sukabumiheadline.com – Sebanyak 8 orang meninggal dunia dalam kecelakaan di Gerbang Tol Ciawi 2, Selasa (4/2/20205). Selain itu ada 11 orang yang menderita luka-luka setelah truk pengangkut galon air minum dalam kemasan (AMDK) AQUA, menabrak mobil yang sedang mengatre di gerbang tol.
Akibat kecelakaan itu, sebanyak lima mobil terlibat kecelakaan. Ada beberapa yang terbakar dan terbalik. Api juga terlihat berkobar di lokasi kejadian.
Kecelakaan tersebut melibatkan tujuh unit kendaraan yang terdiri dari satu unit truk dan enam unit kendaraan roda empat. Akibat tabrakan beruntun itu, 3 mobil bahkan sampai terbakar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan informasi diperoleh, hingga saat ini sudah dua nama korban meninggal dunia yang terindetifikasi. Sementara, 6 lainnya belum diketahui identitasnya. Seperti diberitakan sukabumiheadline.com sebelumnya, mayoritas korban merupakan warga Kota dan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Baca selengkapnya: Mayoritas warga Sukabumi, ini daftar identitas korban tewas dan luka laka maut GT Ciawi

Baca Juga:
Pernyataan Danone
PT Tirta Investama, produsen air minum dalam kemasan merek AQUA, buka suara terkait kecelakaan maut yang terjadi di Gerbang Tol Ciawi pada Selasa malam.
Director of Communications Danone Indonesia Arif Mujahidin menyampaikan belasungkawa kepada para korban. Tirta Investama merupakan perusahaan di bawah naungan Danone.
“Kami mendapat informasi mengenai adanya peristiwa kecelakaan tadi malam di Gerbang Tol Ciawi yang menimbulkan korban. Doa kami untuk para korban pada peristiwa ini,” ujarnya melalui keterangan resminya.
Arif menegaskan perusahaan transporter dan distributor yang terlibat merupakan entitas independen yang tidak memiliki kaitan kepemilikan dengan PT Tirta Investama.
“Perusahaan transporter (pemilik truk dan pemberi kerja supir) maupun distributor yang menggunakan jasa layanan transporter, merupakan pihak independen yang tidak memiliki kaitan kepemilikan dengan PT Tirta Investama sebagai produsen Aqua,” jelasnya.
Pihaknya juga bakal terus memantau perkembangan terkait insiden ini dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.
“Kami terus memonitor peristiwa ini dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dan berharap masalah ini bisa diatasi dengan sebaik-baiknya,” tambah Arif.