sukabumiheadline.com – Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri diteriaki pembunuh oleh massa ojek online (ojol) yang mengahdiri pemakaman pejuangan keadilan Affan Kurniawan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025).
“Pembunuh. Pembunuh. Pembunuh. Pembunuh,” teriak massa ojol.
Massa ojol yang tersulut juga sempat melempari Irjen Asep dengan botol yang berisikan air. Meski begitu, beberapa ojol juga menyerukan untuk menahan diri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tahan! Tahan! Kita lawan balik di meja hukum,” teriak ojol lainnya.
Irjen Asep yang tertunduk menangkupkan tangan sebagai simbol untuk meminta maaf kepada massa ojol. Karena panik, ia sempat kebingungan masuk ke dalam mobil untuk bergegas meninggalkan TPU Karet Bivak.
“Sudah. Sudah. Sudah. Kami minta maaf,” katanya kepada massa ojol.
Semalam, Irjen Asep mengaku telah bertemu dengan Ayah Affan Kurniawan, Zulkifli. Ia juga sempat mengucapkan bela sungkawa kepada ayah dan ibunda Affan. Baca selengkapnya: Temui keluarga ojol asal Sukabumi dilindas Barakuda Brimob, Kapolda minta maaf
“Sudah bertemu dengan orang tua korban Bapak Zulkifli dan kami tadi malam sudah menyampaikan bela sungkawa yang mendalam atas musibah ini. Bagaimana pun rekan-rekan ojol adalah saudara kita, saudara kita semua,” katanya usai berziarah.
Irjen Asep mengaku dititipkan pesan agar tujuh anggota Brimob yang menjadi pelaku pelindasan Affan segera ditindak.
“Kembali saya sampaikan kami dari institusi Polda Metro Jaya segenap aparat pengamanan menghaturkan turut berbela sungkawa duka cita yang mendalam, untuk keluarga korban meminta kita untuk bertindak tegas meminta keadilan dan tentunya kita akan profesional menghadapi ini dan akan memproses, bahwa Kadiv Propam menyampaikan sudah ada tujuh orang yang diamankan,” jelasnya.
Warga Sukabumi jadi korban
Sementara itu, Moh. Umar Amarudin, seorang driver ojek online (ojol) asal Kampung Sukamukti RT 001/001, Desa/Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terbaring lemah di ruang perawatan RS Pelni, Petamburan, Jakarta (sebelumnya disebut di RSCM), Jumat (28/8/2025).
Diberitakan sukabumiheadline.com sebelumnya, pria 30 tahun itu menjadi korban korban kebrutalan 7 Brimob dalam kericuhan demo di Petamburan, Kamis (27/8/2025).
Diungkapkan sang kakak, Siti Nur Aisyah (31), Umar tidak terlibat dalam aksi unjuk rasa kemarin. Saat itu, Umar sedang menurunkan penumpang, tiba-tiba diduga ditarik oleh oknum petugas pengamanan demo dan diduga dipukuli hingga mengalami luka di dada hingga patah tangan. Baca selengkapnya: Kisah Umar, ojol asal Sukabumi tulang punggung keluarga: Patah tulang dada dan rahang