sukabumiheadline.com – Jawa Barat meraih puncak klasemen di Indonesia sebagai penerima investasi tertinggi. Realisasi investasi sepanjang Januari-Desember 2025 di Jawa Barat itu total Rp296,8 triliun atau setara 15,4 persen dari total investasi secara nasional.
Namun di sisi lain, Kabupaten Sukabumi masih belum menjadi primadona bagi para investor asing. Kehadiran Jalan Tol Ciawi-Sukabumi (Cisuka) atau populer disebut Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), masih belum mampu mendongkrak investasi masuk.
Penanaman Modal Asing (PMA) adalah investasi di Indonesia yang sebagian atau seluruh modalnya berasal dari luar negeri (WNA/badan usaha asing). Sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) adalah investasi yang seluruh modalnya berasal dari dalam negeri (WNI/badan usaha Indonesia).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk PMA, Provinsi Jawa Barat juga menempati posisi pertama mendapat investasi senilai USD 9,2 miliar (16,3 persen). Sementara untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Jawa Barat menempati posisi di urutan kedua mendapat investasi Rp148,8 triliun (14,5 persen).
Capaian investasi tertinggi di Indonesia ini ternyata diraih Jawa Barat selama lima tahun berturut-turut. Adapun sektor yang menjadi kontributor terbesar adalah industri pengolahan, dengan nilai investasi mencapai Rp158 triliun. Kemudian disusul sektor real estate sebesar Rp33,2 triliun serta informasi dan komunikasi sebesar Rp30,3 triliun.
Baca Juga: Cek gizi & protein ikan tangkapan nelayan Sukabumi dan manfaatnya bagi kesehatan
5 provinsi dengan penerimaan investasi tertinggi di Indonesia
Berikut ini daftar 5 provinsi mendapatkan investasi tertinggi di Indonesia secara umum, meliputi PMA dan PMDN, sebagai berikut:
- Jawa Barat: Rp296,8 triliun (15,4 persen)
- DKI Jakarta: Rp270,9 triliun (14,0 persen)
- Jawa Tmur: Rp145,1 triliun (7,5 persen)
- Banten: Rp130,2 triliun (6,7 persen)
- Sulawesi Tengah: Rp127,2 triliun (6,6 persen)
Baca Juga: Daftar negara tujuan ekspor ubi kayu Sukabumi dan olahan
Sedangkan, khusus untuk provinsi penerima investasi PMA tertinggi saja, di luar PMDN, adalah sebagai berikut:
- DKI Jakarta: Rp175,3 triliun (17,0 persen)
- Jawa Barat: Rp149, 8 triliun (14,5 persen)
- Jawa Timur: Rp101,8 triliun (9,9 persen)
- Banten: Rp73,2 triliun (7,1 persen)
- Kalimantan Timur: Rp70,9 triliun (6,9 persen)
Berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM RI, capaian atau realisasi investasi asing terbesar di Jawa Barat itu tersebar dan masih terkonsentrasi di beberapa wilayah. Hanya 3 wilayah yang jadi primadona menerima investasi asing terbesar, yaitu Karawang, kemudian disusul Bekasi dan Subang.
Sedangkan, Kabupaten Sukabumi menjadi daerah terendah penerima investasi, yakni sebesar Rp2,23 triliun, menempatkannya di posisi ke-9 dari 10 daerah penerima investasi asing di Jawa Barat.
Sukabumi hanya unggul dari Kota Depok di posisi ke-10 dengan nilai investasi Rp2,09 triliun.
Baca Juga: 20 kecamatan teratas penghasil cabai rawit Sukabumi, konsisten meskipun harga fluktuatif
10 kota/kabupaten penerima investasi asing

