Kabupaten Sukabumi bukan favorit investor, meskipun punya jalan tol dan SDM/SDA melimpah

- Redaksi

Sabtu, 14 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sukabumiheadline.com – Jawa Barat meraih puncak klasemen di Indonesia sebagai penerima investasi tertinggi. Realisasi investasi sepanjang Januari-Desember 2025 di Jawa Barat itu total Rp296,8 triliun atau setara 15,4 persen dari total investasi secara nasional.

Namun di sisi lain, Kabupaten Sukabumi masih belum menjadi primadona bagi para investor asing. Kehadiran Jalan Tol Ciawi-Sukabumi (Cisuka) atau populer disebut Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), masih belum mampu mendongkrak investasi masuk.

Penanaman Modal Asing (PMA) adalah investasi di Indonesia yang sebagian atau seluruh modalnya berasal dari luar negeri (WNA/badan usaha asing). Sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) adalah investasi yang seluruh modalnya berasal dari dalam negeri (WNI/badan usaha Indonesia).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk PMA, Provinsi Jawa Barat juga menempati posisi pertama mendapat investasi senilai USD 9,2 miliar (16,3 persen). Sementara untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Jawa Barat menempati posisi di urutan kedua mendapat investasi Rp148,8 triliun (14,5 persen).

Capaian investasi tertinggi di Indonesia ini ternyata diraih Jawa Barat selama lima tahun berturut-turut. Adapun sektor yang menjadi kontributor terbesar adalah industri pengolahan, dengan nilai investasi mencapai Rp158 triliun. Kemudian disusul sektor real estate sebesar Rp33,2 triliun serta informasi dan komunikasi sebesar Rp30,3 triliun.

Baca Juga: Cek gizi & protein ikan tangkapan nelayan Sukabumi dan manfaatnya bagi kesehatan

5 provinsi dengan penerimaan investasi tertinggi di Indonesia 

Ilustrasi Jalan Tol Bocimi - sukabumiheadline.com
Ilustrasi Jalan Tol Bocimi – sukabumiheadline.com

Berikut ini daftar 5 provinsi mendapatkan investasi tertinggi di Indonesia secara umum, meliputi PMA dan PMDN, sebagai berikut:

  1. Jawa Barat: Rp296,8 triliun (15,4 persen)
  2. DKI Jakarta: Rp270,9 triliun (14,0 persen)
  3. Jawa Tmur: Rp145,1 triliun (7,5 persen)
  4. Banten: Rp130,2 triliun (6,7 persen)
  5. Sulawesi Tengah: Rp127,2 triliun (6,6 persen)

Baca Juga: Daftar negara tujuan ekspor ubi kayu Sukabumi dan olahan

Sedangkan, khusus untuk provinsi penerima investasi PMA tertinggi saja, di luar PMDN, adalah sebagai berikut:

  1. DKI Jakarta: Rp175,3 triliun (17,0 persen)
  2. Jawa Barat: Rp149, 8 triliun (14,5 persen)
  3. Jawa Timur: Rp101,8 triliun (9,9 persen)
  4. Banten: Rp73,2 triliun (7,1 persen)
  5. Kalimantan Timur: Rp70,9 triliun (6,9 persen)

Berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM RI, capaian atau realisasi investasi asing terbesar di Jawa Barat itu tersebar dan masih terkonsentrasi di beberapa wilayah. Hanya 3 wilayah yang jadi primadona menerima investasi asing terbesar, yaitu Karawang, kemudian disusul Bekasi dan Subang.

Baca Juga :  Tol Bocimi Seksi 2 Dibuka Gratis hingga 17 Agustus

Sedangkan, Kabupaten Sukabumi menjadi daerah terendah penerima investasi, yakni sebesar Rp2,23 triliun, menempatkannya di posisi ke-9 dari 10 daerah penerima investasi asing di Jawa Barat.

Sukabumi hanya unggul dari Kota Depok di posisi ke-10 dengan nilai investasi Rp2,09 triliun.

