sukabumiheadline.com – Kakao atau Theobroma cacao adalah tanaman perkebunan tropis yang bijinya merupakan bahan baku utama pembuatan cokelat. Kakao sering disebut “makanan para dewa” karena kandungan antioksidan tinggi, senyawa bioaktif, dan rasanya yang khas.
Produk kakao (bubuk, mentega) dihasilkan melalui proses fermentasi, pengeringan, dan pemanggangan biji mentah.
Kakao merupakan tanaman asli hutan tropis Amerika Selatan/Tengah (Amazon/Orinoco) yang tumbuh subur di wilayah tropis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Buah kakao berbentuk polong (17-20 cm) berisi 30-50 biji yang diselimuti daging buah berlendir putih. Kakao, terutama raw cacao, adalah bentuk biji yang lebih murni, seringkali belum dipanggang/diproses tinggi, sehingga rasanya lebih pahit dan nutrisinya lebih utuh dibanding cokelat olahan (cocoa).
Kakao kaya akan kandungan mutrisi, seperti flavonoid, antioksidan, lemak tak jenuh tunggal, serta mineral.
Olahan kakao disebut mampu meningkatkan suasana hati (mood), kaya antioksidan, dan berpotensi menurunkan tekanan darah.

Kabupaten penghasil kakao di Jawa Barat
Untuk informasi Indonesia merupakan salah satu produsen kakao terbesar di dunia, dengan budidaya utama di Sulawesi dan Sumatra, dengan total produksi 635 ribu ton hingga 701 ribu ton per tahun.
Lantas, bagaimana dengan Jawa Barat?
Meskipun tidak sebesar dari Sulawesi dan Sumatera, namun, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, 2025, ada 11 kabupaten yang menjadi sentra buah kakao di Tatar Pasundan, yakni:
- Garut: 6,5 hektar
- Kuningan: 9,4 hektar
- Bandung: 10 hektar
- Bogor: 12 hektar
- Karawang: 37,6 hektar
- Sukabumi: 353,7 hektar
- Bandung Barat: 452,7 hektar
- Cianjur: 747,8 hektar
- Pangandaran: 884 hektar
- Tasikmalaya: 835,6 hektar
- Ciamis: 1.623,8 hektar
Produksi kakao di Kabupaten Sukabumi
Produksi kakao rakyat di Kabupaten Sukabumi tercatat sekitar 11,1 ribu ton pada tahun 2024, menjadikannya salah satu komoditas perkebunan di wilayah tersebut. Namun, tidak tersedia data rinci menurut kecamatan.
Meskipun bukan penghasil utama seperti di Sulawesi, perkebunan kakao rakyat tetap ada. Bimbingan teknis peremajaan dan teknologi budidaya kakao telah dilakukan di daerah ini, termasuk di area Jampang Tengah.
Selain Jampang Tengah, menurut data E-PIK Kabupaten Sukabumi, beberapa kecamatan yang menjadi penghasil atau memiliki potensi perkebunan kakao di kabupaten ini antara lain Kecamatan Cikembar, Sukabumi, Kalapanunggal, Cibadak, dan Sukaraja.
Kakao di Sukabumi umumnya dikelola dalam skala perkebunan rakyat, di mana satu kilogram kakao basah mampu menghasilkan 0,4 kg kakao kering.
Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan bimbingan teknis peremajaan tanaman kakao, perbaikan teknologi, dan pengendalian hama pada 2024 lalu.









