Sebaran ASN Kabupaten Sukabumi, ini OPD terbanyak dan kecamatan paling sedikit PNS

- Redaksi

Rabu, 31 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pegawai negeri sipil atau PNS - Istimewa

Ilustrasi pegawai negeri sipil atau PNS - Istimewa

sukabumiheadline.com – Aparatur Sipil Negara atau ASN terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK.

Diberitakan sukabumiheadline.com sebelumnya, jumlah PNS di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, adalah 9.036 orang, terdiri dari 4.101 PNS perempuan dan 4.935 laki-laki. Baca selengkapnya: Ada 4 ribu perempuan, ini rincian jumlah PNS dan pangkatnya di Kabupaten Sukabumi

Dari jumlah tersebut, tersebar di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang meliputi Sekretariat Daerah (Setda), dinas, badan hingga kecamatan dan lembaga lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berikut adalah rincian sebaran PNS dan PPK di Kabupaten Sukabumi menurut tugas dan lokasi kerjanya, dirangkum dari data Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sukabumi tahun 2024.

Rekomendasi Redaksi:

PNS OPD di lingkungan Pemkab Sukabumi

Berikut adalah sebaran jumlah PNS masing-masing OPD di lingkungan Pemkab Sukabumi. Urutan disusun dimulai dari OPD dengan jumlah PNS terbanyak:

  1. Dinas Pendidikan: 2.315 laki-laki, 2.404 perempuan = 4.719
  2. Dinas Kesehatan: 539 laki-laki, 1.079 perempuan = 1.618
  3. Dinas Pekerjaan Umum: 212 laki-laki, 21 perempuan = 233
  4. Sekretariat Daerah: 135 laki-laki, 31 perempuan = 166
  5. Dinas Pertanian: 93 laki-laki, 40 perempuan = 133
  6. Dinas Perhubungan: 107 laki-laki, 12 perempuan = 119
  7. Dinas Perdagangan dan Perindustrian: 86 laki-laki, 20 perempuan = 106
  8. Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana: 41 laki-laki, 56 perempuan = 97
  9. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan: 84 laki-laki, 4 perempuan = 88
  10. Dinas Lingkungan Hidup: 59 laki-laki, 16 perempuan = 75
  11. Badan Pendapatan Daerah: 53 laki-laki, 14 perempuan = 67
  12. Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah: 40 laki-laki, 26 perempuan = 66
  13. Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia: 40 laki-laki, 25 perempuan = 65
  14. Inspektorat: 52 laki-laki, 12 perempuan = 64
  15. Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman: 49 laki-laki, 9 perempuan = 58
  16. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil: 39 laki-laki, 17 perempuan = 56
  17. Dinas Peternakan: 46 laki-laki, 10 perempuan = 56
  18. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi: 44 laki-laki, 10 perempuan = 54
  19. Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah: 30 laki-laki, 11 perempuan = 41
  20. Dinas Kearsipan dan Perpustakaan: 20 laki-laki, 20 perempuan = 40
  21. Dinas Pariwisata: 32 laki-laki, 8 perempuan = 40
  22. Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian: 32 laki-laki, 5 perempuan =
    37
  23. Dinas Kelautan dan Perikanan: 24 laki-laki, 12 perempuan = 36
  24. Satuan Polisi Pamong Praja: 32 laki-laki, 2 perempuan = 34
  25. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa: 28 laki-laki, 4 perempuan = 32
  26. Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olah Raga: 22 laki-laki, 6 perempuan = 28
  27. Dinas Penanaman Modal dan Perizinan
    Terpadu Satu Pintu: 21 laki-laki, 7 perempuan = 28
  28. Sekretariat DPRD: 23 laki-laki, 4 perempuan = 27
  29. Dinas Ketahanan Pangan: 13 laki-laki 14 perempuan = 27
  30. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan
    Perlindungan Anak: 9 laki-laki, 18 perempuan = 27
  31. Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah: 11 laki-laki, 15 perempuan = 26
  32. Badan Pertanahan dan Tata Ruang: 18 laki-laki, 7 perempuan = 25
  33. Dinas Sosial: 15 laki-laki, 8 perempuan = 23
  34. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik: 16 laki-laki, 5 perempuan = 21
  35. Badan Penanggulangan Bencana Daerah:
    15 laki-laki, 3 perempuan = 18

Rekomendasi Redaksi:

Baju dinas khaki untuk PNS - Istimewa
Baju dinas khaki untuk PNS – Istimewa

Sebaran PNS bertugas di kecamatan 

Dari sebaran jumlah PNS yang bertugas di 47 kantor kecamatan yang ada di Kabupaten Sukabumi, ada 10 kecamatan yang tidak memiliki PNS perempuan, yakni Kecamatan Simpenan, Pabuaran, Ciracap, Kabandungan, Cidolog, Ciemas, Cidadap, Kalibunder, dan Bojonggenteng.

Selain tidak memiliki PNS perempuan, Bojonggenteng juga merupakan kecamatan dengan PNS paling sedikit, yakni hanya 9 orang. Di sisi lain, di Kecamatan Sukaraja ada 21 PNS yang bertugas. Dari jumlah tersebut, 12 orang di antaranya adalah perempuan dan 9 laki-laki.

Dari perbandingan kedua kecamatan tersebut, Bojonggenteng dan Sukaraja, dapat dilihat bahwa distribusi PNS yang bertugas di kantor kecamatan, sangat jomplang. Selain tidak ada PNS perempuan, jumlah PNS di Bojonggenteng bahkan kurang dari separuh jumlah PNS yang bertugas di Sukaraja.

