (2022) dan berkurang menjadi 20 (2023). Sekolah swasta 1 pada 2022, dan bertambah jadi 6 pada 2023
  25. Kecamatan Sukaraja: Sekolah negeri 24 (2022) dan berkurang menjadi 21 (2023). Sekolah swasta 4 pada 2022, dan bertambah jadi 7 pada 2023
  26. Kecamatan Kebonpedes: Sekolah negeri 11 (2022) dan berkurang menjadi 12 (2023). Sekolah swasta 1 pada 2022, namun bubar pada 2023
  27. Kecamatan Cireunghas: Sekolah negeri 13 (2022) dan tetap 13 (2023). Sekolah swasta 1 pada 2022 dan 2023
  28. Kecamatan Sukalarang: Sekolah negeri 13 (2022) dan bertambah 4 menjadi 17 (2023). Sekolah swasta 4 pada 2022, dan hanya tersisa 1 pada 2023
  29. Kecamatan Sukabumi: Sekolah negeri 16 (2022) dan tetap 16 (2023). Sekolah swasta 0 pada 2022 dan 2023
  30. Kecamatan Kadudampit: Sekolah negeri 16 (2022) dan berkurang menjadi 33 (2023). Sekolah swasta 2 pada 2022, namun bubar pada 2023
  31. Kecamatan Cisaat: Sekolah negeri 38 (2022) dan berkurang menjadi 34 (2023). Sekolah swasta 4 pada 2022, dan bertambah jadi 7 pada 2023
  32. Kecamatan Gunungguruh: Sekolah negeri 20 (2022) dan berkurang menjadi 17 (2023). Sekolah swasta 1 pada 2022, dan bertambah jadi 5 pada 2023
  33. Kecamatan Cibadak: Sekolah negeri 42 (2022) dan berkurang menjadi 40 (2023). Sekolah swasta 6 pada 2022, dan bertambah jadi 8 pada 2023
  34. Kecamatan Cicantayan: Sekolah negeri 20 (2022) dan berkurang menjadi 19 (2023). Sekolah swasta 1 pada 2022, dan bertambah jadi 2 pada 2023
  35. Kecamatan Caringin: Sekolah negeri 19 (2022) dan berkurang menjadi 18 (2023). Sekolah swasta 2 pada 2022, dan bertambah jadi 3 pada 2023
  36. Kecamatan Nagrak: Sekolah negeri 36 (2022) dan berkurang menjadi 31 (2023). Sekolah swasta 1 pada 2022, dan bertambah jadi 6 pada 2023
  37. Kecamatan Ciambar: Sekolah negeri 17 (2022) dan berkurang menjadi 15 (2023). Sekolah swasta 0 pada 2022, dan berdiri 2 pada 2023
  38. Kecamatan Cicurug: Sekolah negeri 33 (2022) dan bertambah menjadi 38 (2023). Sekolah swasta 10 pada 2022, dan berkurang jadi 5 pada 2023
  39. Kecamatan Cidahu: Sekolah negeri 22 (2022) dan 22 (2023). Sekolah swasta 3 pada 2022, dan berkurang jadi 2 pada 2023
  40. Kecamatan Parakansalak: Sekolah negeri 13 (2022) dan berkurang menjadi 7 (2023). Sekolah swasta 0 pada 2022, dan berdiri 6 pada 2023
  41. Kecamatan Parungkuda: Sekolah negeri 20 (2022) dan berkurang menjadi 18 (2023). Sekolah swasta 1 pada 2022, dan bertambah jadi 2 pada 2023
  42. Kecamatan Bojonggenteng: Sekolah negeri 12 (2022) dan 12 (2023). Demikian dengan sekolah swasta 2 pada 2022, dan tetap 2 pada 2023
  43. Kecamatan Kalapanunggal: Sekolah negeri 21 (2022) dan berkurang menjadi 20 (2023). Sekolah swasta 1 pada 2022, dan bertambah jadi 2 pada 2023
  44. Kecamatan Cikidang: Sekolah negeri 36 (2022) dan berkurang menjadi 34 (2023). Sekolah swasta 3 pada 2022, dan bertambah jadi 5 pada 2023
  45. Kecamatan Cisolok: Sekolah negeri 41 (2022) dan berkurang menjadi 37 (2023). Sekolah swasta 2 pada 2022, dan bertambah jadi 5 pada 2023
  46. Kecamatan Cikakak: Sekolah negeri 22 (2022) dan berkurang menjadi 16 (2023). Sekolah swasta 0 pada 2022, dan berdiri 5 pada 2023
  47. Kecamatan Kabandungan: Sekolah negeri 23 (2022) dan berkurang menjadi 19 (2023). Sekolah swasta 0 pada 2022, dan berdiri 4 pada 2023
Baca Juga :  Terlibat Perkelahian, 4 Siswa MTs dan SMP di Palabuhanratu Sukabumi Diamankan Polisi