Baca Juga: 20 kecamatan teratas penghasil cabai rawit Sukabumi, konsisten meskipun harga fluktuatif

10 kota/kabupaten penerima investasi asing

Ilustrasi proses pembangunan pabrik - sukabumiheadline.com
Ilustrasi proses pembangunan pabrik – sukabumiheadline.com

Berikut daftar 10 kota/kabupaten penerima investasi asing di Jawa Barat selama 2025, dikutip sukabumiheadline.com dari jabarstats, Sabtu (14/2/2026):

  1. Kabupaten Karawang: Rp50,83 triliun
  2. Kabupaten Bekasi: Rp49,66 triliun
  3. Kabupaten Subang: Rp13,32 triliun
  4. Kabupaten Bogor: Rp7,23 triliun
  5. Kabupaten Cianjur: Rp3,1 triliun
  6. Kabupaten Purwakarta: Rp2,89 triliun
  7. Kabupaten Bandung Barat: Rp2,71 triliun
  8. Kabupaten Bandung: Rp2,69 triliun
  9. Kabupaten Sukabumi: Rp2,23 triliun
  10. Kota Depok: Rp2,09 triliun

Demikian Kabupaten Karawang jadi wilayah dengan realisasi investasi asing terbesar di Jawa Barat, menyumbang sekitar 34 persen dari total investasi di Jawa Barat sebesar Rp146 triliun.

Baca Juga: 30 kecamatan penghasil jengkol di Sukabumi, Jawa Barat surganya

Kabupaten Sukabumi bukan primadona investor 

Ilustrasi buruh perempuan sedang bekerja di pabrik garmen - sukabumiheadline.com
Ilustrasi buruh perempuan sedang bekerja di pabrik garmen – sukabumiheadline.com

Dari data di atas, terlihat bahwa meskipun Kabupaten Sukabumi sudah memiliki Jalan Tol Ciawi-Sukabumi (Cisuka), luas wilayah dan ketersediaan tenaga kerja (sumber daya manusia/SDM) dan sumber daya alam (SDA) melimpah, namun keunggulan komparatif tersebut masih belum berhasil memikat para investor.

Seperti diketahui, Sukabumi merupakan kabupaten terluas di Jawa Barat dan kedua terluas di Pulau Jawa setelah Banyuwangi, dengan luas wilayah mencapai kurang lebih 4.164,15 km2, meliputi 47 kecamatan, 381 desa, dan 5 kelurahan, serta berpenduduk sekira 2,82 juta jiwa (2024).

Selain dikenal dengan destinasi wisata yang beragam, dari hasil pertanian hingga SDA berupa ikan tangkapan laut, letak geografis Sukabumi juga relatif dekat dengan Jakarta, serta didukung keberadaan jalan tol. Baca selengkapnya: Jenis ikan hasil nelayan Palabuhanratu Sukabumi dan volume tangkapan 2025

Bahkan, Sukabumi dikalahkan Cianjur yang memiliki luas wilayah sekira 3.614,38 km2. Kabupaten ini terdiri dari 32 kecamatan dan 360 desa/kelurahan, dengan jumlah penduduk 2,58 juta jiwa.

Meskipun tidak dilintasi Jalan Tol Cisuka, namun Cianjur berhasil memikat investasi asing sebesar Rp3,1 triliun, dan menempatkannya di posisi lima besar. Baca selengkapnya: Kementerian PU: Konstruksi Jalan Tol Bocimi Seksi 3, Parungkuda-Sukabumi Barat 71,95%

Baca Juga :  Membanding jumlah Pencari Kerja di Kabupaten Sukabumi 5 tahun terakhir, didominasi wanita

Kabupaten Sukabumi hanya unggul atas Kota Depok yang hanya memiliki 11 kecamatan dan 63 kelurahan. Kota ini dihuni oleh sekira 2,02 juta jiwa, dengan luas wilayah 200,29 km2.

Berita Terkait: 10 kabupaten penghasil daging ayam terbesar: Sukabumi 76 juta kg, tapi harga naik terus

Dodi Ruhiyat, salah seorang warga Parungkuda, mengaku belum merasakan dampak secara ekonomi keberadaan Tol Bocimi, selain kemacetan setiap akhir pekan.