Berikut daftar 10 kota/kabupaten penerima investasi asing di Jawa Barat selama 2025, dikutip sukabumiheadline.com dari jabarstats, Sabtu (14/2/2026):
- Kabupaten Karawang: Rp50,83 triliun
- Kabupaten Bekasi: Rp49,66 triliun
- Kabupaten Subang: Rp13,32 triliun
- Kabupaten Bogor: Rp7,23 triliun
- Kabupaten Cianjur: Rp3,1 triliun
- Kabupaten Purwakarta: Rp2,89 triliun
- Kabupaten Bandung Barat: Rp2,71 triliun
- Kabupaten Bandung: Rp2,69 triliun
- Kabupaten Sukabumi: Rp2,23 triliun
- Kota Depok: Rp2,09 triliun
Demikian Kabupaten Karawang jadi wilayah dengan realisasi investasi asing terbesar di Jawa Barat, menyumbang sekitar 34 persen dari total investasi di Jawa Barat sebesar Rp146 triliun.
Baca Juga: 30 kecamatan penghasil jengkol di Sukabumi, Jawa Barat surganya
Kabupaten Sukabumi bukan primadona investor

Dari data di atas, terlihat bahwa meskipun Kabupaten Sukabumi sudah memiliki Jalan Tol Ciawi-Sukabumi (Cisuka), luas wilayah dan ketersediaan tenaga kerja (sumber daya manusia/SDM) dan sumber daya alam (SDA) melimpah, namun keunggulan komparatif dan kompetitif tersebut masih belum berhasil memikat para investor.
Seperti diketahui, Sukabumi merupakan kabupaten terluas di Jawa Barat dan kedua terluas di Pulau Jawa setelah Banyuwangi, dengan luas wilayah mencapai kurang lebih 4.164,15 km2, meliputi 47 kecamatan, 381 desa, dan 5 kelurahan, serta berpenduduk sekira 2,82 juta jiwa (2024).
Selain dikenal dengan destinasi wisata yang beragam, dari hasil pertanian hingga SDA berupa ikan tangkapan laut, letak geografis Sukabumi juga relatif dekat dengan Jakarta, serta didukung keberadaan jalan tol. Baca selengkapnya: Jenis ikan hasil nelayan Palabuhanratu Sukabumi dan volume tangkapan 2025
Bahkan, Sukabumi dikalahkan Cianjur yang memiliki luas wilayah sekira 3.614,38 km2. Kabupaten ini terdiri dari 32 kecamatan dan 360 desa/kelurahan, dengan jumlah penduduk 2,58 juta jiwa.
Meskipun tidak dilintasi Jalan Tol Cisuka, namun Cianjur berhasil memikat investasi asing sebesar Rp3,1 triliun, dan menempatkannya di posisi lima besar. Baca selengkapnya: Kementerian PU: Konstruksi Jalan Tol Bocimi Seksi 3, Parungkuda-Sukabumi Barat 71,95%
Kabupaten Sukabumi hanya unggul atas Kota Depok yang hanya memiliki 11 kecamatan dan 63 kelurahan. Kota ini dihuni oleh sekira 2,02 juta jiwa, dengan luas wilayah 200,29 km2.
Berita Terkait: 10 kabupaten penghasil daging ayam terbesar: Sukabumi 76 juta kg, tapi harga naik terus
Dedi Mulyadi berharap kesempatan kerja meningkat

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan pencapaian tersebut sebagai kabar gembira. Lewat unggahan di media sosial, pria yang akrab dipanggil KDM itu menyampaikan terima kasih karena capaian itu juga diraih atas kontribusi seluruh lapisan masyarakat.
“Kepada seluruh warga Jawa Barat di mana pun berada, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat yang dipimpin oleh para ketua RT, RW, Kepala Dusun, Kepala Desa, Kuwu Kepala Kelurahan, Jaro, Camat, Bupati dan Wali Kota, Kepala Badan Penanaman Modal, saya ucapkan terima kasih, dan seluruh jajaran yang telah menjaga investasi di Jawa Barat,” papar Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dikutip dari video unggahannya di Instagram pribadinya, dikutip Sabtu (14/2/2026).
Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa Jawa Barat bisa menempati posisi 1 sebagai provinsi mendapat realisasi investasi tertinggi pada 2025. Ia berharap tingginya investasi di Jawa Barat itu akan menjadi peluang untuk menyerap kesempatan kerja, khususnya bagi warga Jawa Barat itu sendiri.
“Seluruh rangkaian ini mudah-mudahan melahirkan kesempatan kerja yang terbuka sehingga masyarakat Jawa Barat bisa bekerja, tidak menjadi pengangguran di daerahnya sendiri,” ujar KDM.
KDM menegaskan bahwa seluruh investasi tersebut harus dijaga bersama agar bisa meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat.