Baca Juga: Kisah Alvi, guru honorer asal Sukabumi nyambi jadi pemulung, murid yang bertemu selalu cium tangan

Baca Juga :  Cinta 5 Kali Kandas, Pria Palabuhanratu Sukabumi Akhirnya Nikah Dibantu Ridwan Kamil
Pelajar SMP Negeri Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi - Istimewa
Pelajar SMP Negeri Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi – Istimewa

Dilihat dari jumlahnya, beberapa kecamatan seperti Cicurug, Cibadak dan Cisaat layak disebut sebagai Kota Pendidikan karena ketiga kecamatan tersebut memiliki jumlah sekolah terbanyak ketimbang kecamatan lain, yakni masing-masing memiliki lebih dari 40 sekolah.

Adapun, total terdapat 1.149 sekolah negeri pada 2022. Namun, jumlah itu berkurang 106 menjadi tinggal 1.043 sekolah pada 2023. Sedangkan sekolah swasta sebanyak 70 pada 2022, dan bertambah menjadi 166 pada 2023.

Sehingga total di Sukabumi ada sebanyak 1.219 sekolah negeri (2022) dan 1.209 sekolah swasta (2023).

Berita Terkait

Kapan terakhir Gede Pangrango meletus? Sudah 50 kali, abu vulkanik hingga Sukabumi dan Jakarta
Spot wisata kuliner di Kota Sukabumi bertambah signifikan, bukti kondisi ekonomi membaik?
Kecamatan dengan nilai transaksi dan jumlah pelanggan Perumda AMTJM Kabupaten Sukabumi terbanyak
Hari ini, 111 tahun silam Kota Sukabumi didirikan untuk tempat tinggal warga Belanda
Nirkabel! Tak lama lagi Palabuhanratu dan Cikole Sukabumi bebas kabel listrik dan telepon
Sejarah, tugas dan daftar Jaksa Agung RI dari masa ke masa, pertama tokoh antikorupsi asal Sukabumi
Penduduk miskin Kota Sukabumi naik, ranking berapa se-Jawa Barat?
Bak kamar mayat, angka kematian di Kota Sukabumi 3 kali lipat dari kelahiran

Berita Terkait

Jumat, 4 April 2025 - 04:18 WIB

Kapan terakhir Gede Pangrango meletus? Sudah 50 kali, abu vulkanik hingga Sukabumi dan Jakarta

Rabu, 2 April 2025 - 03:32 WIB

Kecamatan dengan nilai transaksi dan jumlah pelanggan Perumda AMTJM Kabupaten Sukabumi terbanyak

Selasa, 1 April 2025 - 00:01 WIB

Hari ini, 111 tahun silam Kota Sukabumi didirikan untuk tempat tinggal warga Belanda

Senin, 31 Maret 2025 - 13:00 WIB

Nirkabel! Tak lama lagi Palabuhanratu dan Cikole Sukabumi bebas kabel listrik dan telepon

Minggu, 30 Maret 2025 - 10:00 WIB

Sejarah, tugas dan daftar Jaksa Agung RI dari masa ke masa, pertama tokoh antikorupsi asal Sukabumi

Berita Terbaru