“Belum ada. Bisa dilihat, warga pengangguran di sekitar gerbang tol, Sundawenang, juga begitu aja. Apalagi warga Parungkuda dan Sukabumi pada umumnya,” kata Dodi kepada sukabumiheadline.com, Sabtu (14/2/2026).

“Mungkin memang sekarang belum menjadi pilihan investor, belum jadi primadona lah, istilahnya. Enggak tau lagi apa masalahnya. Ya semoga aja ke depannya Parungkuda dan Sukabumi lebih maju. Sehingga, dampak jalan tol bisa terasa bagi masyarakat luas,” imbuhnya.

Dedi Mulyadi berharap kesempatan kerja meningkat 

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi - sukabumiheadline.com
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi – Ilustrasi sukabumiheadline.com

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan pencapaian tersebut sebagai kabar gembira. Lewat unggahan di media sosial, pria yang akrab dipanggil KDM itu menyampaikan terima kasih karena capaian itu juga diraih atas kontribusi seluruh lapisan masyarakat.

“Kepada seluruh warga Jawa Barat di mana pun berada, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat yang dipimpin oleh para ketua RT, RW, Kepala Dusun, Kepala Desa, Kuwu Kepala Kelurahan, Jaro, Camat, Bupati dan Wali Kota, Kepala Badan Penanaman Modal, saya ucapkan terima kasih, dan seluruh jajaran yang telah menjaga investasi di Jawa Barat,” papar Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dikutip dari video unggahannya di Instagram pribadinya, dikutip Sabtu (14/2/2026).

Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa Jawa Barat bisa menempati posisi 1 sebagai provinsi mendapat realisasi investasi tertinggi pada 2025. Ia berharap tingginya investasi di Jawa Barat itu akan menjadi peluang untuk menyerap kesempatan kerja, khususnya bagi warga Jawa Barat itu sendiri.

“Seluruh rangkaian ini mudah-mudahan melahirkan kesempatan kerja yang terbuka sehingga masyarakat Jawa Barat bisa bekerja, tidak menjadi pengangguran di daerahnya sendiri,” ujar KDM.

KDM menegaskan bahwa seluruh investasi tersebut harus dijaga bersama agar bisa meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat.

Berita Terkait

Fungsi, manfaat dan tips berkendara aman di Jalan Lingkar Selatan Sukabumi
Indeks Daya Saing Daerah Sukabumi jeblok meski punya jalan tol
1 Tahun Asep Japar – Andreas: Rata-rata Lama Sekolah penduduk Sukabumi DO kelas 3 SMP
Mimpi buruk ibu tiri: Dari tragedi Arie Hanggara 1984 hingga Nizam asal Sukabumi 2026
Usia Harapan Hidup warga Kabupaten Sukabumi 75,12 tahun, kalah dari Garut dan Pangandaran
1 tahun Asep Japar-Andreas: Ranking IPM Kabupaten Sukabumi tetap jeblok
Sejarah, konsesi 50 tahun dan persentase pemegang saham Jalan Tol Ciawi-Sukabumi
Jumlah organisasi kemasyarakatan di Sukabumi: Kabupaten 666 ormas, kota?

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 21:14 WIB

Fungsi, manfaat dan tips berkendara aman di Jalan Lingkar Selatan Sukabumi

Minggu, 1 Maret 2026 - 23:36 WIB

Indeks Daya Saing Daerah Sukabumi jeblok meski punya jalan tol

Minggu, 1 Maret 2026 - 08:00 WIB

1 Tahun Asep Japar – Andreas: Rata-rata Lama Sekolah penduduk Sukabumi DO kelas 3 SMP

Minggu, 22 Februari 2026 - 03:49 WIB

Mimpi buruk ibu tiri: Dari tragedi Arie Hanggara 1984 hingga Nizam asal Sukabumi 2026

Jumat, 20 Februari 2026 - 04:32 WIB

Usia Harapan Hidup warga Kabupaten Sukabumi 75,12 tahun, kalah dari Garut dan Pangandaran

Berita Terbaru


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131