Rekomendasi Redaksi: Kabar Kurang Mengenakan Buat PNS dan PPPK di Sukabumi, Siap-siap PHK Massal

Berikut adalah rincian lengkap jumlah PNS yang bertugas di 47 kantor kecamatan, diurut berdasarkan kantor kecamatan dengan PNS terbanyak.

  1. Kecamatan Nyalindung: 17 laki-laki, 8 perempuan = 25
  2. Kecamatan Cibadak: 17 laki-laki, 7 perempuan = 24
  3. Kecamatan Sukabumi: 14 laki-laki, 9 perempuan = 23
  4. Kecamatan Sukaraja: 9 laki-laki, 12 perempuan = 21
  5. Kecamatan Cicurug: 15 laki-laki, 6 perempuan = 21
  6. Kecamatan Jampang Kulon: 17 laki-laki, 3 perempuan = 20
  7. Kecamatan Surade: 17 laki-laki, 3 perempuan = 20
  8. Kecamatan Palabuhanratu: 12 laki-laki, 7 perempuan = 19
  9. Kecamatan Caringin: 13 laki-laki, 6 perempuan = 19
  10. Kecamatan Cireunghas: 12 laki-laki, 6 perempuan = 18
  11. Kecamatan Cisaat: 9 laki-laki, 9 perempuan = 18
  12. Kecamatan Sukalarang: 15 laki-laki, 3 perempuan = 18
  13. Kecamatan Nagrak: 10 laki-laki, 8 perempuan = 18
  14. Kecamatan Simpenan: 16 laki-laki, 0 perempuan = 16
  15. Kecamatan Pabuaran: 16 laki-laki, 0 perempuan = 16
  16. Kecamatan Tegalbuleud: 13 laki-laki, 1 perempuan = 14
  17. Kecamatan Parungkuda: 11 laki-laki, 2 perempuan = 13
  18. Kecamatan Purabaya: 10 laki-laki, 2 perempuan = 12
  19. Kecamatan Sagaranten: 11 laki-laki, 1 perempuan = 12
  20. Kecamatan Waluran: 10 laki-laki, 1 perempuan = 11
  21. Kecamatan Warungkiara: 9 laki-laki, 2 perempuan = 11
  22. Kecamatan Gunungguruh: 13 laki-laki, 4 perempuan = 17
  23. Kecamatan Cicantayan: 10 laki-laki, 6 perempuan = 16
  24. Kecamatan Cikidang: 13 laki-laki, 2 perempuan = 15
  25. Kecamatan Kebonpedes: 10 laki-laki, 5 perempuan = 15
  26. Kecamatan Cikembar: 10 laki-laki, 3 perempuan = 13
  27. Kecamatan Ciracap: 13 laki-laki, 0 perempuan = 13
  28. Kecamatan Kadudampit: 6 laki-laki, 7 perempuan = 13
  29. Kecamatan Kabandungan: 12 laki-laki, 0 perempuan = 12
  30. Kecamatan Cimanggu: 9 laki-laki, 3 perempuan = 12
  31. Kecamatan Curugkembar: 11 laki-laki, 1 perempuan = 12
  32. Kecamatan Ciambar: 11 laki-laki, 1 perempuan = 12
  33. Kecamatan Cibitung: 9 laki-laki, 3 perempuan = 12
  34. Kecamatan Cidahu: 11 laki-laki, 1 perempuan = 12
  35. Kecamatan Cidolog: 12 laki-laki, 0 perempuan = 12
  36. Kecamatan Ciemas: 12 laki-laki, 0 perempuan = 12
  37. Kecamatan Cikakak: 10 laki-laki, 2 perempuan = 12
  38. Kecamatan Bantargadung: 10 laki-laki, 1 perempuan = 11
  39. Kecamatan Cidadap: 11 laki-laki, 0 perempuan = 11
  40. Kecamatan Cisolok: 9 laki-laki, 2 perempuan = 11
  41. Kecamatan Gegerbitung: 9 laki-laki, 2 perempuan = 11
  42. Kecamatan Jampang Tengah: 9 laki-laki, 2 perempuan = 11
  43. Kecamatan Kalapanunggal: 9 laki-laki, 2 perempuan = 11
  44. Kecamatan Kalibunder: 11 laki-laki, 0 perempuan = 11
  45. Kecamatan Lengkong: 10, laki-laki, 1 perempuan = 11
  46. Kecamatan Parakansalak: 8 laki-laki, 2 perempuan = 10
  47. Kecamatan Bojonggenteng: 9 laki-laki, 0 perempuan = 9

Rekomendasi Redaksi:

Sebaran PPPK menurut OPD dan kecamatan 

Adapun untuk PPPK, terdiri dari 1.387 laki-laki dan 1.849, sehingga total ada 3.236 orang.

  • Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.145 PPPK bekerja di bawah Dinas Pendidikan. Mereka terdiri dari 1.320 laki-laki dan 1.825 perempuan
  • Kemudian di Dinas Kesehatan, ada 12 laki-laki dan 10 perempuan, total 22 PPPK
  • Selanjutnya di Dinas Pertanian, ada 55 laki-laki dan 14 perempuan, total sebanyak 69 PPPK.

Dengan demikian, total terdapat 12.272 ASN atau aparatur sipil negara (PNS + PPPK), masing-masing terdiri dari 6.322 laki-laki dan 5.950 perempuan.

Berita Terkait

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi
Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten
Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi
Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta
Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama
Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta
Ahad, 18 Oktober: Event hari ini di Sukabumi, JNS Fest hingga Festival Kuliner Bangkok
Germo asal Sukabumi paksa wanita Sumsel layani 10 pria sehari, fee Rp50 ribu

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:18 WIB

Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB